Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Aku mau mangga langsung dari pohon!!


__ADS_3

Usia kandungan mami Celine sekarang sudah menginjak usia tiga bulan. Tubuhnya sudah mulai beradaptasi, sudah mulai bisa makan dan tidak terlalu sering mengalami morning sickness. Namun lucunya sekarang hormon kehamilannya berubah, dia ingin selalu dekat dengan suaminya. Baru bisa tidur jika mencium ketiak suaminya. Dan tentu saja hal itu membuat papi Jo jumpalitan, akhirnya sang baby mendukung papinya. Seperti saat ini, mami Celine sudah tertidur pulas setelah selesai ritual malam.


" Dede memang anak yang pintar. Nanti kalau udah lahir, Dede mau apa ini? Pabrik Barbie apa mobil keluaran terbaru?" ucap papi Jo dalam hati sambil mengelus perut mami Celine yang sudah mulai terlihat. Mungkin efek mami Celine sedang mengandung dua anak sekaligus. Tapi bagi papi Jo, mami Celine terlihat bertambah hot dengan payu**** yang semakin luber membuat papi Jo tak kuasa menahannya. Di tambah hormon ibu hamil yang semakin memanas.


❤️❤️❤️


" Wajah kamu kenapa? Mengapa murung seperti itu? Apa ada yang sedang mengganggu pikiran kamu? Atau ada yang kamu inginkan?" ucap Jo saat sang istri sedang memasangkan dasi dirinya.


Celine menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah. Dia merasa tak enak untuk mengatakan apa yang dia inginkan.


" Katakanlah! Aku akan berusaha mewujudkan apapun yang kamu minta!" ucap papi Jo yang kini sudah memeluk mami Celine beradu dengan duo semangka. Tentu saja mendengar penuturan sang suami yang akan mewujudkan apapun yang dia minta. Mami Celine langsung berbinar-binar.


" Serius? Kamu ga akan marah padaku?" sahut mami Celine lirih.


Papi Jo menganggukkan kepalanya dan mengatakan mana mungkin jika dirinya marah pada istrinya, justru dirinya kini semakin cinta. Jo akan berusaha mewujudkan keinginan sang istri, meskipun harus mengeluarkan uang yang banyak. Sebagai bukti bahwa dirinya menyayangi istri yang telah mau mengandung benihnya.


Namun yang di minta mami Celine tidak perlu menguras tabungan, hanya di perlukan keterampilan memanjat pohon dan memohon pada sang pemilik pohon mangga.


" Aku mau mangga langsung dari pohon!" ucap Mami Celine membuat papi Jo tiba-tiba saja merasa migran.


" Aku ga bisa kalau seperti itu! Lebih baik manjat kamu aja, aku rela deh! Jujur seumur hidup aku, sekalipun aku belum pernah manjat ke atas pohon! Kita beli aja ya di tukang buah, kalau perlu kita borong semuanya!" ujar Papi Jo memberi pengertian kepada istrinya. Namun mami Celine tak mau menerimanya, dan justru bertambah kesal dengan penolakan suaminya.

__ADS_1


" Ya sudah kalau ga mau! Aku bisa minta tolong Anto atau temen cowok sekolah aku lainnya! Pasti dia mau mengambil aku mangga muda dari pohon!" ucap mami Celine ketus. Membuat wajah papi Jo berubah panik. Tentu saja hal itu membuat dirinya merasa geram. Jika ada cowok yang berusaha mewujudkan keinginan istrinya.


" Yang cape-cape bikin gw! Eh nanti si dede inget sama yang ngambil mangga untuk nya. Oh tidak bisa di biarkan! Semangat Jo kamu pasti bisa, masa manjat pohon aja ga bisa? Manjat gunung aja bisa!" ujar Jo dalam hati, memberi semangat dirinya sendiri.


Akhirnya pagi ini papi Jo ga jadi pergi ke kantor, karna harus mewujudkan keinginan mami Celine untuk mengambil mangga dari pohon. Papi Jo sempat melakukan negosiasi dengan sang istri, jika yang manjat mengambilkan mangga nya Hanif atau supir, atau Security di rumah. Tapi mami Celine tidak mau.


Saat ini Hanif dan papi Jo sedang berputar-putar ke arah perkampungan untuk mendapatkan pohon mangga yang akan dia panjat. Jo membawa serta asistennya.


Ternyata mencari pohong mangga yang berbuah banyak sangatlah sulit, di bandingkan papi Jo mencari tender.


Mobil Jo terhenti di depan sebuah pohon mangga yang memiliki buah yang sangat banyak dan masih terlihat muda.


" De...de. Kemarin papi udah senang dan puji kamu! Eh sekarang kamu ngerjain papi manjat! Awas ya kalau ga sayang papi!" gerutu papi Jo dalam hati.


" Yang istrinya hamil siapa, yang kena getahnya gw! Nasib...nasib!" gerutu Hanif dalam hati.


Hanif tersentak kaget, dan matanya harus di kotori dengan penampilan pornografi dari sang pemilik. Saat mendengar ucapan salam dari Hanif, seorang nenek tua sekitar 70an keluar hanya memakai bh hitam dan kain.


" Anji*r gara-gara mangga, mata perjaka gw jadi terkontaminasi! Mending model nyonya Celine, nah ini dapet nenek-nenek udah bau tanah." gerutu Hanif dalam hati.


Melihat wajah tampan Hanif dan keinginan untuk membantu ibu hamil yang sedang mengidam, tentu saja nek Odah mengizinkannya.

__ADS_1


Saat semua nya sudah pasti, Jo dan Celine pun turun menghampiri nek Odah.


" Kalau kamu pakai seperti si nenek, pasti kamu tambah sexy!" goda Jo sambil terkekeh dan akhirnya mendapatkan capitan di pinggang dari istrinya. Celine takut ucapan suaminya terdengar nek Odah.


" Udah sana kamu naik ke atas pohon! Jangan ngomong terus!" titah Celine membuat Jo beberapa kali menelan Saliva nya. Nyali nya menjadi menciut melihat ketinggian pohon mangga. Hingga akhirnya Jo meminta sang istri agar Hanif saja yang manjat.


" Tadi aku kan sudah bilang ga mau! Aku ingin kamu yang manjat! Emangnya Hanif papi dari anak-anak ini?" ujar Celine sambil memberi tatapan tajam kepada suaminya.


Ternyata menaiki pohon mangga termasuk pekerjaan yang sangat sulit bagi papi Jo. Demi memenuhi keinginan istrinya, seorang pengusaha hebat harus manjat ke atas pohon.


Demi sang pisang tanduk yang harus berpuasa, Jo rela mulai menaiki pohon mangga. Karna sang istri mengancam tak akan memberikan ladang nya sampai batas yang tak bisa di tentukan, jika dirinya tidak mewujudkan keinginan istrinya.


" Kalau ada yang melihatnya dan sebar foto gw pas naik gini, habis lah gw! Celine...kamu sungguh keterlaluan!" gerutu Papi Jo.


Perlahan tapi pasti, akhirnya papi Jo sudah berada di atas pohon yang sangat tinggi. Papi Jo melemparkan buah mangga satu persatu ke bawah. Sungguh menjadi kebanggaan tersendiri, dirinya berhasil naik ke atas pohon mewujudkan keinginan istrinya.


Namun tanpa sadar dirinya menginjak ranting yang rapuh hingga dirinya terjatuh ke bawah. Dan harus merasakan bokong dan pinggangnya yang sakit.


" Huhft kalau begini, sama aja bakal puasa juga!" gerutu papi Jo sambil meringis kesakitan.


" Kamu gimana sih? Kok jatuh begini?" omel Celine. Bukannya merasa iba, tapi justru diri nya malah mengoceh.

__ADS_1


" Tega kamu! Emang aku sengaja? Kalau di suruh milih, aku juga ga akan mau! Sakit, ga enak mending aku jatuh di atas tubuh kamu yang empuk." sungut Papi Jo tanpa berfilter membuat wajah mami Celine memerah karna merasa malu.


Jangan lupa dukungannya kakak 🙏🙏😍😄


__ADS_2