Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kehamilan simpatik


__ADS_3

Papi Jo menggendong mami Celine sambil berputar-putar. Hatinya merasa bahagia meskipun ini bukan kehamilan pertama sang istri. Sama halnya yang di rasa suami, Celine juga merasa bahagia karena bisa memberikan anak kembali untuk suaminya.


"Pusing aku yang! Turunin!" teriak Celine. Dan akhirnya sang suami menghentikan memutar-mutar dirinya. Papi Jo menurunkan sang istri.


"Terima kasih sudah mau mengandung anak aku kembali! Sayang mami ga ada, kalau ada pasti mami seneng banget kamu hamil lagi. Celine teringat saat hamil Clare dan Cairo dulu, ibu mertuanya sangat antusias membelikan beraneka ragam untuk cucunya. Mami Grace suka ikut saat pemeriksaan kehamilan kembar dulu.


❤️❤️❤️


Berbeda dengan Papi Jo dan mami Celine yang kini sudah tidur dalam berpelukan, di tempat berbeda ada pasangan yang baru saja selesai melakukan ritual. Pasangan itu adalah Vino dan Miranda. Meskipun sudah berkali-kali berusaha membuat anak kembali, tetapi sampai saat ini mereka belum di karunia anak kembali.


"Semoga kali ini usaha kita bisa membuahkan hasil. Kalau belum juga, kita sebaiknya ke dokter untuk periksa kesuburan kita. Gimana apa kamu setuju?" tanya Vino sambil menatap ke arah sang istri. Vino tak ingin anaknya menjadi anak tunggal seperti dirinya. Oleh karena itu, dia ingin sekali memiliki anak kembali.


❤️❤️❤️


"Sayang...hari ini aku ga pergi ke kantor. Aku lagi merasa malas dan ingin dekat sama kamu terus. Pagi ini lebih baik kita ke dokter untuk memeriksakan kandungan kamu." ujar papi Jo dan di setujui sang istri.


Kini pasangan yang selalu terlihat mesra dan harmonis sudah berada di meja makan. Menikmati sarapan pagi bersama anak-anak mereka. Tragedi morning sickness terjadi di kehamilan Celine di pagi ini, tetapi yang mengalami hal ini bukan Celine melainkan sang suami.


Papi Jo berlari menuju kamarnya. Perutnya terasa mual, keluar keringat dingin, dan tubuhnya terasa lemas. Celine merasa kasihan melihat sang suami yang mengalami ngidam seperti itu. Suaminya lah yang mengalami layaknya seorang wanita hamil.

__ADS_1


"Papi kenapa mi? Papi sakit?" tanya Clare. Dia terkejut melihat sang papi yang tiba-tiba saja mual saat memakan spaghetti. Padahal itu adalah makanan kesukaan sang papi.


"Papi sedang mengalami morning sickness." ujar Celine membuat Clare sang anak merasa ingin tahu lagi apa itu morning sickness.


Akhirnya Celine menjelaskan kepada sang anak kalau dirinya sedang hamil dan yang mengalami morning sickness yaitu papinya. Dan papinya sedang merasakan mual di pagi hari seperti wanita hamil.


Celine bergegas membuatkan teh tawar hangat untuk suaminya. Dan benar saja wajah suaminya sudah terlihat pucat. Papi Jo sudah merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Sayang...minum dulu! Aku ga tega banget melihat kamu seperti ini. Lebih baik aku saja yang merasakannya. Kalau kamu terus menerus seperti ini, pekerjaan kamu bisa terganggu." ujar Celine yang duduk di pinggir ranjang, memberikan teh tawar hangat.


"Ga apa sayang, ga perlu khawatir. Aku justru merasa bahagia karna bisa merasakan momen seperti ini. Biar aku merasakan perjuangan seorang wanita saat hamil. Ternyata memang sulit, tak seperti membuatnya." ujar papi Jo di akhiri godaan kepada sang istri.


"Kamu itu, lagi lemas aja sempet-sempetnya ngomong mesum." sahut Celine sambil memutar bola matanya.


"Selamat pagi, silahkan duduk! Ada yang bisa saya bantu? Kedatangan ke sini mau cek kesuburan apa cek kandungan ni?" ujar Dokter Amanda. Karna dia bulan lalu Celine sempat bertemu dokter Amanda untuk melepas alat kontrasepsi yang dia gunakan. Dengan alasan Celine ingin program hamil.


"Kesuburan ga perlu di periksa dok, milik saya sangat subur. Sekali tunclep langsung bikin gendut sembilan bulan. Tak perlu di ragukan lagi kualitas milik saya, milik import." sahut Papi Jo membuat dokter Amanda tersenyum.


"Baiklah kalau seperti itu, mari kita cek kandungan Celine ya! Yuk ke sana, tiduran dulu!" ujar Dokter Amanda.

__ADS_1


Terlihat jelas di layar monitor kalau Celine benar hamil. Namun, kali ini bukan kehamilan kembar. Kantung bayi untuk kehamilan sekarang hanya satu. Tapi hal itu tak menjadi masalah untuk mereka. Dokter Amanda menjelaskan kalau kandungan Celine tak memiliki masalah apapun, janin berkembang dengan baik dan sehat.


"Ini saya berikan resep untuk di tebus! Obatnya berisi tiga jenis yaitu obat mual, vitamin, dan untuk kecerdasan otak. Ada keluhan yang di rasa? Untuk sementara waktu, seperti biasa harus mengurangi aktivitas ranjang. Karna kehamilan masih sangat muda, resiko keguguran sangat tinggi dan sper*ma bisa merangsang. Jadi lebih baik menggunakan pengaman dulu kalau mau berhubungan intim dengan aman.


Papi Jo menceritakan kalau dirinya lah yang sering merasakan mual dan gejalanya seperti orang yang sedang mengidam. Hal itu tentu saja membuat dokter Amanda terkekeh mendengarnya, meskipun hal ini tak aneh dia temui.


"Anak kamu pintar banget Jo, masih dalam kandungan saja sudah mengerjai papinya.. Mentang-mentang papinya semangat buatnya." sindir dokter Amanda. Membuat Celine pun tertawa geli. Karna apa yang dikatakan dokter Amanda memang benar.


Dokter Amanda menjelaskan kalau papi Jo mengalami syndrom kehamilan simpatik. Di mana suaminya lah yang mengalami mengidam. Dalam hal mual, keinginan makan atau apapun, dan lebih sensitif.


Setelah berkonsultasi dan menebus resep obat, mereka langsung pulang. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju sekolah kembar karna Clara pulang lebih lama, dia nanti akan di jemput supirnya.


"Clare dan Cairo sebentar lagi akan punya adik. Mami lagi hamil adik bayi." ujar papi Jo membuat Clare bersorak gembira. Cairo justru terlihat diam dengan gaya cool.


"Cairo, kamu kenapa? Mengapa kamu diem saja? Apa kamu tak suka mami mau memberikan adik untuk kamu?" tanya papi Jo. Ekspresi wajah Cairo memang paling sulit di tebak. Wajahnya terlihat datar dan bahkan bersikap lebih dingin dari sang papi.


Cairo menjelaskan kalau dirinya pun ikut senang, dan justru membalikkan ucapan papinya yang memangnya dia harus berteriak juga seperti Clare. Akhirnya Papi Jo mengerti maksud yang di lakukan anaknya yang satu itu. Dari ketiga anaknya, semua memiliki karakter yang berbeda. Papi Jo merasa bersyukur memiliki anak-anak hebat seperti ketiga anaknya.


Jangan lupa beri dukungannya untuk karya ini ya😘🙏😍😄

__ADS_1


Mampir juga yuk di karya author lainnya, tak kalah seru.



__ADS_2