Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
What baju pink?


__ADS_3

"Aku ingin kita memakai baju pink saat acara tujuh bulanan! Aku ingin dekorasi semuanya berwarna pink!" ucap Celine membuat papi Jo melongo.


"What baju pink? Ga salah ngomong kamu? Bisa jatuh harga diri suami perkasa kamu ini. Bisa bahan hujatan publik aku. Seorang Jonathan Anderson di kira memiliki kepribadian ganda." sahut papi Jo. Permintaan istrinya kali ini benar-benar aneh.


"Mentang-mentang emansipasi wanita dan wanita selalu menjadi yang terdepan, sampai-sampai di dalam perut aja baby boy harus terkalahkan dengan baby girl." gumam Papi Jo dalam hati.


Papi Jo mencoba melakukan negosiasi dengan mami Celine, agar tak meminta dirinya memakai baju pink. Namun mami Celine menolak mentah-mentah. Ternyata negosiasi dengan istrinya hamilnya lebih sulit di bandingkan dengan negosiasi memenangkan tender.


"Ya udah kalau ga mau, mulai malam ini aku akan tidur di kamar Clara!" ancam mami Celine membuat kepala atas dan bawah papi Jo cenat cenut. Terlebih si Bray sudah berteriak minta olahraga.


"Gimana ini? Masa harus merasakan jadi duda lagi? Huhft kalau di posisi begini mending gw di suruh manjat duo semangka mami semalaman. Paling cuma encok sama geter aja tuh dengkul." ucap papi Jo dalam hati.


Papi Jo coba berpikir keras, apa yang sebaiknya dia lakukan. Papi Jo merasa tak rela jika dirinya harus menjadi duda kembali. Dan akhirnya otak liciknya memberi solusi, membuat dirinya tersenyum penuh arti.


"Dih...dasar orang ga jelas! Ya udah kalau ga mau! Aku mau pindahin beberapa baju aku dulu ke kamar Clara." sahut mami Celine karna melihat sikap aneh suaminya yang senyum sendiri.


"Kata siapa ga mau? Kalau tentang kesejahteraan si Bray, pasti aku prioritaskan! Baiklah aku akan mewujudkan keinginan kamu, tapi dengan syarat setiap hari kamu harus manjain aku sama si Bray? Gimana? Sekarang aku minta DP nya dulu, nanti malam baru cicilannya!" sahut papi Jo sambil mengerlingkan matanya. Membuat mami Celine memutar bola matanya malas. Tetap aja kalau begini, suaminya lah yang menang banyak.


"DP? Cicilan? Udah kaya beli mobil aja sih." gerutu mami Celine.


Dan akhirnya mami Celine menuruti keinginan papi Jo, tentu saja hal ini membuat papi Jo bersorak gembira. Karna dirinya tak akan menjadi duda. Lagi pula ga apalah dia pakai baju pink, orang juga sudah tau betapa perkasanya dia di ranjang.


Perlu ya Pi orang tau?πŸ€£πŸ˜πŸ˜ƒ

__ADS_1


Papi Jo langsung menggendong mami Celine dan meletakkannya di ranjang. Mami Celine hanya bisa pasrah membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Dan papi Jo pun kini sudah sama-sama polos.


Papi Jo langsung meraup bibir sexy istrinya yang selalu menjadi candu untuk dirinya. Dan kini lidah mereka sudah membelit satu sama lain. Setelah puas bermain dengan bibir sang istri, lidahnya kini turun bermain di leher sang istri. Tak lupa memberikan tanda kepemilikan.


"Aaahhh..." desau Celine saat lidah sang suami sudah bermain di semangka miliknya. Papi Jo menarik dan mengarahkan tangan mami Celine untuk memegang si Bray. Sengatan listrik menjulur si seluruh tubuh hingga tanpa sadar mami Celine begitu bersemangat memainkan pisang tanduk milik suaminya membuat papi Jo tak kuasa menahannya.


"Aaaahhh...sayang..Enak." racau papi Jo. Dan kini mulut sang suami sudah bermain di lubang kenikmatan miliknya.


"Enak...sayang!" saking merasa enaknya, mami Celine semakin membenamkan kepala sang suami agar semakin dalam memainkannya.


"Sayang aku mulai ya!" ucap papi Jo dengan nafas yang tersengal-sengal. Papi Jo langsung membuka kedua pangkal paha sang istri dan mensejajarkan Bray dengan lubang kenikmatan milik sang istri.


Papi Jo terus memompa, menaik turunkan pinggulnya membuat rasa nikmat yang tiada tara. Keduanya sudah terlihat dengan naf*su yang membara. Celine mengalami pelepasan lebih dulu. Dan tentu saja membuat Papi Jo semakin mempercepat karna milik sang istri seperti menggigit pisang tanduknya membuat rasa nikmat yang luar biasa hingga akhirnya papi Jo mengalami pelepasan. Papi Jo langsung memberikan kecupan di kening sang istri. Dan kini keduanya sedang mengatur nafas.


"Ingat ini baru Dp!" bisik papi Jo.


Segala persiapan telah di lakukan. Dan hal itu sesuai permintaan sang istri. Papi Jo tak akan peduli dengan omongan orang nanti, dia lebih memilih mengikuti keinginan sang istri agar sang istri merasa bahagia. Jika sang istri bahagia, dirinya pun pasti akan bahagia.


"So sweet banget yang kamu! Coba rambutnya di kuncir atau pakai jepitan, pasti tambah unyu-unyu." goda Celine saat melihat sang suami memakai baju warna pink.


"Udah donk jangan aneh-aneh. Suami kamu itu cowok masa di pakaikan kunciran atau jepitan sih. Lebih baik sana kamu dandanin Clara!" sahut Papi Jo.


Acara akan segera di mulai. Para tamu undangan sudah mulai berdatangan ke kediaman Jonathan. Benar saja yang di pikirkan papi Jo, penampilan dirinya kini membuat tamu undangan menahan tawanya dalam hati. Terlebih para karyawan di perusahaannya yang sangat mengenal sosok Jonathan Anderson.

__ADS_1


"Wuidih... unyu-unyu banget sahabat gw hari ini! Hai...boleh kenalan ga?" goda Combreng saat dirinya baru datang.


"Bisa diem ga mulut Lo! Gw sumpel nanti mulut Lo sama bh nenek-nenek Lo!" sungut Papi Jo.


"Galak banget pak. Semalam ga dapet ya pak? Bawaannya ngegas aja, mau menerkam." sindir Combreng. Emang dasar teman ga berakhlak, seneng banget kalau lihat teman kesusahan. Puas banget bisa di jadiin bahan Bullyan.


"Justru gw begini, karna biar dapet jatah terus tiap malam combro. Tar kalau Mila hamil dan ngidam, tau rasa Lo! Gw bakal ngetawain Lo tujuh hari tujuh malam." sahut Papi Jo. Dan hasilnya Combreng justru malah tertawa terbahak-bahak.


Acara di mulai, acara di laksanakan secara khidmat. Serangkaian acara Celine dan papi Jo jalankan. Meskipun hanya sekedar tradisi saja. Dan tak terasa setelah dua jam acara berlangsung, kini para tamu undangan satu persatu berangsur pulang.


"Mami baru ngeh lihat kamu, kamu kenapa Jo? Semalam mimpi apa kamu? Kenapa jadi begini? Kamu sehat kan Jo?" ucap Mami Grace membuat papi Jo merasa geram.


"Sehatlah mi, emang mami kira Jo ga waras. Ini kan sebagai bukti perwujudan cinta Jo dengan Celine." sahut Papi Jo.


Tak lupa mereka mengabadikannya acara ini dengan foto bersama. Terlihat kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya dan juga Mami Grace dan Clara. Mami Grace merasa bangga saat memperkenalkan menantunya kepada teman-teman dekatnya. Terlebih sebentar lagi dirinya akan mempunyai dua cucu sekaligus.


Author ucapkan mohon maaf karna up nya tersendat. Karna sedang fokus menyelesaikan yang karya es cream. Insyaallah mulai awal bulan mulai aktif kembali.


Jangan lupa dukungannya ya kakak, agar author terus semangat menulis. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung karya ini.


Like


Comment

__ADS_1


Vote


Hadiah πŸŒ·β˜•


__ADS_2