Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Berita bahagia


__ADS_3

Uwek...uwek...


"Kenapa perut aku terasa mual dan kepala ku terasa pusing? Apa aku salah makan ya? Perasaan ga makan yang aneh-aneh deh?" Emeli bermonolog sendiri dengan hatinya.


"Apa karna mencium bau bawang putih? Aneh biasanya ga seperti ini?" Emeli bermonolog lagi.


Sudah tiga kali dirinya memuntahkan isi perutnya, sampai-sampai tubuhnya terasa lemas dan wajahnya terlihat pucat. Dirinya memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa. Lama kelamaan Emeli tertidur kembali, padahal niat hati dia bangun pagi karna ingin membuatkan nasi goreng untuk sang suami.


Hanif yang baru saja membuka matanya, mencari keberadaan sang istrinya. Dan dirinya merasa kaget saat keluar kamar dan melihat sang istri tertidur di sofa.


"Sayang...kamu kenapa? Kok tidur di sini?" ucap Hanif lembut. Sentuhan lembut tangan suaminya membuat Emeli terbangun dari tidurnya.


"Emmm...maaf aku ketiduran lagi. Niatnya aku tadi bangun pagi ingin masak nasi goreng untuk kamu. Tapi ternyata perutku terasa mual, aku sudah tiga kali muntah dan kepala aku juga terasa pusing." ungkap Emeli.


"Apa kamu masuk angin sayang? Setelah menikah kamu kan selalu tidur telanjang." ujar Hanif dengan tidak berdosa.


Emeli langsung menyalakan sang suami yang selalu menyuruh dia tertidur dalam keadaan polos agar memudahkan sang suami bermain-main. Alhasil hari ini dia masuk angin.


"Iya maaf deh! Kita ke dokter yuk! Biar di periksa lebih detail! Aku izin sama bos aku dulu hari ini." ujar Hanif. Namun Emeli sempat menolaknya, karna dia yakin hanya sakit biasa dan tak perlu ke dokter.


"Ya udah terserah kamu deh. Tapi aku tetap izin sama bos aku, aku ga tega meninggalkan kamu dengan kondisi seperti ini." sahut Hanif. Memang suaminya ini sangat pengertian dan perhatian kepadanya.


Akhirnya Hanif menghubungi sang bos untuk meminta izin dan memberitahukan kondisi istrinya saat ini.

__ADS_1


"Han, apa istri kamu sedang hamil? Ciri-ciri yang kamu ucapkan tadi mengarah ke sana. Coba kamu beli testpack atau kamu bawa ke poli obgyn!" ujar bos Jo.


Mendengar ucapan bosnya, Hanif jadi terpikir jika sang istri belum kedatangan tamu bulanan. Setiap hari dia tak pernah absen untuk membuat baby.


"Bos aku sudah mengizinkan aku untuk libur hari ini, aku ingin membawa kamu berobat. Sekarang kamu istirahat ya! Aku mau mandi terus keluar dulu sebentar beli makanan. Aku ga mau kamu masak! Ingat ga usaha kerja apa-apa dulu!" ujar Hanif dengan posesifnya dan Emeli hanya menganggukkan kepalanya. Karna dia pun merasa tak sanggup hanya sekedar bangun.


Hanif bergegas untuk mandi dan pergi keluar apartemen untuk membeli testpack dan sarapan untuk mereka. Dia juga menghubungi rumah sakit untuk mengetahui jadwal praktek dokter kandungan di rumah sakit yang lokasinya tak terlalu jauh dari apartemennya.


❤️❤️❤️


"Untungnya sekarang ada kamu yang menemani aku di kantor. Jadi aku tak merasa kesepian, jika Hanif tak masuk seperti hari ini." ujar Papi Jo.


"Loch memangnya Hanif kenapa ga masuk? Dia sakit?" tanya Celine sambil memainkan ponselnya.


"Semoga ya. Aku ikut bahagia mendengarnya. Biar melengkapi kebahagiaan mereka. Kan kamu sudah janji untuk menunda kehamilan aku, kamu sudah janji untuk membuangnya di luar. Memberi kebebasan untuk aku bekerja dulu." sahut Celine dan papi Jo hanya bisa mengiyakan keinginan istrinya.


Hanif baru saja sampai dari apotik untuk membeli testpack dan membeli sarapan untuk mereka berdua. Dirinya berharap jika apa yang dikatakan bos nya benar, dia sudah berharap agar segera mendapatkan keturunan meskipun mereka baru menikah dua bulan.


"Sayang...ayo bangun dulu! Makan dulu!" Hanif mencoba membangunkan sang istri yang sedang tertidur. Mendengar sang suami memanggilnya, Emeli membuka matanya secara perlahan. Dan berusaha untuk duduk.


Hanif sudah menyiapkan satu piring nasi berisi soto ayam. Dia berniat menyuapi sang istri. Namun baru dua sendok memasukkan makanan ke mulut, Emeli sudah merasa mual dan muntah kembali. Membuat Hanif merasa semakin tak tega melihatnya.


Hanif memapah sang istri untuk duduk kembali ke sofa dan memberikan air putih hangat untuk menghangatkan tubuh istrinya.

__ADS_1


"Tadi aku membeli ini di apotik. Sesuai anjuran bos aku, untuk memastikan kamu hamil atau tidak! Dia yakin jika kamu saat ini sedang hamil." ujar Hanif.


"Hamil?" mendengar penuturan suaminya, Emeli mencoba berpikir apa memang benar yang di katakan suaminya itu. Karna memang dia sudah telat datang bulan.


Akhirnya Emeli mencoba mengeceknya. Dia membawa tiga buah alat testpack dengan merk yang berbeda ke kamar mandi.


Jantungnya berpacu sangat cepat. Dia takut jika hasilnya akan mengecewakan suaminya. Hanif sudah sangat mendambakan seorang anak di pernikahan mereka. Dan akhirnya senyum bahagia terbit di sudut bibirnya. Dirinya memang hamil, menunjukkan dua garis merah.


Emeli keluar dari kamar mandi dan langsung memeluk suaminya. Satu persatu air matanya menetes. Air mata penuh haru, karna dia berhasil memberikan seorang anak untuk suaminya. Emeli memberikan tiga buah testpack itu kepada suaminya.


"Terima kasih sayang...Aku sangat mencintaimu. Kita akan segera memiliki anak." ucap Hanif dengan perasaan bahagia mendengar berita bahagia dari istrinya.


"Terima kasih sayang, kamu sudah hadir di rahim bunda! Ayah janji akan menjaga kamu dan bunda dengan baik! Semoga kamu selalu di berikan kesehatan di dalam, dan bunda nya juga di berikan kesehatan selama proses kehamilan sampai persalinan!" ungkap Hanif membuat Emeli semakin terharu.


"Pokoknya mulai saat ini, kamu ucapkan apapun yang kamu inginkan! Aku akan berusaha untuk mewujudkannya!" ujar Hanif.


Meskipun Hanif sudah mengetahui sang istri hamil, dia tetap membawa sang istri ke rumah sakit. Untuk meminta obat mual dan vitamin. Dia merasa tak tega melihat istrinya yang mengalami mabuk parah sampai tak bisa makan. Dan kini mereka telah sampai di rumah sakit. Jika dulu dia hanya mengantarkan bosnya untuk memeriksakan kandungan istrinya, sekarang dia datang sebagai suami pasien.


"Hebat juga milikku bisa buat Emeli gendut 9 bulan. Aku punya Hanif junior." gumam Hanif, dia terlihat sangat bahagia.


Emeli melakukan pemeriksaan USG untuk lebih jelas. Hanif dan Emeli terlihat bahagia karna janin yang berada di dalam kandungan sang istri baik-baik saja, sehat. Namun dokter tetap menyarankan agar tetap harus berhati-hati, menyarankan untuk sementara waktu untuk menghindari adegan ranjang.


Jangan lupa vote nya ya kakak 😁😘😍🙏

__ADS_1


__ADS_2