Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Pernikahan Clara


__ADS_3

Hari yang di nanti telah tiba. Clara dan George sudah terlihat tampan dan cantik, dan siap untuk mengikat janji sehidup semati. Pesta pernikahan Clara dan George di adakan sangat mewah. Sebenarnya Clara ingin di adakan secara sederhana hanya ingin di hadari keluarga terdekat saja, tetapi tentu saja sang papi tak menyetujuinya. Dia ingin pesta pernikahan anaknya di gelar secar mewah di hadiri ribuan tamu undangan yang hadir.


"Papi masih ga nyangka, anak papi yang dulu sangat manja, hari ini akan menikah dengan pria pilihan kamu. Papi berharap pernikahan kalian akan bahagia, saling menyayangi satu sama lain, dan kuat dari terpaan badai." ujar Papi Jo. Wajah papi Jo terlihat sedih melepas sang anak untuk menjadi milik suaminya.


"Clara sayang papi, sampai kapan pun Clara akan menyayangi papi." ucap Clara sambil memeluk sang papi. Papi Jo merenggangkan pelukannya dia tak ingin membuat sang anak menangis karena ulahnya.


Clara dan George terlihat sangat bahagia, karena akhirnya cinta mereka berlabuh di pelaminan. Jodoh memang tak pernah memandang perbedaan usia dan status. Tetapi pengalaman hidup membuat Papi Jo tak lagi memandang sebuah status seseorang.


Clara sudah resmi menjadi sepasang suami istri, ada rasa terharu yang di rasakan papi Jo saat menikahkan anak pertamanya. Serangkaian acara telah di jalani. Clara sudah boleh masuk ke kamar pengantin. Namun sebelum mereka melangkahkan kakinya, Papi Jo mengajak George bicara terlebih dahulu.


"Kamu lakukan pelan-pelan, jangan sakiti anak saya!" bisik papi Jo. Dia sangat tahu bagaimana rasanya mengambil keperawanan seorang wanita dan di ambil keperawanannya, hingga dia tak ingin sang anak merasakan sakit yang berlebih.


"Clara masuk dulu ya pi, mi! Clara sayang papi dan mami!" pamit Clara kepada kedua orang tuannya. Mereka tahu apa yang akan di lakukan sepasang pengantin baru saat malam pertama.


Kini mereka telah berada di kamar mandi, Clara terlihat malu-malu saat berada satu kamar dengan seorang pria. Rasa canggung menghampirinya.


George mendekatkan wajahnya dengan wajah Clara, semakin lama bibir mereka semakin mendekat. Perlahan tapi pasti, bibir mereka sudah bersatu bahkan ciu*man itu semakin memanas.


Tangan George mulai membuka resleting gaun pengantin yang di kenakan Clara, dan akhirnya gaun itu berhasil merosot ke bawah. Memperlihatkan body seksi dan tubuh putih mulus istrinya. Dan meninggalkan kain segitiga dan penutup bukit kembar milik Clara.


"Sayang...aku malu!" ucap Clara sambil menyilangkan tangannya menutupi kedua bukit kembarnya.


George langsung membuka pakaiannya begitu saja dan hanya meninggalkan kain segitiga yang menutupi miliknya. Setelah selesai, George langsung menggendong tubuh sang istri ke kamar mandi ala bridal style untuk mandi bersama.


"Eh, kamu mau ngapain? Biar aku saja sendiri! Aku bisa kok mandi sendiri." ujar Clara saat tangan sang suami ingin memegang tubuhnya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin membantu kamu menggosok punggung!" sahut George.


"Dasar modus! Aku bisa sendiri, kita mandi sendiri-sendiri saja!" ujar Clara.


George hanya tertawa geli melihat sikap istrinya yang judes. Dia berniat menunggu mencari celah saat sang istri lengah. Rencananya berhasil. George langsung menggunakan tubuh Clara dan meletakkannya di ranjang. Setelah itu, dia membuka kain penutup miliknya. Membuat miliknya terlihat sudah memberi hormat kepada istrinya Clara. Clara menelan saliva berkali-kali saat George memainkan miliknya.


"Apa itu cukup?" ujar Clara bergedik ngeri.


"Pastinya sayang. Awalnya memang sakit, tetapi selanjutnya milikku akan memberikan rasa nikmat luar biasa untuk kamu." sahut George membuat wajah Clara memerah.


Tentunya bagi seorang duda sudah tak aneh melakukan hubungan suami-istri, tak seperti Clara yang masih perawan sampai saat ini. Suatu keberuntungan bagi George menikah dengan seorang perawan.


George langsung melahap bibir istrinya lagi, membuat sang istri terhanyut dalam permainan bibirnya terlebih tangannya tak bisa diam mere*mas bukit kembar milik istrinya. Setelah puas bermain bibir, kini lidah George mulai mengeksplore leher jenjang istrinya dan semakin turun ke bawah hingga sampai di bukit kembar Clara.


"Aaahhh..." desau Clara saat mulut sang suami bermain di kedua bukitnya secara bergantian. Duda memang paling bisa menaklukkan hati seorang wanita. Tangan George menarik tangan Clara dan mengarahkan agar memegang miliknya.


"Aku ga mengerti bagaimana caranya?" tanya Clara, karena memang ini adalah pengalaman pertama bagi Clara. George memang seorang guru terbaik, dia mengajarkan Clara dengan penuh kesabaran. Mengajari bagaimana sang istri memuaskan dirinya. Hingga membuat leguhan-leguhan keluar dari bibir George, dia merasakan nikmat yang luar biasa.


"Sayang, aku sudah tidak tahan! Aku mulai ya! Apa kamu sudah siap?" tanya George lembut dan Clara menganggukkan kepalanya.


Mendapat lampu hijau dari istrinya, dia langsung membuka kedua pangkal paha istrinya dan mengarahkan miliknya ke lubang kenikmatan milik istrinya. George mencoba menghentak-hentakkan miliknya namun tak bisa-bisa. Namun dia tak patah semangat, masih terus mencobanya


"Aaaaww...sakit!" teriak Clara. Saat miliknya berhasil menerobos dinding milik sang istri.


George menghentikan sejenak, dia ingin sang istri merasa tenang dulu. Dia merasa tak tega saat melihat sang istri meneteskan air mata.

__ADS_1


"Maaf jika kamu harus merasakan sakit di awal. Apa aku hentikan saja permainan kita saat ini? Agar kamu merasa tenang dulu." ujar George, dia merasa


kasihan dengan istrinya.


Dan di saat George merasa istrinya sudah merasa tenang, dia langsung memacunya lagi. Memaju mundurkan miliknya menerobos milik istrinya. dan akhirnya dia berhasil melakukan malam pertamanya.


"Makasih sayang, kamu telah menjaganya untuk aku!" ucap George sambil mengecup kening istrinya.


"Aaaw..." ringis Clara.


"Sakit. Gimana ini?" ujar Clara yang masih merasa sakit di area sensitifnya.


George langsung menggendong tubuh sang istri membawanya ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan, George menggendong kembali sang istri dan meletakkan sang istri di ranjang.


"Tolong ambilkan baju aku di tas!" ujar Clara kepada suaminya.


"Malam ini aku tak akan membiarkan kamu untuk memakai baju!" sahut George.


"Kamu ini, milikku masih terasa sakit! Tega kamu!" rajuk Clara.


George naik ke ranjang dan mengukung tubuh istrinya kembali.


"Aku akan membuat kamu tak merasa sakit lagi!" bisik George dengan sesensual mungkin. Membuat aliran darah Clara berdesir hebat.


George memulai permainan lagi, istrinya kini sudah menjadi candunya. Dan Clara sudah mulai terhanyut dengan permainan suaminya. George memang seorang yang berpengalaman, membuat sang istri tak bisa menolaknya. Tangannya sudah sangat terampil membuat tubuh sang istri bergelinjang hebat merasakan sensasi yang luar biasa. Dan akhirnya mereka melakukan penyatuan kembali.

__ADS_1


Mohon maaf author bikin adegan panas, makanya up nya malas setelah buka puasa๐Ÿ˜๐Ÿ˜„๐Ÿ™


__ADS_2