
Makanan datang. Jo memesan jus strawberry, roti bakar, es cream strawberry, nasi goreng untuk Celine, dan juga milkshake strawberry. Jo memang tak ingin makan nasi.
" Kita video call dulu ya sama Clara ! " Ujar Jo dan Celine hanya mengikuti saja.
Dan tak panggilan kedua, Clara mengangkatnya.
" Halo sayang...maaf ya papi sama mami pulangnya telat. Papi sama mami lagi pacaran dulu ni berdua. Clara jangan marah ya ! " Ujar Jo. Jo udah menganggap Celine sebagai mami Clara, sehingga dia memanggil Celine dengan sebutan mami.
" Iya Clara ga marah ko. Malahan Clara senang papi sama mami bisa berduaan begitu. Ya udah sana lanjut lagi, Clara mau bobo. Dah mami dah papi ! " Sahut Clara, membuat Celine geleng-geleng kepala melihat kekompakan papi sama anak.
Kini Celine dan Papi Jo sedang menikmati dinner dadakan. Suasana terasa hening seketika.
" Kamu mau coba ini ? " Ujar Jo pada Celine. Celine tak mau tapi Jo memaksanya. Saat Celine ingin menyedot milkshake milik Jo, Jo memasukkan satu sedotan lagi untuk nya. Dan alhasil mereka minum satu gelas. Wajah mereka sangat mendekat dan mata mereka saling bertemu. Namun semua hanya sesaat, karna Celine menghentikannya dan kembali menyantap nasi gorengnya.
" Boleh aku minta nasi gorengnya ? " Tanya Jo dan Celine langsung mendekatkan piring itu ke Jo. Dan ternyata Jo minta di suapin oleh Celine, dan akhirnya mau tak mau Celine menuruti keinginan Jo. Makan malam kali ini terlihat romantis meskipun Celine melakukannya dengan terpaksa.
Kring ..kring...
Suara ponsel Celine berbunyi, Celine membuka tasnya dan mencari keberadaan ponselnya. Baru saja memegangnya, Vino menghubungi Celine kembali.
" Tuan, saya mau angkat telepon dulu ya ! " Ujar Celine yang berniat bangkit dari tempat duduknya, namun Jo meminta Celine untuk menerima telepon tetap di sini. Jo ingin tahu siapa yang menghubungi Celine.
" Halo...sayang...Kamu lagi apa ? Dari tadi kok aku telepon susah banget sih ? " Ucap Vino di panggilan telepon.
Panas, sakit, marah, cemburu, emosi, dan sejenisnya. Inilah perasaan hati Jo saat ini. Saat wanita yang dia sudah cintai justru menerima telepon dengan pria lain bahkan memanggil Celine dengan panggilan sayang. Tapi dia bisa apa ??? Ingin Jo merampas ponsel Celine dan bicara pada Vino jika Celine calon istrinya dan jangan pernah ganggu Celine lagi. Tapi hal itu ga mungkin dia lakukan. Dia ga mau bersikap arogan, bisa-bisa Celine akan membencinya.
__ADS_1
" A-aku lagi di luar sama bos aku sama anaknya. Lagi makan malam. Telpon nya nanti lagi ya, kalau aku sudah di rumah ! " Ujar Celine mengakhiri panggilan dia tak enak hati pada Jo, terlebih kini wajah Jo terlihat sudah tak bersahabat.
" Telepon dari pacar kamu ? " Tanya Jo. Dan Celine mengangguk ragu-ragu.
" Kamu tau ga kenapa aku mengajak kamu ke sini ? " Tanya Jo yang kini menatap Celine.
" Kata tuan kencan. " Sahut Celine polos.
Nah itu Celine tau, kenapa malah terima telepon sama cowok lain. Celine harus mengerti kencan itu adalah istilah untuk orang yang berpacaran. Melakukan aktivitas pacaran. Seperti dinner, ngobrol berdua, bisa juga nonton bioskop.
" Bisa ga jangan panggil aku tuan ? Kamu bisa panggil aku sayang, honey, atau papi ! " Ujar Jo. Tapi tentu saja Celine menolaknya, dia merasa keberatan. Dia juga tak terima jika Jo menyebut dia mami dari Clara. Karna dia pernah bilang kalau dia butuh waktu untuk membuka hatinya. Dia belum mau menyandang status apapun. Sama hal nya dengan Vino, memang dia sama-sama saling mencintai tapi dia ga terlalu terpaku untuk menunggu. Tergantung jodoh yang menentukan.
" Kamu itu milik aku ! Aku ga rela kamu di miliki oleh siapapun ! " Ujar Jo tegas.
Celine langsung mengajak papi Jo untuk pulang. Dan kini mereka sedang dalam perjalanan pulang. Jika Jo berniat jahat, dia bisa saja membawa Celine ke villa yang letaknya di dalam. Dia bisa saja memaksa Celine berhubungan intim. Tapi dia ga mau melakukan hal itu. Dia ingin dengan cara baik-baik meluluhkan hati Celine.
Celine terlelap tidur di mobil. Jo menepikan dulu mobilnya. Dan membetulkan posisi tidur Celine.
" Kenapa sih kamu keras kepala banget ? Kenapa sih kamu ga mau buka hati kamu untuk aku ? Aku janji ga akan pernah menyakiti kamu ! Please jangan buat aku cemburu ! Kamu itu milik aku dan hanya milik aku ! Aku ga akan rela jika ada yang merebut kamu dari aku ! " Ucap Jo sambil memberi kecupan di pucuk rambut Celine.
Nyes
Ucapan Jo, sampai ke hati Celine. Ternyata saat papi Jo membenarkan posisi Celine tidur dia jadi terbangun. Sehingga dia mendengar semua ucapan papi Jo.
Jo sesekali melirik ke arah Celine yang bagi Jo sangat menggemaskan. Celine yang awalnya hanya berpura-pura tidur kini justru benar-benar tidur kembali.
__ADS_1
Kini mereka telah sampai di rumah. Jo menggendong tubuh Celine ala bridal style. Dia tak peduli saat pekerjanya melihat dirinya. Jo memilih membawa Celine ke kamarnya. Dia merasa tak tega melihat Celine yang hanya tidur di sofa di kamar Clara. Untuk malam ini, Jo yang memilih mengalah tidur di sofa.
" Selamat tidur sayang...tidur yang nyenyak. " Ucap Jo sambil memberikan kecupan di kening Celine.
Jo memilih untuk mandi, membersihkan tubuhnya. Dan keluar hanya melilitkan handuknya di pinggang.
" Gi*la badannya keren banget. Roti sobeknya ga tahan ! Kira-kira dia mau ngapain ya kenapa cuma pakai handuk aja ? Aaahhh... jangan-jangan dia mau perko*sa gw. Tidak..." Teriak Celine spontan membuat Jo membalikkan tubuhnya menghadap Celine.
Jo pikir Celine mimpi buruk hingga akhirnya dia langsung berlari menaiki ranjang dan mendekatkan tubuhnya ke Celine.
" Sayang...kamu kenapa ? " Jo mencoba membangunkan Celine yang sedang menutup matanya kembali. Dia tak sadar jika saat ini dia hanya memakai handuk saja, tentu saja membuat Celine semakin histeris. Dan hal itu membuat papi Jo merasa panik. Bukannya membungkam mulut Celine dengan tangannya, papi Jo justru membungkam mulut Celine dengan bibirnya. Bibir Jo justru asyik bermain di bibir Celine.
Celine terus memukul-mukul tubuh Jo agar menghentikan.
" Tuan, ku mohon jangan lakukan ini padaku ! " Ucap Celine sambil meneteskan air mata. Dia merasa sangat takut
" Memangnya aku mau ngapain kamu ? Maaf tadi aku panik mendengar kamu teriak histeris, bukannya aku membungkam mulut kamu pakai tangan, aku malah membungkam kamu pakai bibir ku. Ternyata bibir kamu manis ya. Selalu menjadi candu untuk aku ! " Ujar Jo membuat wajah Celine berubah merah. Jo menjelaskan pada Celine agar dia tak salah paham. Jo merasa kasihan Celine hanya tidur di sofa. Dan malam ini dirinya berniat mengalah. Dan tadi dia hanya memakai pakai handuk karna dia baru selesai mandi, namun belum sempat memakai baju Celine sudah berteriak histeris. Jo berpikir Celine mimpi buruk hingga akhirnya dia berusaha menenangkan.
Like
Vote
Comment
Hadiah π·β
__ADS_1