Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Duren belah duren


__ADS_3

Hanif mengetuk pintu kamarnya bos nya menginap, tujuannya hanya satu yaitu mengantarkan pesanan bosnya yang sejak tadi seperti burung beo menghubungi dirinya terus menerus.


" Ini uang untuk mu ! Langsung pulang saja kamu !" Ujar Jo sambil memberikan 5 lembar uang berwarna merah. Membuat mata Hanif berbinar-binar, rasa kesalnya hilang seketika.


Suasana terasa horor mencekam. Kegelisahan Celine semakin bertambah tangannya sudah terasa dingin seperti habis memegang es batu, berbeda dengan Jo yang sekarang sudah berbunga-bunga karna pisang tanduknya tak akan lagi puasa. Meskipun dirinya harus terpaksa memakai kon*dom yang baginya rasa nya kurang yahud.


Cie yang mau belah duren, intip yuk πŸ˜€πŸ€£πŸ˜„


" A-apa tuan yakin, jika memakai itu aku ga akan hamil ?" Tanya Celine gugup.


" Tidak yakin ! Kalau kamu masih memanggil aku dengan sebutan tuan, aku akan melakukannya dengan paksa dan tanpa ini " Sahut papi Jo sambil menunjukkan kon*dom yang sudah dia buka kemasannya.


Wajah Celine berubah pucat, membayangkan miliknya akan di robek paksa oleh pria yang telah resmi menjadi suaminya.


" Gimana ? Kamu pilih mana ? Aku melakukannya dengan kelembutan dan penuh cinta atau secara brutal ? " Goda Papi Jo sambil mengerlingkan matanya.


" Huhft...aku harus kalah lagi dengan mantan duda. Benar yang di katakan orang jika Duda lebih berpengalaman dalam menaklukkan hati wanita. " Gerutu Celine dalam hati.


Jo sudah tak sabar, sejak tadi pisang tanduknya sudah menyeruduk minta di lepaskan dari bedongan.


Jo langsung menggendong tubuh istrinya ala bridal style dan meletakkannya di ranjang. Dan membuka pakaian yang menempel di tubuh istrinya.


" Nikmati sentuhan lembut aku, agar kamu tak merasa sakit saat aku mengambil hak ku ! " Bisik Papi Jo membuat wajah Celine memerah seketika. Jantung nya sejak tadi berdegup kencang.


Setelah sang istri sudah dalam keadaan polos, kini tinggal dirinya yang membuka satu persatu kain yang menempel di tubuhnya. Kini mereka berdua sudah dalam keadaan polos.


Jo langsung menyambar bibir Celine yang sudah menjadi candunya. Rasanya begitu nikmat dan memabukkan.

__ADS_1


Minum Antimo dulu papi Jo biar ga mabuk πŸ˜„πŸ€£πŸ˜€


Perlahan tapi pasti, Jo kini sedang merujak bibir Celine. Jo sedikit menggigit bibir bawah Celine agar membuka celah untuk memainkan lidahnya. Awalnya Celine tak meresponnya, karna memang dia tak mengerti. Tapi lama kelamaan dia pun ikut terhanyut dalam permainan bibir majikannya yang kini sudah resmi menjadi suaminya.


" Aaaaahhh..." Desauan keluar dari bibir Celine saat lidah suaminya kini bermain di leher jenjang dirinya. Perlahan demi perlahan bibir itu turun hingga sampai di duo semangka yang begitu menggiurkan. Inilah yang nantinya akan menjadi tempat favorit untuk Jo selain lubang kenikmatan milik istrinya.


Jo menghi*sapnya duo semangka Celine secara bergantian. Tangannya pun tak bisa diam, sibuk *******-***** aset istri nya yang luar biasa. Jo terus membenamkan bibirnya seperti bayi yang kelaparan.


Bagaimana keadaan pisang tanduk saat ini ? Tak perlu di ragukan lagi sambutannya, dia sudah berdiri tegak memberi hormat kepada permaisuri barunya. Permaisuri yang segalanya dari yang pertama.


" Sayang...sambil pegang !" Ucap Jo sambil mengarahkan tangan istrinya untuk memainkan pisang tanduknya. Nafas Jo sudah terengah-engah, gairahnya sudah memuncak.


" Aaahhh...sayang ! Kamu luar biasa ! I Love You. " Sahut Jo saat sang istri membuat dirinya melayang. Celine berhasil membuat Jo semakin menggila, padahal dia hanya mencoba belajar otodidak memainkan pisang tanduk suaminya. Hingga kini sudah berdiri dengan sikap sempurna. Terlihat mengeras dan berotot.


Awas ikut traveling bayangin punya papi Jo, bocil minggir ya ! Ayo cari suaminya dulu, biar merapat ! πŸ˜„πŸ˜€πŸ€£


" Aaaahhh..." Desau Celine. Jo tersenyum bahagia, jika sang istri sangat menikmati permainannya. Terbukti jika sang istri sudah mengalami pelepasan pertama membuat miliknya sudah terasa basah. Tubuh Celine bergelinjang hebat dan matanya kini sudah merem melek saat lidah sang suami bermain di lubang kenikmatan miliknya.


" Aaahhh...enak ! " Racau Celine, ucapan itu terlontar begitu saja tanpa sadar. Tentu saja hal itu membuat Jo bertambah semangat melanjutkan permainannya.


" Sayang...aku masukkan ya ! " Ucap Jo sambil memainkan pisang tanduknya.


Celine melupakan jika sang suami harus memakai kon*dom karna saking terkesimanya.


" A-apa itu cukup ? Hentikan sampai sini saja dulu, aku takut ! " Ucap Celine gugup.


" What ? Hentikan ? Oh tidak bisa...udah kepalang tanggung begini, masa gagal lagi ? " Gerutu Jo yang tetap akan melancarkan aksinya.

__ADS_1


Jo membuka kedua pangkal istrinya dan memposisikan miliknya dengan lubang sang istri. Celine berusaha menolaknya, tapi Jo tetap pantang menyerah dia tak ingin kejadian waktu itu terulang lagi yang menyebabkan kepala atas bawah terasa nyut-nyutan.


" Sabarlah sayang...hanya terasa sakit sedikit saja, tapi aku jamin selanjutnya kamu akan menikmatinya !" Rayu Jo.


Mungkin Jo akan sedikit memaksa melakukannya. Karna sudah kepalang tanggung. Jo mencoba belah duren dengan pelan, namun percobaan pertama tak berhasil. Hingga Jo harus berusaha lebih keras untuk membelah duren Montong yang super duper.


Celine tukang buah kali ya ? Buktinya punya semangka dan duren πŸ˜€πŸ˜€πŸ€£πŸ€£


" Emmmpp...sakit ! Udah ! " Teriak Celine saat milik Jo masuk dengan sempurna ke lubang kenikmatan miliknya. Celine meminta agar Jo menghentikannya, bahkan Celine sampai meneteskan air matanya karna merasakan rasa sakit yang luar biasa. Darah segar mengalir dari milik Celine, membuat Jo tersenyum bahagia karna dirinya lah yang pertama kali mengambil mahkotanya Celine.


Jo langsung melu*mat bibir Celine agar bisa mengurangi rasa sakitnya. Pantang menyerah sebelum mencapai pelepasan. Melihat Celine udah tenang kembali dan menikmati kembali, Jo mulai memainkan kembali. Memompa selembut mungkin.


Milik Celine mencengkram kuat pisang tanduk Jo, Jo yakin jika sang istri akan mengalami pelepasan kembali.


" Kita keluarkan bareng ! " Bisik Jo. Jo semakin mempercepat menaik turunkan pinggulnya. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama. Jo langsung menyabut miliknya buru-buru dan berpura-pura lupa kalau dirinya saat ini tak memakai kon*dom. Karna baginya sayang banget jika dobrakan pertama harus pakai APD takut terkena covid. πŸ€£πŸ˜€πŸ˜„


Awalnya mami Celine ngambek karna papi Jo ga ngikutin keinginannya. Mami Celine takut hamil. Bahkan sampai terisak tangis membuat papi Jo merasa tak tega melihatnya.


" Cup...cup.. cup jangan nangis lagi ! Kamu kenapa nangis ? Kalau kamu hamil, kan ada aku suami kamu ! Aku juga akan menjadi suami dan ayah siaga untuk kamu dan anak kita kelak ! Lagi pula aku ga akan pernah membatasi ruang gerak kamu dan aku akan mendukung apapun itu ! "ucap Jo mencoba menenangkan sang istri.


Hingga akhirnya Celine mengerti dan terhanyut kembali karna keenakan. Dan malam ini mantan duren melakukan belah duren hingga tiga ronde. πŸ˜„πŸ˜€πŸ€£


Wuih kayanya dendam kesumat ni si papi kelamaan puasa, ngegas jadinya. Jangan lupa APD nya pi, mami Celine kalau sadar nanti ngamuk lagi.πŸ€£πŸ˜€πŸ˜„πŸ˜ƒ


Jangan lupa dukungannya kakak, author ucapan terimakasih yang selama ini sudah mendukung karya ini.


Jangan lupa vote nya ya πŸ˜ƒπŸ˜„πŸ˜€πŸ˜˜πŸ˜πŸ™

__ADS_1


__ADS_2