Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Ungkapan hati


__ADS_3

Kini Hanif sedang menikmati makan malamnya, dia selalu suka apapun yang Emeli buat. Dan bahkan semenjak kehadiran Emeli, naf*sy makannya bertambah. Hal itu tentu saja membuat Emeli merasa bahagia.


"Kenapa kamu ga makan? Kok malah ngelihatin aku terus sih?" ujar Hanif.


"Aku tadi sudah makan duluan kak. Memangnya aku ga boleh perhatiin pria tampan di hadapan aku?" ucap Emeli membuat Hanif tersedak. Mendengar Emeli memujinya.


Melihat hal itu, Emeli langsung memberikan air putih untuk Hanif. Dan mengatakan agar Hanif makan lebih hati-hati. Hanif sudah selesai makan, dan mengajak Emeli untuk mengobrol. Hanif sudah tidak sabar untuk mengungkapkan perasaan hatinya kepada Emeli.


Bagi Emeli suasana apartemen terasa horor, terasa mencekam. Dia berusaha menerima apapun yang akan di katakan Hanif, sekalipun dia harus pergi dari apartemen milik Hanif.


"Wajah kamu kenapa tegang begitu? Sini duduk samping aku!" ujar Hanif.


Emeli duduk di sebelah Hanif, namun wajahnya tak seperti biasa. Tiba-tiba saja terlihat muram dan terasa tegang.


"Maaf kak! Kalau aku seperti ini. Aku takut jika kakak mengusir aku dari sini. Pasti kakak sekarang sudah punya pacar ya? Dan pacar kakak tak suka aku di sini? Jadi aku di suruh pergi dari sini. Aku ga apa kak cuma di jadikan pembantu di sini, asalkan aku masih di perbolehkan tinggal di sini! Dan aku juga janji akan menjaga jarak ke kakak agar, agar pacar kakak ga cemburu sama aku. Kakak bilang aja kalau aku cuma pembantu kakak! Please aku mohon!" ungkap Emeli di ikuti Isak tangis.


Mendengar penuturan Emeli, Hanif justru tersenyum. Dia tak menyangka jika Emeli berpikir sangat jauh. Dan tiba-tiba saja ide usilnya berniat mengerjai Emeli muncul.


"Iya kakak sudah punya pacar, dan ingin segera menikahi dia. Karna kakak sayang banget sam dia. Kamu masih ingin tinggal di sini memangnya?" ucap Hanif dengan serius, dia ingin mengerjai Emeli secara total.

__ADS_1


Dan dengan polosnya Emeli menganggukkan kepalanya. Membuat Hanif tertawa geli dalam hati. Melihat kepolosan istri kecilnya yang baginya semakin menggemaskan. Wajah Emeli terlihat mendung dan bahkan air matanya terus menetes membasahi wajahnya. Membuat Hanif merasa tak tega terlalu lama mengerjai orang yang dia sayang. Hanif menghapus air mata di wajah cantik Emeli.


"Baiklah jika kamu memaksa ingin tetap tinggal di sini, aku akan menuruti kamu! Tapi status kamu bukan menjadi pembantu aku, tapi menjadi permaisuri aku." ungkap Hanif membuat Emeli bingung dan terkejut.


"Maksud kakak apa sih? Aku ga ngerti deh?" sahut Emeli dengan wajah bingung. Dia tak mengerti ucapan Hanif. Bukankah Pria yang di hadapannya ingin menikahi pacarnya, tapi mengapa dia mau di jadikan permaisuri.


Hanif menarik nafasnya panjang, ternyata bicara dengan Emeli harus to the point tak bisa memakai kata kiasan.


"Maksud aku, wanita yang aku maksud itu kamu. Kamu adalah wanita yang aku cinta. Dan aku berniat ingin menikahi kamu dalam waktu dekat ini. Menjadikan kamu sebagai permaisuri aku di apartemen ini, bukan seorang pembantu." ungkap Hanif dengan tersenyum.


"Maksudnya, kakak melamar aku sebagai istri kakak?" tanya Emeli, memperjelas ucapan Hanif.


"Aku sayang sama kamu, dan aku sudah putuskan untuk menikah dengan kamu! Aku takut tak bisa untuk menahan hasrat terlalu lama, terlebih kita tinggal satu atap. Aku tak ingin kamu hamil sebelum kita menikah. Dua manusia beda jenis kelamin bersama, akan hadirnya yang ketiga yaitu setan. Aku mencintai kamu tulus bukan hanya sekedar naf*su. Makanya aku ingin menikahi kamu Minggu depan, agar kita melakukannya setelah halal. Giman kamu bersedia nikah sama aku?" ungkap Hanif. Hanif merenggangkan pelukannya dan menatap wajah Emeli lekat sambil tangannya merapihkan poni rambut Emeli.


"Iya Kak, aku bersedia! Aku juga sangat mencintai kakak. Aku sudah merasa nyaman dekat kakak. Terima kasih sudah mencintai aku dengan tulus." ujar Emeli.


Hanif akan segera mengurus proses pernikahannya. Berhubung ayahnya Emeli telah meninggal, maka wali yang akan menikahi Emeli. Emeli meminta Hanif untuk tidak mengundang ibu nya, dia ingin bertemu sang ibu setelah mereka resmi menikah. Hanif mengiyakan saja, semua dia serahkan kepada Emeli.


"Jika kamu setuju, besok kita ke mall untuk mencari cincin pernikahan kita karna Minggu depan kita akan menikah. Besok akan akan mengurus surat-surat untuk pernikahan kita. Dan lusa besok kita baru akan mencari untuk pernikahan kita. Ga apa ya jika cuma akad nikah saja? Yang penting kita sah aja ya?" ucap Hanif dan Emeli setuju. Yang penting pernikahan mereka sah di mata agama dan negara.

__ADS_1


"Ya sudah sekarang kamu istirahat! Besok pagi aku kerja dulu. Setelah makan siang aku akan meminta izin ke bos untuk pulang lebih cepat untuk mengurus pernikahan kita." ujar Hanif.


Dan akhirnya mereka sepakat untuk tidur. Meskipun Minggu depan mereka akan menikah, Hanif tak akan mengambil keperawanan Emeli sekarang-sekarang ini. Dia ingin menjadi sebuah surprise di malam pengantin mereka kelak. Hanif dan Emeli kini sudah berada di kamarnya masing-masing.


"Akhirnya.... setelah sekian lama menunggu jodoh, kini aku menemukan pelabuhan cintaku." gumam Hanif sambil tersenyum bahagia. Dia tak menyangka akhirnya Emeli menjadi istrinya. Berawal dari pertemuan tak sengaja dan berlanjut ke jenjang pernikahan.


❤️❤️❤️


Matahari telah menampakkan sinarnya dan perlahan menelusup masuk ke dalam. Hanif mengerjapkan matanya dan menengok ke sebelah. Entah sejak kapan Emeli tidur di sebelahnya.


" Ya ampun ni anak sejak kapan tidur di sini? Untung aja aku tadi tidur, ga tau dia tidur di sebelah aku. Kalau ga, aku pasti khilaf. Tahan Han, Minggu depan kamu akan nikah sama Emeli!" ini adalah cobaan terbesar untuk Hanif, bagaimana tidak daster yang di pakai Emeli menyingkap sampai ke atas paham memperlihatkan apem di balik kain segitiga Emeli.


"Ini anak kalau tidur lasak banget ya, kalau ada orang jahat bisa di manfaatin. Untung aja Minggu depan aku nikah, ga akan merasa pusing terus ini kepala atas dan bawah lihat tidur dia model begini." ucap Hanif gusar.


Hanif mencoba merapihkan daster Emeli dan ternyata hal itu membuat Emeli terbangun dari tidurnya dan justru malah salah sangka. Emeli langsung bangun.


"Kakak mau ngapain aku? Hiks...hiks.." ucap Emeli sambil terisak tangis.


Mampir yuk di karya bestie aku, di jamin ceritanya seru😄

__ADS_1



__ADS_2