Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Makan malam yang tertunda


__ADS_3

" Tuan, siang ini anda harus ke cabang Yogyakarta dan kemudian akan berlanjut ke Surabaya ! Karna ada masalah besar di kantor cabang sana ! " Ujar Hanif memberitahu hal ini pada bosnya.


" Memangnya saya harus turun langsung ? Apa orang kepercayaan kita di masing-masing cabang tidak bisa menyelesaikan masalah ini ? " Sahut Jo menatap intens ke arah Hanif.


" Maaf Tuan untuk kasus di Yogyakarta, justru orang kepercayaan kita yang membuat masalah. Dirinya terdeteksi melakukan penyalahgunaan uang. Dan yang di kantor cabang Surabaya saat ini masih di atasi orang kepercayaan kita, Tuan Seinse sedang melakukan penyelidikan. Jika dirinya tak mampu menyelesaikan, anda terpaksa harus turun tangan ! " Ungkap Hanif membuat Jo tersentak kaget mendengarnya. Awalnya semua cabang berjalan baik-baik saja, Jo sudah menyediakan orang kepercayaan di setiap cabang. Jo tak menyangka jika ternyata orang kepercayaannya lah yang melakukan tindakan yang bisa merugikan perusahaan.


" Baiklah siapkan tiket pesawat untuk jam 12.00 siang untuk terbang ke Yogyakarta. Kemungkinan kita pergi selama tiga hari ! Dua hari di Yogyakarta dan 1 hari si Surabaya. Tapi jika cabang Surabaya sudah bisa teratasi, kita bisa langsung pulang ! Lebih baik sekarang kamu pulang, siapkan keperluan kamu untuk pergi ke sana dan sekalian ambil barang-barang yang saya butuhkan. Saya akan menyuruh Bi Midah untuk menyiapkan semuanya ! " Ujar Jo dan Hanif mengangguk mengerti.


Hanif tak menunggu waktu lama, dia langsung pergi menyiapkan semuanya meninggalkan Jo seorang diri.


Jo meraih ponselnya untuk menghubungi Bi Midah untuk menyiapkan keperluannya.


" Halo bi. Tolong segera siapkan keperluan saya ! Tolong bawa kan saya pakaian kerja lengkap untuk tiga hari dan pakaian santai untuk tiga hari. Hanif akan ke sana mengambilnya ! " Titah Jo dan Bi Midah langsung menyiapkan keperluan Tuannya.


Setelah menghubungi Bi Midah, Jo langsung menghubungi ponsel Clara. Dia ingin memberi tahu kepada Celine bahwa dirinya harus berangkat ke luar kota siang ini. Karna jika Clara sekolah pasti ponsel Clara di pegang Celine.


" Halo..." Ucap Celine. Mendengar Celine menyapa. Jantung Jo langsung berdegup kencang ada getaran hebat di dalam dirinya.


" Ha-halo Celine ya ? Tolong sampaikan ke Clara jika siang ini saya harus terbang ke Yogyakarta dan Surabaya, dan tolong sampaikan padanya kalau saya ke sana karna harus mengurus kantor cabang yang di sana karna sedang dalam masalah. Tolong beri pengertian padanya ! Saya titip Clara sama kamu ! " Ujar Jo yang awalnya merasa gugup bicara dengan Celine.


" Baik Tuan. Nanti saya akan sampaikan kepada Clara. Oh ya maaf tuan berarti hari ini, untuk acara makan malam nya di batalkan ya ? " Sahut Celine. Berbeda sama Jo, Celine justru bersikap biasa aja bicara dengan Jo.


Mendengar pertanyaan Celine, Jo baru teringat jika dirinya memiliki janji makan malam hari ini dengan Sean dan istrinya.


" Untuk sementara di tunda dulu, sampai saya kembali ! Doakan saja semoga urusan saya cepat selesai dan saya bisa segera kembali ke Jakarta ! " Ujar Jo.


Cie...yang minta doa sama Celine. Tunggu babang Jo yang Celine. πŸ˜ƒπŸ˜€πŸ€£πŸ˜„

__ADS_1


Pembicaraan dengan Celine telah selesai, Jo langsung menghubungi Sean untuk meminta maaf karna acara makan malam hari ini terpaksa harus di tunda. Karna Jo tiba-tiba harus berangkat ke Yogyakarta.


" Halo...Sean. " Sapa Jo di panggilan telepon.


" Ya, Jo ada apa kamu menghubungi aku ? " Sahut Sean.


Jo menjelaskan pada Sean bahwa dirinya memiliki masalah di kantor cabangnya di Yogyakarta dan juga Surabaya. Jo juga menjelaskan permasalahan yang ada. Hingga akhirnya dia terpaksa harus mengutamakan pergi ke sana dan menunda acara makan malam dengan Sean dan istrinya.


" Ya udah Jo, santai saja ! Lebih baik kamu urus saja dulu masalah cabang kamu ! Itu hal yang sangat penting dari pada sekedar makan malam dengan Aku. Semoga masalah kamu cepat selesai ! Tetap semangat ! " Sean memberi semangat pada Jo, terlebih dirinya sama-sama seorang CEO.


" Baiklah...nanti aku kabari lagi ya ! Jika masalah aku sudah selesai, aku pasti langsung kembali dan merealisasikan meet up kita ! " Sahut Jo mengakhiri panggilan dengan sahabatnya itu.


Kini hati Jo merasa sedikit tenang karna sudah memberi tahu kepergiannya kepada Clara dan juga Sean.


" Siska tolong ke ruangan saya sekarang ! " Titah Jo di panggilan telepon.


Siska masuk ke dalam ruangan bosnya dengan percaya diri, dia berharap kalau bos nya itu akan mengutarakan perasaannya padanya.


Jeder


Ternyata mimpi Siska tak menjadi kenyataan. Jo memanggil dirinya karna ingin memberitahu tentang kepergiannya bersama Hanif dan meminta Siska untuk mengurus di sini dan jika memang ada hal penting dirinya di suruh menghubungi Hanif. Karna memang Jo tak pernah memberikan nomor ponselnya ke sembarang orang termasuk Siska sang sekretaris. Semua harus lewat Hanif sang asisten.


Lagi-lagi Siska harus meratapi nasibnya. Jika bosnya itu belum juga mengungkapkan perasaannya, karna memang Jo tak pernah menyukai Siska.


" Semua sudah siap Tuan, kita bisa berangkat sekarang ! " Ujar Hanif yang sudah datang.


" Baiklah...kita berangkat sekarang ! Nanti kita makan siang di bandara aja ! " Ujar Jo.

__ADS_1


Kini Hanif dan Jo sedang dalam perjalanan. Mereka di Anter oleh supir kantor. Mobil Jo dan Hanif di titipkan di kantor.


Jam menunjukkan pukul 10.30 saat Jo dan Hanif sampai di bandara. Masih ada waktu 30 menit untuk makan.


" Parkirkan saja dulu mobilnya ! Pak Susilo ikut turun saja, kita makan siang dulu ! " Ajak Jo. Dia memang mempunyai sifat dermawan dan tak sombong kepada orang yang tulus mengabdi pada dirinya. Bahkan Jo selalu membantu untuk biaya sekolah anaknya Pak Susilo. Pak Susilo mengabdi pada Perusahaan Anderson sejak papi nya yang masih memegang. Sudah hampir 15 tahun pak Susilo mengabdi pada keluarga Anderson.


Makan siang telah selesai, Jo bersiap-siap untuk boarding pass.


" Pak Susilo boleh pulang, saya titip kendaraan saya dan Hanif di kantor ya ! Ini kunci mobil kami ! " Ucap Jo sambil dua buah kunci mobil kepada pak Susilo.


" Baiklah Tuan..Kalau begitu saya permisi dulu ! Semoga urusan di sana cepat terselesaikan ! " Sahut Pak Susilo.


" Terima kasih. " Ujar Jo.


Kini Jo dan Hanif sudah berada dalam pesawat. Dan dalam waktu 1 1/2 jam mereka telah sampai di kota Yogyakarta. Mereka langsung di jemput supir kantor di sana dan langsung menuju kantor cabang berada di sana.


Mampir yuk ke karya author lainnya.



Mampir juga di karya teman emak di jamin memacu adrenalin, cerita nya sangat menarik.


" Gelora cinta yang sama "


Karya : Aisy Arbia


__ADS_1


__ADS_2