Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Butuh waktu


__ADS_3

" Ma-maaf Tuan. Saat ini saya belum bisa menjawab. Saya butuh waktu berpikir. Karna ini adalah sebuah pilihan besar untuk kehidupan saya ke depannya ! Jujur saat ini saya sedang merasa bahagia karna bisa ketemu kembali dengan cinta pertama saya sewaktu saya di SMP. " Sahut Celine dan melepaskan genggaman tangan Jo dan berhenti melihat ke arah Jo.


" Baiklah...mungkin ini juga terlalu cepat untuk kita untuk menjalin hubungan ! Tapi boleh ya kasih kesempatan pada saya untuk membuktikannya pada kamu apa yang saya rasa ? " Ujar Jo memohon.


Celine kembali menengok ke arah Jo. Dan mengatakan dia akan mempersilahkan pada tuannya untuk berusaha membuktikan perasaan hatinya. Tapi Celine meminta tidak ada kiss dalam proses perkenalan. Dan kini wajah Jo blus memerah.


Jo kembali melajukan kembali mobilnya menuju rumahnya. Dia yakin dan akan terus berusaha untuk mendapatkan Celine.


" Dia kan jauh, pasti Celine bisa lupain dia ! Pokoknya gw harus Pepet si Celine terus biar dia bisa lupain cowoknya. " Ucap Jo menyeringai licik.


Kini mereka telah sampai di rumah.


" Lin, kamu siapin ya ! Kita makan bareng ! " Ucap Jo sambil mengerlingkan matanya. Dan Celine hanya mengangguk kepalanya dan turun.


" Yes di respon. Gw yakin sebentar lagi Celine bakal klepek-klepek sama gw ! Lupa deh sama si bocah ingusan itu. Duda di lawan. Sean sama Anthony aja bisa dapet perawan, masa Jonathan Anderson yang gantengnya di atas rata-rata di tolak sama Celine. " Ujar Jo yang kini sedang merasa jatuh cinta lagi macam anak Abege.


Setelah meletakkan Clara di kamarnya, Jo kembali ke luar hingga dirinya bertabrakan dengan Celine di depan kamar Clara saat Jo akan keluar Celine mau masuk. Hingga duo semangka menyentuh roti sobek milik Jo.


" Please, jangan lepasin dulu ! Sebentar aja, aku mohon ! " Ucap Jo lirih yang kini memeluk erat Celine. Tapi semua itu tak lama, karna Celine langsung mendorong tubuh Jo agar dirinya bisa terlepas dari pelukan Jo.


" Maaf, jika tuan benar-benar menginginkan saya Jangan pernah lakukan ini lagi ! Tolong buktikan pada saya, jika duda tak menakutkan ! Bukan hanya sekedar naf*su tapi mempunyai cinta yang tulus ! " Ucap Celine tegas membuat Jo tak mampu berkata-kata karna merasa tertampar dengan ucapan Celine.


Jo akhirnya meminta maaf dan pamit untuk mandi. Setelah selesai mandi dan kini sudah terlihat segar, Jo menuruni anak tangga menuju meja makan. Makanan sudah tersedia rapi di meja makan.

__ADS_1


" Ayo Lin kita makan dulu, selesai ini baru tidur ! Sini makan bareng aku ! " Ujar Jo.


Cie yang ngomongnya aku, kamu πŸ˜€πŸ˜„


Akhirnya malam ini mereka makan bersama. Celine menunduk fokus dengan makanannya, sedangkan Jo justru lebih banyak memperhatikan Celine.


" Kenapa gw baru sadar sekarang ya ? Benar kata mami, kalau Celine itu sempurna. Semua di miliki olehnya. Bodoh banget gw ga sadar dari dulu, menyia-nyiakan kesempatan sejak dulu. " Ucap Jo kagum.


Alhasil Celine selesai makan lebih dulu, karna dia fokus makan sedangkan Jo justru asyik melihat Celine makan.


Kalau udah jatuh cinta begini ya ? Lagi makan aja di lihatin terus ketakutan hilang. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ€£


Celine duduk di meja makan menemani Jo sampai selesai makan.


" Dua bulan lagi selesai tuan. Saya sih maunya lanjut, tapi nanti lihat uangnya dulu. Kalau cukup langsung lanjut, kalau belum paling sampai cukup dulu uangnya. " Sahut Celine.


Hati Jo merasa berbunga-bunga. Dia merasa senang. Ternyata membuka hati seperti ini, hidup lebih bahagia. Jadi ingin secepatnya dia nikah sama Celien. Mau makan ada yang menyiapkan, meskipun selama ini Celine pun selalu menyiapkan. Makan ada yang temani seperti sekarang. Tidur ada yang di peluk, kalau sekarang kan guling dan sebelum tidur bisa olahraga dulu yang bisa bikin cepat tidur pulas, kalau sekarang senam jari tangan.


" Terima kasih tuan. Tapi saya sudah janji dalam hati, kalau saya ingin membayar kuliah sendiri. Tidak mau merepotkan tuan dan nyonya Grace. " Sahut Celine dan akhirnya Jo tak bisa merayu lagi. Celine tak ingin terlalu memiliki hutang Budi terlalu banyak. Sekarang aja dia sudah merasa tak enak hati.


Dan akhirnya mereka mengakhiri obrolan malam ini. Mereka kembali ke kamar masing-masing. Celine langsung mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video Dengan Vino. Vino berencana untuk menyelidiki tentang apa yang dia pikirkan sejak tadi.


" Kamu belum tidur ? " Tanya Vino.

__ADS_1


" Belum. Kamu sendiri belum tidur ? " Sahut Celine.


Keduanya merasa bahagia karna bisa melihat wajah pasangan mereka. Bagi Vino, Celine semakin cantik dan Sexy benar-benar telah berubah.


" Kamu tidur sama siapa ? " Tanya Vino lagi.


" Sama anak asuh. Anak asuh aku ibu nya sudah meninggal. " Ucap Celine sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Clara yang tertidur pulas


" Duda donk ? Apa sekarang udah punya kekasih lagi ? " Tanya Vino semakin menyelidik.


Deg


Celine merasa tak enak jika harus berkata jujur kalau papi nya Clara menyukai dirinya dan bahkan berniat menikahi dirinya. Hingga akhirnya dia memilih berbohong kalau majikannya telah memiliki kekasih.


" Ternyata benar anak itu, anak asuhnya. Bukan anak Celine dengan pria itu. Tapi mengapa tadi mereka bermesraan ? Apa mereka pacaran ? Tapi dia bilang majikannya sudah punya pacar ? Aaahhh...bikin aku pusing. " Gumam Vino dalam hati.


" Ha...halo ? Kamu baik-baik aja kan ? Kok diam ? Panggil Celine pada Vino.


Sejak masuk kamar Jo merasa gelisah hingga dia berniat menguping Celine sedang apa di balik pintu. Dan akhirnya Jo harus merasakan sakit hati lagi, dia mendengar percakapan mesra Celine dengan Vino.


" Ternyata di belakang gw dia masih terus berkomunikasi dengan anak ingusan itu ? Tenangkan hati kamu Jo. Mereka ngobrol hanya lewat telepon, kamu bisa dekati Celine secara langsung. Justru kesempatan kamu lebih besar untuk merebut hati Celine dari cowok itu. " Ucap Jo yang mencoba menenangkan hatinya.


Dan akhirnya Jo masuk kembali ke kamarnya. Membuka pintu kamar yang terhubung dengan balkon agar bisa menghirup udara segar di malam hari untuk menenangkan pikirannya.

__ADS_1


" Aaahhh...jadi pusing begini sih. Semoga gw bisa cepat nyusul kalian semua mengubah status duda gw. Menjalani bahtera rumah tangga kembali bersama orang yang gw cintai sama seperti Lo semua. " Ucap Jo lirih. Dia merasa tak tenang. Biasanya dia menghubungi Combreng, sekarang ga bisa. Mungkin Combreng akan mengamuk jika Jo menelpon Combreng mengganggu olahraga ranjang dia dan istrinya. Jo merasa kesepian, tak ada lagi sahabat yang akan menemani dirinya di kala galau seperti ini. Mereka sudah sibuk dengan keluarga barunya. Istri barunya.


__ADS_2