
" Kalau modelnya begitu, saya yakin akan banyak janda bolong di dunia ini ! " Ujar Jo kepada Hanif saat dalam perjalanan pulang menuju rumahnya.
Hanif tertawa geli mendengar penuturan bos nya itu.
" Ya janda pasti bolong donk tuan, kan udah di bolongin. " Sahut Hanif yang kini masih terkekeh.
" Makanya saya tuh paling suka yang ngebolongin. Untung mantan istri saya dulu masih perawan juga. Makanya jika saya menikah nanti saya akan cari yang perawan meskipun saya duda. " Ujar Jo membuat sang asisten menghujat nya dalam hati. Duda tapi tak suka janda bolong.
" Janda bolong lagi viral tuan. Bahkan di daerah terpencil usia 14 tahun aja udah ada yang jadi janda bolong. Tapi bukannya janda lebih yahud ? " Ujar Hanif.
" Ya tetaplah perawan lebih yahud. Apalagi yang body nya bahenol, semangka nya gede bener, goyangan ngebor nya yang bisa mengguncang ranjang. " Ujar Jo tanpa sadar dia mengutarakan tentang Celine saat di mimpi basah.
Hanif mengerutkan keningnya, seperti ada wanita yang di maksud tuannya. Ada udang di balik bakwan. Melihat tatapan yang tak biasa dari asistennya Jo tersadar jika dirinya bicara terlalu terbuka.
" Kamu ga perlu menatap saya seperti itu ! Yang saya ucapkan hanya sekedar inpirasi saya aja bukan kenyataan ! " Ujar Jo dengan malu. Padahal asisten nya tak bertanya apa-apa padanya. Hanya perasaan papi Jo saja yang mengira sang asisten merasa curiga siapa wanita yang di maksud tuannya dan menjadi bahan percobaan.
" Meskipun saya duda, tapi saya duda terhormat ! Kamu camkan itu ! " Ucapannya malah melebar membuat Hanif merasa geli dalam hati.
" Siapa lagi yang nanya. Pasti diam-diam ada wanita yang dia incer. Gw yakin pasti babysitter nya yang di maksud tapi gengsi. " Ucap Hanif yang terkekeh melihat ekspresi tuannya yang masih terlihat tak jelas. Seperti habis digerebek satpol PP karna habis berhubungan intim sama wanita bukan istrinya.
Kini mobil yang membawa Jo telah sampai di rumah.
" Han, kamu bawa saja mobil saya ! Besok kamu jemput saya saja di rumah jam 07.00 pagi ! " Ujar Jo sebelum melangkahkan kaki nya keluar dari mobil.
Jo melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah dan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Kali ini dia memilih langsung masuk ke kamar dari pada harus bermimpi basah karna harus bertemu Celine. Papi Jo sangat yakin jika Clara sang anak pasti sudah tidur.
" Mandi dulu ah, biar badan ga lengket. " Ucap Jo yang kini melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
__ADS_1
" Udah seger, semoga ni otak ga ngeres lagi. " Gumam Jo.
Jo melihat ponselnya. Tak biasanya Combreng tak menghubungi dirinya. Sudah dua hari ini tak ada kabarnya. Dan akhirnya Jo menghubungi Combreng.
" Woy kenapa Lo ga pernah ngubungin gw ? Gw kira udah mati Lo ! " Ucap Jo tak ada akhlak nya.
" Gw sakit mol. Badan gw sekarang panas, ************ gw juga pada luka. Mungkin tuh cewek ga bersih kali, gw jadi kena sifilis. " Ujar Combreng. Memang Combreng berbeda dengan Papi Jo. Dia hobi celap celup memakai jasa ps*.
" Hahahaha..." Jo tertawa senang mendengar sahabatnya menderita penyakit seperti itu.
" Sialan Lo teman sakit malah di ketawain, bukannya di tengokin bawa makanan. " Gerutu Combreng.
" Ga nurut si Lo apa yang gw bilang ! Makanya hilangin tuh hobi celap celup ! Lama-kelamaan Lo bakal kena HIV Aids Lo kalau suka jajan begitu ! " Sahut Jo.
Combreng menceritakan tentang pertemuan dirinya dengan janda bolong dua hari lalu dan mereka sama-sama terhanyut hingga akhirnya mereka melakukan hubungan intim di pertemuan pertama. Secara mereka sama-sama merindukan kasih sayang.
Berhubung sudah larut malam, Jo baru akan menengok Combreng besok pagi sebelum berangkat kerja.
Jo merebahkan tubuhnya di ranjang.
" Gila tuh janda bolongnya pamornya lagi teratas banget ya di banding perawan. Lah gimana ga ? Anak SMP aja sekarang udah banyak yang melakukan se* bebas. Wajar janda bolong melimpah ruah. " Gumam Jo.
Dan dari pada dirinya memikirkan janda bolong yang sedang viral, akhirnya Jo memilih untuk tidur.
\=\=\=
Hari telah pagi, Papi Jo sudah waktunya beraktivitas kembali. Hanif pun sudah menjemputnya.
__ADS_1
" Sayang...papi berangkat duluan ya ! Soalnya papi mau nengok om Combreng yang lagi sakit. Clara berangkat sama supir aja ya ! Papi janji hari Sabtu kita liburan ya ! Semoga penebus kesalahan papi sama kamu. " Ucap Jo sambil membawa sang anak dalam dekapan. Tak lupa dirinya memberikan kecupan di kedua pipi sang anak.
" Benar ya ? Papi janji ya ga bohong ! Awas kalau bohong. " Ancam Clara. Jo menganggukkan kepalanya, bahwa ucapannya benar dan akan dia tepati
Jo berpamitan pergi dan kini dia sedang dalam perjalanan ke rumah Combreng. Tak lupa dia mampir dulu membeli makanan untuk sahabatnya yang sedang sakit. Ya meskipun Hanif yang turun membelinya dan dia hanya di dalam mobil.
Kini Hanif melajukan kembali menuju rumah sahabat bosnya itu. Dan kini mereka telah sampai di depan rumah.
Tok...Tok...
" Breng, ini gw ! " Panggil Jo yang kini berada di luar pintu. Pintu pagar rumah Combreng tak di kunci hingga Jo mudah untuk masuk.
Combreng membuka pintu. Dia berjalan tertatih merasakan ************ nya yang terasa perih dan pusaka nya yang sering lumer.
" Gila bau banget tuh pej* ! Lumer terus ya tuh barang ? Berobat sana ke dokter ! Bahaya Lo kalau di diemin ! " Ujar Jo yang melihat sahabatnya berjalan dan mengeluarkan bau yang menyengat dari pusakanya.
Jo menduduki bokongnya di kursi. Sebenarnya dia merasa enek, meskipun dia sering mencium bau miliknya.
" Lagi Lo main sembarangan gitu si breng ? Meskipun Lo duda, berkelas lah jangan sembarang gitu. Bahaya juga tuh cewek. Jangan tuh cewek celap celup bukan sama Lo doank. Udah ga usah di lanjutin lagi lah ! Dan saran gw mending Lo cari yang masih perawan jangan janda bolong bekas pakai orang ! " Jo menasehati Combreng.
" Emang ada yang mau sama duda tuh perawan ? " Sahut Combreng. Berhubung sedang sakit dia tak mampu banyak bicara.
" Yaelah pesimis amat Lo jadi orang. Masih banyak janda-janda tua di luar sana, eh maksud gw perawan-perawan di luar sana . Tapi inget Lo harus pinter milihnya jangan terkecoh umur. Kan Lo tau sendiri bocah bau kencur aja zaman sekarang banyak yang udah jadi janda bolong. " Ujar Jo.
" Semangat bro. Di noveltoon aja banyak tuh duda menikahi perawan. Duda yang menikah yang usia nya lebih muda. Jadi Lo harus yakin meskipun wajah Lo pas-pasan ga seperti gw ! " Sungguh omongan terakhir Jo membuat Combreng memberikan tatapan tajam.
Dan akhirnya ucapan itu membuat Jo dan Hanif tertawa geli sedangkan Combreng sudah memandang mereka tajam, dan siap mengusir dua manusia itu keluar dari rumahnya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ππππ