Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Jodoh untuk Clara


__ADS_3

10 tahun kemudian


"Halo sayang, mami merindukan kamu sekali! Akhirnya mami bisa berkumpul lagi denganmu." ujar Mami Celine sambil memeluk tubuh anak tirinya. Clara baru saja lulus dari kuliahnya di Inggris. Dia memilih kuliah di sana, atas dasar permintaan dia sendiri.


"Clara juga merindukan mami." sahut Clara yang terus menghujani ciuman di wajah maminya. Meskipun Celine hanyalah seorang mami tiri, namun Clara sangat menyayangi Celine melebihi maminya kandungnya yang telah tiada. Clara sangat tahu jika cinta dan kasih sayang mami tirinya tulus.


Papi Jo terlihat cemburu seperti biasanya, karena Clara lebih dekat dengan Celine. Sejak Celine menjadi babysitter Clara, kasih sayang Clara tercurah ke Celine.


"Clara juga kangen kok sama papi. Papi itu pacar pertama Clara." sahut Clara yang kini memeluk sang papi.


"Ngomong-ngomong masalah pacar, anak papi sepertinya sudah memiliki pacar. Kapan kalian akan menikah?" cerocos papi Jo.


Clara tersipu malu-malu saat teringat kenangan indah bersama pacarnya. Ya Clara sudah memiliki pacar, pacarnya seorang dokter di salah satu rumah sakit di Inggris. Pertemuan mereka tidak sengaja. George namanya. Seorang duda tanpa anak. Usianya hanya terpaut 5 tahun dari Clara. Hanya statusnya saja yang berbeda. George bercerai dari istrinya setelah satu tahun menikah, karena sang istri berselingkuh dengan pria lain. Tentu saja George langsung menceraikan wanita itu, terlebih mereka menikah hanya karena sebuah perjodohan. George tidak mencintai Lilian.


"Tuh kan mi, bener anak kita sudah punya pacar. Makanya sewaktu aku tanya dia malah senyum-senyum. Ayo ceritakan sama papi, siapa pria beruntung yang berhasil mencuri hati kamu?" tanya papi Jo menyelidik. Dalam urusan jodoh anaknya dia akan sedikit selektif, dia ingin anaknya mendapatkan pendamping hidup yang baik.

__ADS_1


"Nanti ah ceritanya, Clara masih cape mau mandi dan beristirahat dulu!" ujar Clara dan sang mami menyetujuinya. Papi nya pun akhirnya menyetujuinya, meskipun hatinya merasa penasaran siapa pria yang sedang menjalin hubungan dengan anaknya.


Papi Jo dan mami Jo terlihat bahagia, karena Clara terlihat sangat ceria. Dia yakin jika Clara sedang merasa jatuh cinta. Papi Jo dan mami Celine tentu saja akan merestuinya, selama pria itu baik untuk sang anak. Mereka akan mendukung niat baik sang anak yang ingin segera menikah.


Kini Clara sudah berada di kamarnya, kamar yang selalu membuat dia merindukannya saat di sana. Kamar yang sempat dia tinggal selama 4 tahun lebih untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Saat ini dia telah lulus ujian dan hanya menunggu waktu wisuda. Sebenarnya George ingin ikut bersama Clara ke Indonesia, dia ingin langsung menemui kedua orang tua Clara tetapi Clara melarangnya. Dia ingin membicarakan dulu tentang hubungannya dengan George kepada orang tuanya.


"Apa papi dan mami akan merestui hubungan aku sama George kalau mereka tahu kalau George seorang duda?" gumam Clara.


Saat ini Clara sedang berendam di bathtub, merilekskan tubuhnya yang terasa pegal karena perjalanan menuju ke Indonesia. Dia harus berjam-jam duduk dan mengudara di awan.


Apapun yang terjadi, Clara akan membicarakan hal ini kepada kedua orang tuanya. Dia berharap kedua orang tuanya akan merestui hubungan mereka. Clara sudah jatuh hati kepada George. Padahal selama ini banyak pria yang usianya sama dengan Clara yang mendekatinya, tetapi George lah yang memenangkan hatinya.


"Selamat ya kak, akhirnya kakak sudah lulus. Gimana kak seru ga kuliah di sana? Aku penasaran banget pengen tahu. Kan sebentar lagi aku juga akan melanjutkan kuliah." ujar Cairo.


Tahun depan dia akan lulus SMA, dan rencananya dia akan melanjutkan kuliah di Inggris. Negara Inggris merupakan negara favorit untuk Cairo mengemban pendidikan di bangku kuliah.

__ADS_1


Setelah makan malam selesai, seperti biasanya mereka berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang. Ini adalah rutinitas yang biasa mereka lakukan sejak mereka kecil.


"Ayo donk cerita sama papi, siapa pria yang beruntung mendapatkan hati kamu!" rengek papi Jo seperti anak kecil yang meminta sesuatu.


"Tapi papi dan mami janji ya jangan marah! Please ini sudah menjadi pilihan Clara. Clara dan George sama-sama saling mencintai." ujar Clara sambil menatap ke arah kedua orang tuanya secara bergantian.


"Kenapa papi harus marah. Papi akan merestui hubungan kalian, kalau memang kamu sudah yakin bersamanya. Yang penting pria itu benar-benar mencintai kamu bukan berniat main-main!" sahut Papi Jo menanggapi omongan anaknya.


Clara mulai menceritakan tentang kehidupan percintaannya. Dia mengutarakan kalau saat ini dia sedang menjalin hubungan dengan seorang duda tanpa anak. Pria itu bernama George, berusia 28 tahun, dan bekerja sebagai seorang dokter di salah satu rumah sakit besar di negara Inggris. Mendengar penuturan sang anak membuat Papi Jo tersentak kaget dengan jodoh anaknya yang seorang duda. Membuat dirinya diam seribu bahasa, sedangkan Celine justru terkekeh.


"Papi kok ekspresinya begitu? Papi ga setuju ya?" tanya Clara. Wajahnya berubah sendu, dia merasa takut kalau sampai sang papi tak merestui hubungan mereka. Clara menatap wajah papi nya mencoba menyelisik. Dan akhirnya untuk mencairkan suasana, akhirnya Celine ikut merespon.


"Kalau bagi mami, mami ga masalah. Lagi pula status seorang duda tidak hina kok. Pasti mereka memiliki masa lalu yang tak baik. Justru mereka tak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua. Dia pasti akan menjalankan hubungan lebih baik lagi. Contohnya papi, justru kasih sayangnya tidak perlu di ragukan lagi. Belum tentu yang perjaka itu lebih baik. Kalau mami sih ok." sahut Celine.


"Sama halnya dengan mami, papi pun setuju yabg terpenting pria itu bertanggung jawab dan mencintai kamu dengan tulus. Papi dulu saat menikah dengan mami adalah seorang duda dan bahkan papi sudah memiliki kamu. Tetapi akhirnya cintalah yang menyatukan kami. Kami hidup bahagia meskipun usia dan status kami berbeda. Status duda bukan status yang hina, justru masa lalu yang menyakitkan membuat dirinya berusaha menjadi lebih baik lagi. Jadi, keputusannya papi ok." ungkap papi Jo. Tentu saja hal itu membuat Clara merasa bahagia dan langsung memeluk kedua orang tuanya secara bergantian, tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Papi Jo meminta George untuk datang melamar sang anak secepatnya. Dia tak ingin menunda-nunda sesuatu yang baik.


Jangan lupa berikan dukungan yaπŸ™πŸ˜„πŸ˜


__ADS_2