Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Cinta begitu Menyakitkan


__ADS_3

Sakit memang sangat sakit, bila saling mencintai tapi tak pernah bisa bersatu. Bahkan Celine tak mampu menahan kesedihannya saat melihat Vino lebih dulu membasahi wajahnya dengan tangis nya.


" Lupakan aku ! Sampai kapan pun kita akan pernah bersatu. Lanjutkan kehidupan kamu, dan aku pun akan melanjutkan kehidupan aku ! Kembalilah seperti Vino yang tak pernah mengenal Celine. Seperti saat kemarin kita tak bertemu ! " Ucap Celine lirih. Dia tak bisa menahan rasa sakit yang begitu mendalam.


" Ga Cel ! Aku ga mau ! Hanya kamu yang aku inginkan, aku ga peduli dengan harta orang tuaku ! Aku yakin kita bisa hidup tanpa harta orang tuaku ! Please Cel tunggu aku satu tahun lagi, aku akan kembali kesini dan ga akan pernah meninggalkan kamu lagi ! Tahun depan aku lulus kuliah, aku akan berjuang keras agar aku bisa lulus dengan cepat agar kita bisa segera bersatu ! Kamu juga di sini kan masih bisa melanjutkan aktivitas kamu ! Tapi tolong, ku mohon padamu tolong jaga hatimu untukku ! Aku tak peduli jika kedua orang tua ku tak merestui hubungan kita tapi aku yakin semua butuh proses dan suatu hari nanti kedua orang tua aku pasti menerima kamu untuk menjadi pendamping aku ! " Ucap Vino memohon, bahkan Vino menarik tangan Celine dan menggenggamnya.


Celine menggelengkan kepalanya, rasanya terasa berat menjalani seperti ini. Karna Celine sudah tak memiliki kedua orang tau, dia tak ingin menikah tanpa restu dari kedua orang tua Vino. Dia tak ingin Vino memilih dirinya dan tak mempedulikan kedua orang tuanya.


" Baiklah...jika kamu masih ingin berpikir ! Aku kasih kesempatan padamu untuk menyakinkan hati kamu ! Tapi please aku boleh ya minta nomor ponsel kamu, agar aku bisa menghubungi kamu, biar kita bisa berkomunikasi ! " Sahut Vino. Dan akhirnya Celine memberikannya dan Vino pun sama memberikan nomor ponselnya untuk nya.


Clara sudah selesai makan, dan mereka akan melanjutkan untuk ke arena bermain.


" Mi, mami ngasih waktu berapa jam sama Celine ? Udah lama banget mereka ngobrol. Celine itu kerja mi ! " Gerutu Jo.


" Ya sudah biarin aja, nanti juga kalau sudah puas mengobrol Celine akan mencari kita ! Udah ga usah bawel, ayo ! " Ucap Mami Grace yang langsung mengajak sang anak dan cucunya.


Ternyata Jo tak terima dengan kedekatan Celine dan Vino hingga akhirnya dia menghampiri meja mereka berdua meskipun mami Grace sudah melarangnya.


" Celine ayo pulang ! Ingat kamu itu kerja ! Tau waktu donk kalau ngobrol ! Kamu juga jadi cowok tau diri donk, cewek ini lagi kerja ! " Ucap Jo ketus.


" Maaf tuan, jika kedatangan saya tidak berkenan ! Terima kasih sudah memberi waktu kepada kami untuk mengobrol melepas rindu ! Cel, nanti aku hubungi kamu ya ! " Ucap Vino sopan.


Mendengar Celine dan Vino sudah saling tuker nomor telepon tentu saja membuat Jo bertambah panas dan tanpa sadar langsung menarik Celine dari hadapan Vino.


" Pacar kamu itu ? Kalau mau pacaran tau waktu donk ! Kamu itu kerja ! " Ujar Jo pada Celine. Kini Jo jalan beriringan dengan Celine namun dia melepaskan genggaman tangannya. Sedangkan Clara jalan di depan bersama sang nenek.

__ADS_1


" Bukan, tapi calon suami ! " Sahut Celine ketus. Membuat mata Jo membulat sempurna saat Celine mengungkap bahwa Vino calon suaminya.


" Siapa pria itu ? Sepertinya dia cemburu melihat kami berduaan ? Aku harus bertanya pada Celine nanti. Sepertinya bukan sekedar majikan dan babysitter ? " Ucap Vino yang merasa curiga dengan status Jo untuk Celine.


Celine memilih langsung meninggalkan Jo, dia berjalan cepat menghampiri Clara dan langsung menggandengnya.


" Cie..Mis yang habis ketemu pacarnya ? " Goda Clara membuat wajah Celine tersipu malu.


Berbeda hal dengan Jo yang hatinya sudah sangat terbakar.


" Clara, anak kecil tak boleh bilang pacar-pacaran ! " Bentak Jo yang merasa tak terima berkata pacar pada Celine. Hal itu membuat mami Grace merasa tak terima hingga akhirnya membalas memarahi sang anak.


Sesuai permintaan Clara, Clara ingin mengajak papi dan Mis Celine bermain ice skating.


" Non, Mis ga bisa main begituan. Mis belum pernah coba ! " Tolak Celine. Tapi bukan hanya Clara yang memaksa, mami Grace juga menyuruh Celine untuk belajar bermain ice skating. Hingga akhirnya Celine tak bisa menolaknya.


" Aku akan ikuti kami Cel ! Aku ingin tau siapa pria itu ? " Ucap Vino yang terus berjalan mengikuti Celine dari jarak jauh. Dia tak peduli jika harus pulang telat dan kedua orang tua nya akan mencarinya.


" Papi, ajarin Mis aja sana ! Kan Clara udah bisa, ga perlu di ajarin lagi ! " Sahut Clara.


Dan kini tinggal Jo dan Celine yang hanya saling menatap. Clara sudah bermain sendiri tinggal Celine dan Jo berdua.


" Anak pintar kamu Cla ! Ide kamu sangat cemerlang mendekatkan papi mu sama Mis Celine . " Ucap Mami Grace sambil tersenyum senang.


Diam-diam mami Grace memfoto kebersamaan mereka.

__ADS_1


" Tuan ga usah repot-repot mengajari saya ! Biar saja belajar pelan-pelan sendiri. Tuan lanjut aja bermainnya ! " Ujar Celine. Kini Jo yang merasa salah tingkah. Serba salah. Di satu sisi ini kesempatan untuk dia berdekatan. Terlebih Celine belum bisa, pasti duo semangka Celine akan menggodanya. Tapi dia juga merasa gengsi mengajari seorang babysitter.


Deg


Nafas Vino terasa terhenti seketika dan jantungnya berpacu sangat cepat. Saat melihat Celine seperti berpelukan dengan Jo. Padahal yang dia lihat tak seperti sebenarnya. Jo menolong Celine yang hampir jatuh. Dan Celine terpeleset hingga duo semangka beradu dengan dada bidang Jo.


Seperti yang di rasa Jo dan Celine saat dada mereka saling bertemu dan wajah mereka sangat dekat bahkan hembusan mereka terasa satu sama lain. Jantung keduanya berpacu sangat cepat.


" Berhasil kamu Clara ! " Ucap sang nenek yang memberikan kode jempol pada Clara.


Namun berbeda dengan Vino yang merasa sangat kecewa ternyata wanita yang sangat di cintai telah hidup bersama pria lain.


" Pantas kamu menolak aku Cel. Ternyata sudah ada dia di hidup kamu ? Apa dia suami kamu dan anak kecil itu anak kamu ? Kenapa kamu ga ngomong tadi sama aku Cel saat kita bersama ? Tega kamu sama aku Cel ! " Ucap Vino lirih.


Vino tak mau lagi menahan perasaannya, dia memilih pergi meninggalkan tempat itu. Hatinya kini tak merasa karuan dan penuh tanya.


" Pantas saja kamu tadi sempat menolak ku. Karna dia sangat mapan, sedangkan aku lulus kuliah saja belum. Aku dan dia seperti langit dan bumi. Tapi suatu hari nanti aku akan membuktikan padamu, kalau aku mampu menandingi pria itu ! " Ucap Vino lirih.


Vino, 23 tahun. Mahasiswa bisnis internasional




Jonathan Anderson, 35 tahun, duda anak satu, pemilik perusahaan Anderson Group.

__ADS_1



__ADS_2