Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Celine maha pemaaf


__ADS_3

"Mami sama papi mau ikut pulang ga? Biar kalian istirahat aja dulu hari ini! Kalian kan baru saja datang dan langsung ke sini, pasti kalian masih sangat cape! Besok kita ke sini lagi aja mi! Aku kangen pengen ngobrol sama mami, kan mumpung mami lagi di sini." ujar Celine. Dan akhirnya Cristian dan Leticia ikut pulang bersama Celine. Sedangkan Hanif sudah pulang lebih dulu dengan Emeli.


Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Meskipun Celine sudah bisa menyetir mobil, tapi papi Jo lebih sering menyuruh Celine pergi dengan di anter supir.


"Sayang...ini kenalin grandma dan ini grandpa! Ayo sini cium tangan!" ujar Celine kepada kembar.


Celine mengenalkan kembali mami dan papi tirinya kepada kembar, karna mereka belum pernah bertemu. Mami dan papi nya datang saat kembar baru lahir.


"Cucu grandma sama grandpa yang pintar. Kalian sudah besar-besar sekali. Grandma ke sini sewaktu kalian baru lahir. Sekarang sudah bikin grandma pangling." ucap Leticia.


Meskipun mereka masih keturunan luar negeri, tapi Celine selalu mengajarkan kepada anak-anaknya sesuai kebiasaan di Indonesia. Yang memiliki tata Krama, sopan santun dalam bersosialisasi.


"Ya udah sekarang mami sama papi istirahat dulu aja, ayo aku antar ke kamar kalian! Clara mau bobo sama mami ga? Apa Clare yang nemani mami bobo. Sementara waktu papi nemani nenek dulu bobo di rumah sakit." ujar Celine kepada sang mami dan kedua anak perempuannya.


Setelah mengantarkan mami Leticia dan papinya, Celine langsung ke kamarnya untuk mandi. Membersihkan tubuhnya. Tak lupa sebelum mandi, dia meminta kepada art nya untuk memasak, menyiapkan makanan untuk mereka makan malam.


Dan kini mereka sudah berada di meja makan, untuk menikmati makan malam bersama. Celine jadi teringat dengan sang suami, ada rasa rindu yang menderanya meskipun baru beberapa jam tidak bertemu. Setelah makan malam, mereka memilih untuk mengobrol dulu di ruang keluarga. Berbagi cerita.


"Mi, ibu tiri aku sakit gagal ginjal. Tadi sewaktu aku ke cafe, aku bertemu adik tiri aku. Dan dia menceritakan tentang kondisi mami tiri. Dia meminta aku untuk menengoknya." ungkap Celine.

__ADS_1


"Terus kamu mau menengoknya? Bukankah dia dulu jahat sama kamu? Untuk apa kamu baikin orang seperti itu." ujar mami Leticia.


Celine membalas dengan senyuman. Dia mengatakan bahwa Tuhan saja maha pemaaf. Dia sudah mengubur rasa sakit hatinya. Rencananya besok dia akan mengunjungi ibu tirinya. Leticia tak bisa melarangnya.


Kini Celine dan Clare sudah berada di kamar. Clare menemani sang mami tidur. sebelum tidur mereka melakukan panggilan video dulu kepada sang papi. Dia sudah merasa sangat kangen dengan sang papi, tapi mau gimana lagi. Sang papi harus menunggu sang nenek di rumah sakit.


"Mi, kapan adik aku lahir? Aku sudah tidak sabar main dengannya." ujar Clare. Celine menjelaskan bahwa sampai saat ini masih proses dan meminta Clare untuk sabar.


❤️❤️❤️


Celine, Leticia, Cristian, Clara dan kembar sudah berada di meja makan untuk menikmati sarapan pagi. Celine memberitahu kepada sang mami, bahwa pagi ini dirinya akan menengok sang ibu tiri dulu baru ke rumah sakit menengok ibu mertuanya. Celine juga harus mengantar kembar dan Clara sekolah.


"Mami pulang dulu ya! Nanti mami jemput lagi! Ingat jangan nakal ya di sekolah!" pesan Celine kepada kembar sebelum mereka masuk ke dalam sekolah.


Cairo dan Clare memiliki sifat yang berbeda. Cairo memiliki sifat cuek kepada siapa pun, tapi dia sangat melindungi sang adik yang menjadi kembarannya. Sedangkan Clare sering kali bersikap kritis, posesif kepada sang papi, dan manja.


Celine mengarahkan supirnya menuju ke rumah mami tirinya. Tak lupa dia mampir dulu di sebuah toko roti dan toko buah untuk membeli bingkisan untuk ibu tirinya. Celine juga membelikan cemilan-cemilan untuk ketiga anak Ernesta. Selain itu Celine sudah menyiapkan 1 buah amplop berisi uang 2 juta untuk Ernesta, untuk kehidupan mereka sehari-hari.


Kini Celine sudah sampai di rumah yang memiliki banyak kenangan untuk dirinya, baik kenangan buruk maupun indah. Tempat dia di lahirkan, mendapatkan kasih sayang dari sang ayah.

__ADS_1


"Kak Celine? Akhirnya kakak mau datang juga ke sini. Ayo kak silahkan masuk ke dalam! Silahkan duduk! Sebentar ya aku buatkan minum dulu." ujar Ernesta.


"Ga perlu! Kamu ga perlu repot-repot buat minuman, aku ga lama ke sini karna harus menjemput anak ku pulang sekolah. Di mana mami? Aku ingin bertemu." ujar Celine dan akhirnya Ernesta mengantarkan sang kakak ke kamarnya. Namun, sebelumnya Celine menyerahkan bingkisan yang dia bawa dulu kepada anak-anak Ernesta dan juga Ernesta. Tentu saja Ernesta mengucapkan terima kasih bahkan dia sampai meneteskan air mata rasa harunya. Meskipun dia dulu jahat, tetapi Celine tak membalasnya.


Hati Celine merasa terenyuh saat melihat ibu tirinya terbaring tak berdaya. Tubuhnya terlihat sangat kurus, hanya menyisakan tulang. Padahal dulu dia terlihat sangat sehat, saat berjaya di masanya. Dia sering kali menyakiti hati Celine, menghina, dan memperlakukan Celine secara kasar.


"Mi, Celine datang. Maaf aku baru sempat nengok mami. Mami cepat sehat ya!" ujar Celine di dekat telinga mami tirinya, tetapi mami Eva belum juga membuka matanya.


"Er, selama ini mami berobat di mana?" tanya Celine yang kini pandangannya beralih ke adik iparnya.


Ernesta menceritakan kalau selama ini sang mami tidak pernah berobat lagi. Karena tak memiliki uang untuk berobat. Mami tirinya memilih untuk pasrah, menunggu saatnya tiba. Mendengar orang mengobrol panjang lebar, mami Eva perlahan membuka matanya.


"Celine? Itu kah kau nak?" ucap Mami Eva lirih. Celine langsung menghampiri ibu tirinya dan mencium tangan ibu tirinya. Bagaimana pun saat sang ayah meninggal, ibu tirinya lah yang di jadikan dia tempat berpijak. Yang mengurus dirinya. Meskipun sang ibu tiri memperlakukan dirinya tidak baik. Tapi Celine tetap menyayanginya.


"Iya mi, ini Celine. Anak mami. Maaf Celine baru sempat menengok mami ke sini. Mami cepat sehat ya!" ujar Celine.


Mami Eva tak mampu membendung perasaannya sesalnya, dirinya merasa terharu karna anak tirinya masih mau bersikap baik kepadanya. Menengok dirinya. Kini mami Eva terisak tangis. Teringat kejahatan yang pernah dia lakukan dulu kepada anak tirinya. Menyuruh Celine untuk berhenti sekolah dan bekerja. Tetapi kini dia lah yang bisa membantunya, anak yang dulu sangat dia benci.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😍😘🙏

__ADS_1


__ADS_2