
Setelah urusan kuliahnya selesai, Cairo kembali ke Indonesia. Kini dia sudah berada di dalam pesawat bersama wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Vino dan Miranda pulang lebih dulu karena harus mengurus perusahaannya. Mereka juga memberi kesempatan kepada dua pasangan yang kini sedang di mabuk cinta. Mungkin kisah cintanya dulu tak berawal indah, tak ada masanya berpacaran. Mereka menikah karena perjodohan. Sama halnya dengan kisah cinta mami Celine dan papi Jo.
"Makasih ya sayang akhirnya kamu menerima aku sebagai calon suami kamu!" ucap Cairo sambil menggenggam wanita yang dia cintai. Alana membalasnya dengan senyuman. Jika mereka saat ini tidak di dalam pesawat, mungkin Cairo sudah mencicipi bibir indah milik wanita yang sudah berlabel kekasihnya. Netra mereka saling bertemu.
"Cantik. Kamu cantik banget, An! Aku juga suka kesederhanaan kamu." ucap Cairo yang kini mengelus pipi halus Alana, tentu saja membuat Alana tersipu malu, wajahnya kini sudah memerah.
Setelah mengudara berjam-jam, Cairo dan Alana kini sudah mendarat di Jakarta. Cairo sudah di jemput supir pribadi sang mami dan Alana sudah di jemput sang mami. Cairo langsung mencium tangan sang calon mertua sebagai tanda hormatnya.
"Cairo pamit ya An, tan!" ucap Cairo, mereka berdua menganggukkan kepalanya dan mengatakan iya.
Kini Alana sedang dalam perjalanan pulang bersama sang mami. Sama halnya dengan Cairo.
"Cairo kayanya anaknya baik ya? Dia juga kelihatan banget cinta banget sama kamu. Asyik donk selama ga ada mami dan papi, kalian bisa bermesraan." goda mami Miranda membuat Alana tak menutupi perasaannya. Alana sudah jatuh cinta pada Cairo. Sebenarnya sejak dulu Alana sudah memiliki perasaan yang sama dengan Cairo, tetapi Alana ingin fokus dulu dengan kuliahnya dan sekarang sudah tak ada alasan lagi untuk dirinya menolak Cairo.
Cairo baru saja sampai di rumah, dia sudah di sambut dengan sang mami dan juga adiknya Callista. Untuk sementara waktu Papi Jo dan mami Celine memilih untuk menutupi pernikahan Cairo dari Clare, sampai Cairo kembali. Clare adalah saudara kembar Cairo yang lahir di hari yang sama. Meskipun demikian, Clare dan Cairo memiliki sifat yang berbeda.
__ADS_1
"Senangnya kakak sudah lulus, jadi kakak tidak perlu lagi pergi ke sana." ujar Callista yang saat itu menghampiri sang kakak.
"Kakak juga senang bisa kumpul lagi sama kalian. Owh ya kakak punya oleh-oleh untuk kamu dan juga Clare. Tapi nanti ya, kakak mau mandi dan istirahat dulu. Cape juga duduk berjam-jam di pesawat." ucap Cairo dan Callista mengiyakan. Hubungan keempat kakak adik berjalan harmonis, papi Jo dan mami Celine berhasil mendekatkan anak-anaknya.
❤️❤️❤️
Malam ini sudah berkumpul di rumah, papi Jo sudah kembali dari kantor dan Clare pun sudah pulang dari dinas pagi. Saat ini dia sedang praktek di rumah sakit mewah di Jakarta sambil kuliah spesialis, kelak Clare akan mengambil spesialis dokter anak. Cita-citanya sejak dulu.
"Kak, aku kangen..." ujar Clare sambil memeluk sang kakak. Meskipun usia dia sama, Clare tetap memanggil Cairo kakak. Cairo menyambutnya dengan senyuman dan melebarkan tangannya agar masuk ke dalam pelukannya.
Mereka sudah duduk di ruang tv sambil menunggu sang papi turun dari kamarnya. Usia papi Jo kini 57 tahun dan mami Celine berusia 43 tahun, mereka masih seperti hot papi dan hot mami. Papi Jo masih kuat di ranjang.
"Halo...anak Papi yang tampan dan cantik. Maaf papi sama Mami baru turun." ujar Papi Jo yang baru turun dari kamarnya bersama sang istri. Mereka masih terlihat mesra, bahkan Papi Jo bersikap tambah romantis kepada Mami Celine.
Anaknya terlihat menghampiri sang papi dan maminya secara bergantian, memeluknya sekilas. Kini mereka sudah berada di meja makan untuk menikmati makan malam bersama.
__ADS_1
"Ini adalah masa-masa yang sering Aku rindukan kala waktu Aku kuliah di Inggris. Aku rindu kebersamaan dan Aku rindu masakan Mami." ujar Cairo sambil sibuk melahap makanan buatan maminya.
Setelah selesai makan, mereka langsung duduk berkumpul untuk mengobrol di tempat kebiasaan mereka berkumpul.
"Clare, Callista, ada sesuatu yang ingin Papi bicarakan kepada kalian. Bulan depan Kakak kamu Cairo akan melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita yang dia cintai." ungkap Papi Jo membuka pembicaraan. Hal itu membuat keduanya melongo, karena yang mereka tahu kakaknya itu baru saja lulus kuliah dan mereka tidak pernah mendengar kalau sang kakak memiliki kekasih.
"Serius Kak?" tanya Clare dan Callista bersamaan, menatap ke arah sang Kakak. Cairo menganggukkan kepalanya dan mengatakan memang benar apa yang di ucapkan Papinya itu, bahwa dirinya akan menikah.
"Jadi ceritanya Kakak kecantol bule ni?" tanya Callista dengan polosnya.
Cairo tertawa geli mendengar penuturan sang adik, karena memang jodohnya dia orang Indonesia. Bahkan berasal dari orang masa lalu kedua orang tuanya. Dia suka wanita asli Indonesia.
Yuk terus beri dukungan untuk karya ini🙏😄😘
Mampir yuk di karya bestie aku, ceritanya seru loch😄
__ADS_1