
"Yang, aku ini repot harus mandiin Cairo dan Clare! Minggir donk kamu!" gerutu Celine kepada sang suami yang masih saja melingkarkan tangannya di pinggang istrinya dan menyandarkan dagunya di pundak sang istri.
Semenjak kehadiran Cairo dan Clare, mami Celine semakin sibuk. Perhatian kepada papi Jo semakin berkurang. Terlebih kembar hanya mau minum asi saja tak mau di campur susu formula, tentu saja membuat mami Celine keteteran harus mengurus dua bayi sekaligus.
❤️❤️❤️
Papi Jo baru saja pulang dari kantor dan langsung mandi, sedang mami Celine terlihat sedang mempumping ASI-nya untuk di masukkan ke dalam freezer sebagai stock jika dirinya pergi ke luar atau sibuk dengan urusan lain. Papi Jo sudah menyiapkan dua baby sister untuk kedua anaknya, agar sang istri bisa beristirahat. Dia merasa kasihan jika sang istri yang harus mengurus kedua bayinya sendiri. Meskipun demikian mami Celine tetap ingin mengurus anaknya sendiri, tugas baby sister sang anak hanya untuk membantunya.
Kini dirinya baru saja selesai mandi dan keluar hanya melilitkan handuknya di pinggang, membuat mami Celine menelan Saliva berkali-kali. Dia sudah sangat merindukan kebersamaan dengan suaminya. Jantung mami Celine langsung berdegup kencang saat sang suami mendekati dirinya. Mendekati kedua buah hatinya yang berada di ranjang.
"Anak papi tambah menggemaskan sekarang, susu mami cocok ya? Enak kan? Papi aja doyan." ujar papi Jo nyeleneh dan akhirnya langsung mendapatkan cubitan di perutnya. Namun bukannya merasa kapok, dirinya justru langsung memeluk mami Celine.
Mami Celine mencoba merenggangkan pelukan suaminya, dia tak ingin jika suaminya mengetahui kalau dirinya sedang berusaha keras untuk menahan hasratnya. Meskipun dirinya sudah selesai nifas, tapi dirinya masih merasa takut untuk bercinta dengan suaminya.
__ADS_1
"Yang, masih belum selesai? Aku udah ke pengen." bisik papi Jo di telinga mami Celine, membuat aliran darah mami Celine berdesir hebat. Merasakan hembusan nafas suaminya.
Mami Celine langsung mengatakan jika dirinya telah selesai, namun dia masih merasa takut untuk bercinta. Tentu saja hal itu membuat papi Jo merasa galau, karna sudah hampir tiga bulan dirinya puasa dan sekarang dirinya masih harus berpuasa lagi. Papi Jo mencoba merayu agar sang istri membantu menuntaskan hasratnya dengan cara lain. Tapi Celine menolaknya.
" Udah ah, aku mau istirahat dulu! Mumpung kembar lagi bobo." ujar Celine yang langsung naik ke ranjang untuk beristirahat. Dan akhirnya mau tak mau dirinya terpaksa menuntaskannya sendiri di kamar mandi.
"Nasib...nasib. Kemarin kepengen punya anak agar bisa mengikat dia ga pergi sama yang lain, sekarang di kasih anak langsung dapat bonus. Gini deh hasilnya harus ngeluarin sendiri. Sorry Bray Lo harus membuang racun Lo ke closet dulu! Kalau menderita begini, si mami biar KB dulu deh. Tar yang ada Lo karatan Bray, karna ke banyakan nganggur." ujar papi Jo sambil memainkan si Bray agar segera memuntahkan racunnya.
❤️❤️❤️
"Mereka berdua kenapa ya sentimen banget sama papi sendiri? Heran dari dalam kandungan, seneng banget ngerjain papinya." gerutu papi Jo. Dan dari pada di bikin pusing atas bawah, papi Jo akhirnya memilih menemui sahabat gesreknya yaitu Combreng.
Malam ini mereka janjian akan bertemu di cafe tempat biasa. Sebelum pergi, papi Jo tetap pamit kepada sang istri. Awalnya Celine menolaknya, karna dia berpikir bahwa sang suami merasa kesal dengannya dan mencari pelampiasan di luar rumah.
Papi Jo mencoba menjelaskan kepada sang istri, maksud dari kepergiannya. Hanya untuk melepas rasa suntuk. Dia butuh menenangkan dirinya. Dan kini Papi Jo sudah sampai di cafe bertemu dengan sang sahabat gesreknya.
__ADS_1
"Kenapa Lo? Bukannya main sama anak, malah justru ngajak gw ketemuan." celoteh Combreng membuka obrolan.
"Lagi stres gw breng, heran gw sama kembar seneng banget ngerjain papinya. Ga dalam kandungan aja, udah lahir aja masih aja bikin gw pusing kepala atas bawah." gerutu papi Jo dan seperti biasa langsung di tertawakan sahabatnya. Membuat papi Jo tambah bete.
"Emang si Celine udah bisa main kuda-kudaan? Soalnya yang gw tau, kalau lahiran sesar itu lebih lama penyembuhannya. Lo harus lebih hati-hati biar ga robek lagi tuh bekas jahitan!" ujar Combreng mengingatkan, padahal dia belum pengalaman hanya mendengar dari teman-temannya saja.
"Makanya Lo syukuri aja sekarang, mungkin Tuhan masih nyuruh Lo sama Mila menikmati kebersamaan. Nanti kalau udah punya anak gw, rempong. Yang ada Otong Lo nganggur kaya gw!" ucap papi Jo membuat Combreng tersenyum melihat sikap sahabatnya yang terkalahkan oleh anak.
Combreng menepuk pundak papi Jo, mencoba memberi semangat sahabatnya. Bukankah ini keputusan yang dia terima, dulu saat Celine menolak untuk segera memiliki anak, dia terus memaksa. Melanggar permintaan Celine yang meminta untuk menunda kehamilan. Dengan alasan ingin menikmati kebersamaan. Karna mereka menikah secara terpaksa, belum ada cinta dari Celine di awal pernikahan. Celine juga masih ingin menikmati hidupnya, bisa berkuliah dan mengurus Clara. Jika seperti ini, kasih sayang dan perhatiannya menjadi terbagi. Tapi sekarang kembar sudah lahir, dan mau tak mau Papi Jo harus menerima dan tidak bersikap egois mementingkan dirinya sendiri. Melihat juga dari segi istrinya dan juga anaknya.
Papi Jo terus menyimak omongan Combreng, hingga akhirnya dia menyadari. Jika dirinya menikmati perannya sebagai papi dari ketiga anaknya, pasti dia ga akan galau seperti ini. Setelah puas mengobrol dan merefresh otak, papi Jo memilih untuk pulang. Kini papi Jo sudah berada di kamar. Dia melihat sang istri yang sudah tidur terlelap. Kembar pun tidur sangat nyenyak.
Setelah membersihkan tubuhnya, papi Jo langsung mendekati kedua buah hatinya untuk meminta maaf karna sempat tak menerima kenyataan dengan kelahiran mereka. Dia tak peduli jika dirinya merasa terkalahkan oleh sang anak.
"Sayang...maafkan aku ya! Seharusnya aku lebih mengerti keadaan kamu sekarang, waktu kamu harus terbagi dengan kembar. Aku janji mulai sekarang akan lebih mengerti kamu! Bukankah hal ini aku yang inginkan dulu, lantas mengapa aku seakan menolaknya?" ucap Papi Jo lirih dalam hati. Dan akhirnya papi Jo memilih untuk naik ke ranjang menyusul sang istri yang sudah tidur lebih dulu.
__ADS_1
Hai-hai-hai sudah hari Senin lagi ni, waktunya kasih vote yuk buat mendukung karya ini. Author ucapkan terima kasih untuk semua yang telah mendukung karya ini.😄😁😘