
Hari ini adalah hari di mana Celine memulai sekolah. Berhubung dirinya harus mengurus Clara juga, Celine mengambil yang jam 15.00 sampe jam 17.00. Kebetulan lokasinya cukup jauh dari rumah Jo. Celine harus memakan waktu 1,5 jam untuk menempuh perjalanan ke sana. Tapi bagi Celine tak masalah, justru dirinya merasa antusias dalam bersekolah. Saat Celine sekolah, Clara bersama Bi Midah, karna Bi Yuyun bekerja hanya cuci gosok saja jadi setelah selesai dia pulang.
" Hai...gw Angel. Nama Lo siapa ? " Tanya Angel teman sekelas nya. Celine tak percaya ternyata banyak orang di luaran sana yang nasibnya sama dengannya, harus terputus sekolah. Bahkan ada yang usia nya sangat jauh dengannya tapi masih bersemangat sekolah.
" Aku Celine. " Sahut Celine sopan.
" Yaelah...ga usah ngomong aku kamu kali. " Sahut Angel mengejek. Baginya Celine terasa kuno. Celine hanya membalas dengan senyuman.
Jam pelajaran di mulai, cara belajar sekolah persamaan dengan sekolah biasa tentu saja sangat berbeda dan waktu selesainya pun lebih cepat. Dan setelah lulus, nantinya Celine akan mendapat sertifikat paket C yang setara dengan SMA.
Celine terlihat sangat antusias, meskipun sudah cukup lama dirinya tak sekolah. Namun Celine terlihat pintar, dia sangat cepat menguasai.
" Wah Lo pinter ya Lin, kenapa dulu ga lanjutin sekolah ? " Tanya Angel kepo. Tapi Celine hanya menjawab dengan ucapan terima kasih, dia tak ingin terlalu banyak bicara.
Kehadiran Celine di sana menjadi pusat perhatian para siswa yang bersekolah. Terlebih cowok, mereka langsung berusaha mendekati.
" Lin, kamu pulang naik apa ? Aku Anter yuk ! " Ujar Anto teman sekolah nya.
" Terima kasih An, aku naik ojek online aja. Rumah ku jauh dari sini, aku ga mau merepotkan mu ! " Sahut Celine merasa tak enak hati jika merepotkan.
__ADS_1
Namun Anto terus memaksa nya, dan pikir Celine lumayan juga bisa gratis. Celine benar-benar terlihat polos, tak sadar ada udang di balik bakwan.
Celine dan Anto kini sudah dalam perjalanan pulang menuju tempat tinggal Celine mereka menaiki motor matic.
" Klakson Han, parkir sembarangan aja ! " Gerutu Jo melihat Celine dengan seorang pria yang usia nya hampir sama namun jika di bandingkan Jo sungguh sangat berbeda. Anto hanyalah penjual bubur ayam di kala pagi, makanya dia mengambil kelas sore.
Mendengar suara klakson, Celine dan Anto melirik ke arah mobil yang datang.
" Maaf, bos aku udah datang ! Kamu langsung pulang aja ya ! " Ujar Celine. Sebenarnya Anto mau mengajak Celine dulu dan tak lupa meminta nomor telepon Celine agar dirinya mudah berkomunikasi. Anto sudah jatuh cinta pada Celine sejak pandangan pertama.
" Baru sehari keluar rumah aja, udah ngegebet cowok aja. " Gerutu Jo dalam hati yang merasa tak suka.
" Ckk...si bos kasihan banget saingannya rendah amat. " Ujar Hanif yang tertawa geli dalam hati. Sengaja ingin pulang cepat, malah dapat kejutan dari Celine. Entah mengapa melihat Celine bersama pria lain hati Jo merasa panas, terlebih saat membayangkan pasti duo semangka dan akan bersentuhan selama dalam perjalanan. Dan Jo merasa tak rela jika bibir yang dia perawanin akan di coba pria lain.
Sebelum Jo masuk, Celine masuk lebih dulu ke dalam rumah. Sejak masuk ke dalam rumah, Jo menjadi uring-uringan tak jelas.
" Papi kenapa sih pulang-pulang marah ga jelas. " Ujar Clara yang merasa aneh dengan sikap papinya.
Sedangkan Celine merasa pasti semua itu karna tuan Jo merasa tak suka Celine berpacaran.
__ADS_1
" Maaf Tuan, saya minta maaf jika tuan tak suka saya di anter cowok. " Sahut Celine tiba-tiba selesai habis makan malam.
Jo mendongakkan kepalanya menatap ke matanya ke arah Celine dengan tatapan tajam.
" Memang saya peduli dengan apa yang kamu lakukan ? Itu hak kamu, silahkan saja ! Tapi ingat kamu itu di beri kesempatan oleh mami dan saya keluar itu untuk bersekolah untuk tebar pesona sama cowok ! Kalau kamu ga serius dan niat mau nikah cepat, ga usah sekolah mending kamu nikah aja langsung ! Ingat kamu itu di sini babysitter anak saya, kamu harus sadar ! Jangan jadi orang yang tak tau diri ! " Ucap Jo ketus. Tentu saja hal itu membuat hati Celine terasa sakit. Begitu kejamnya perkataan majikannya itu. Padahal dia hanya menerima kebaikan Anto dan dia juga berpikir bisa lebih irit, uang jajannya bisa dia tabung.
Celine pergi meninggalkan Jo begitu saja sambil meneteskan air mata. Ucapan Jo sungguh melukai hatinya. Karna apa yang di katakan Jo adalah salah.
" Papi kenapa si ? Marah-marah begitu sama Mis ? Papi Jahat ! " Ujar Clara merasa tak terima.
" Papi ga marah, papi hanya ingin menyadari dia cara berterima kasih pada orang yang telah berjasa untuk kesuksesan dia. Nenek itu antusias merubahnya agar Mis bisa lebih baik, bukan malah kesempatan di luar berpacaran. " Cerocos Jo.
Hari terus berganti, Jo dan Celine hanya saling diam ketika bertemu. Jo masih terhanyut pada perasaan kesal nya, dan Celine masih merasa sakit hati. Namun Celine tetap menjalankan pekerjaannya dengan baik. Sebenarnya tak ada alasan bagi Jo untuk berucap seperti itu. Karna Celine tetap menjalankan tugasnya sebelum berangkat sekolah, Celine juga selalu belajar sungguh-sungguh agar tak mengecewakan mami Grace.
" Maaf Anto, kamu tak perlu lagi mengantarkan aku ! Aku tak ingin majikan aku marah, karna salah paham jika aku berpacaran dengan kamu, dan melupakan tugas ku sebagai babysitter. " Tolak Celine saat Anto hendak mengantar nya pulang.
" Ya udah kamu berhenti aja, aku yang akan membiayai hidup kamu ! Aku yakin mampu kok meskipun aku hanya seorang penjual bubur pagi. " Ujar Anto dengan percaya dirinya.
" Maaf...sekali lagi aku minta maaf padamu ! Aku tak bisa, ibu majikan aku sudah sangat baik padaku. Aku tak ingin membuat nya kecewa. Lagi pula aku minta maaf padamu, kalau aku tak menyukai kamu ! Tujuan aku di sini hanya belajar bukan mencari jodoh untuk pendamping hidupku ! " Ungkap Celine.
__ADS_1
Anto merasa kecewa, dia tak menyangka jika Celine akan menolak cintanya. Padahal dia sudah jatuh hati pada Celine. Dan dia ingin menjalani hubungan ini dengan serius.
Celine benar-benar antusias dalam menuntut ilmu di sekolah, hingga akhirnya dia selalu mendapatkan nilai - nilai yang bagus. Saat di rumah Celine juga selalu mengulang kembali pelajaran. Tentu saja hal itu membuat Mami Grace merasa senang.