
Papi Jo mulai melancarkan aksinya, menggosok punggung sang istri dengan lembut membuat sang istri terhanyut. Tapi lama kelamaan sentuhan itu merayap ke depan tanpa mami Celine sadari, kini tangan suaminya sudah meremas duo semangka milik istrinya. Hal itu tentu saja membuat mami Celine terperanjat kaget.
"Emang sudah punya suami mesum, bawaannya on terus! Modus banget sih kamu yank! Udah ah aku mau mandi beneran! Udah dingin banget ini, aku kedinginan karna terlalu lama mandi." gerutu mami Celine.
Akhirnya papi Jo ikut bangkit menghampiri sang istri yang sedang berada di bawah guyuran shower. Kini mereka berdua sama-sama sedang membilas tubuhnya secara bergantian.
Papi Jo juga memberikan perhatian dengan membantu sang istri mengeringkannya tubuhnya dengan handuk. Setelah kering, papi Jo langsung menggendong tubuh sang istri dan meletakkan ke ranjang.
"Aish...aku ini bingung sama kamu, mengapa tak pernah merasa puas sih? Emang paling susah punya suami mesum. Bawaannya hor*ni terus! Padahal udah mau 40 tahun tapi masih hot terus." gerutu mami Celine.
"Sapa suruh nikah sama duda? Kelamaan mesin nganggur pengennya ngegas terus. Jujur, aku tuh ga pernah bermain dengan wanita mana pun. Aku lebih suka menuntaskan sendiri." ujar papi Jo membuat mami Celine mengerutkan keningnya karna merasa bingung maksud dari menuntaskan sendiri.
"Caranya? Kok bisa?" tanya mami Celine menyelidik. Namun papi Jo memilih untuk menutupinya. Karna dia merasa malu harus menceritakan apa yang biasa dia lakukan.
"Ini urusan cowok! Cewek ga perlu tau!" sahut papi Jo.
Dan akhirnya pergulatan kali ini gagal karna keasyikan mengobrol dan keburu di ketok satpol PP.
Mami Celine dan papi Jo langsung cepat-cepat memakai pakaiannya. Dan langsung membuka pintu kamarnya agar Clara bisa masuk.
"Papi sama mami kerjaannya di kamar terus. Ini kembar kasihan mau ne*nen sama mami! " ujar Clara.
__ADS_1
Papi Jo langsung menggendong Cairo untuk menenangkan sang anak yang sedang menangis. Namun melihat sang papi dekat dengan Cairo, Clare menjadi cemburu. Akhirnya dia pun ikut menangis. Hingga akhirnya Cairo di berikan kepada Celine.
"Cup...cup...cup anak papi yang posesif. Sudah ya nangisnya! Takut papi di ambil Cairo ya papinya?" ujar Papi Jo mencoba menenangkan Clare.
Papi Jo langsung mengajak sang anak untuk bermain di tempat tidur. Tentu saja hal itu membuat kembar dan Clara merasa senang. Tawa riang hadir di dalam kebersamaan mereka. Mami Celine dan Papi Jo selalu berusaha menjadi orang tua yang baik untuk ketiga buah hatinya. Hingga mereka bertiga ga pernah merasa kekurangan kasih dan sayang
"Mau ke mana? Sini mainnya sama kakak Clara sama papi mami." ujar Papi Jo yang melihat Cairo dan Clare yang turun dari ranjang dan duduk di.bawah sambil tertawa.
Papi Jo langsung mengangkat Clare dan mami Celine mengangkat Cairo. Banyak yang bilang mengurus bayi kembar itu tentu saja tak mudah, hal itu di akui oleh mami Celine dan papi Jo tapi mereka sangat menikmati perannya sebagai orang tua dari ketiga anaknya.
Di saat Clara keluar kamar dan menyisakan kembar, Celine baru bisa membalas ucapan suami mesumnya itu.
"Takut ga di aku kali, kalau aku maminya. Bukannya terbalik? Kalau anak mirip emaknya berarti papinya yang nyosor terus, tergila-gila sama maminya." sahut mami Celine tak mau kalah membuat papi Jo terkekeh melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.
❤️❤️❤️
Meninggalkan pasangan papi Jo dan mami Celine, sama halnya yang di lakukan Vino. Semenjak Vino mulai mencintai Miranda, dia tak pernah bisa menahan perasaannya untuk bercinta. Seperti malam ini.
"Sayang...sudah! Aku lelah! Aku ingin istirahat!" ucap Miranda lesu. Sudah dua ronde mereka melakukan, namun sang suami masih saja meminta satu kali lagi. Semenjak hamil, tubuh Miranda lebih sering merasa lelah.
__ADS_1
Paling susah emang jika harus menghadapi suami mesum. Bawaannya ranjang terus. Meskipun Miranda sudah mengeluh lelah, tapi Vino masih ingin meneruskan. Hingga akhirnya dia mengalah, terjadi kembali pergulatan. Terlebih tangan sang suami sudah mengobrak-abrik miliknya hingga Miranda akhirnya terhanyut kembali dengan permainan sang suami. Vino sudah banyak meninggalkan bekas kepemilikan di leher dan area dekat bukit kembarnya. Bagi Vino, selama hamil tubuh sang istri semakin seksi karna semakin padat berisi.
"Aaahhh...sayang..." desau Miranda saat jari tangan sang suami terus memainkan miliknya.. Mengobrak-abrik miliknya.
"Aku ingin kamu yang mimpin!" ujar Vino, dan akhirnya Miranda bangkit dan memimpin permainan.
Miranda langsung memasukkan milik suaminya ke miliknya, kemudian langsung memompanya. Menaik turunkan pinggulnya. Miranda terlihat lincah.
"Faster baby!" racau Vino, dirinya sudah merasakan sangat nikmat. Istrinya memang luar biasa, sangat tahu apa yang di inginkan suaminya itu. Bahkan kini Vino sudah tergila-gila dengan sang istri dan benar-benar sudah melupakan masa lalunya. Obsesinya telah hilang kepada mantan kekasihnya. Dia lebih memilih menjalankan kehidupan nyata di banding masa lalu yang menyakitkan.
"Aaaahh...sayang..." racau Vino saat mengalami pelepasan. Miranda tersenyum puas karna membuat sang suami merasa puas dengan permainannya. Hingga akhirnya Miranda pun ambruk di atas tubuh Vino. Miranda mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah. Tidur di sebelah suaminya. Vino membawa sang istri dalam pelukannya.
"Terima kasih untuk segalanya, terima kasih sudah memuaskan ku! Kamu memang istriku yang luar biasa!" ucap Vino sambil menghadiahkan kecupan di kening sang istri. Mendapatkan perlakuan manis seperti itu dari suaminya, tentu saja hal itu membuat Miranda merasa bahagia karna sang suami benar-benar sudah mencintainya.
Hingga akhirnya kini mereka tertidur pulas. Sama hal nya dengan Vino dan Miranda, papi Jo dan mami Celine sedang tertidur pulas. Untungnya kembar tidak pernah rewel jika malam, dia terbangun hanya karna merasa haus ingin minum asi selain itu tak ada yang dia lakukan. Setelah kenyang, mereka tertidur pulas kembali.
❤️❤️❤️
Matahari sudah bersinar terang, Vino mengerjapkan matanya lebih dulu di banding istri nya. Vino menengok ke arah sang istri yang masih memejamkan matanya, dan matanya kini beralih pada perut istrinya yang sudah mulai terlihat buncit. Senyuman terbit dari bibirnya. Dia tak menyangka jika hidupnya kini merasa bahagia dan hampir sempurna. Hanya menunggu saat buah hatinya terlahir ke dunia.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😍😄😁🙏
__ADS_1