Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Cilok


__ADS_3

Setelah mendapatkan apa yang di inginkan, Jo dan Celine pamit dan mengucap terima kasih kepada sang pemilik pohon mangga. Berbeda dengan Hanif yang memilih untuk cuek. Bagaimana tidak dirinya memasang wajah perang saat itu. Nek Odah melamar Hanif saat itu juga, tentu saja hal itu membuat Hanif bergedik ngeri. Sedangkan bos minim akhlak nya justru tertawa puas, menertawakan dirinya. Bahkan Hanif dan Celine baru melihat Jo tertawa seperti itu.


" Udah terima aja! Dari pada kamu jadi bujang lapuk!" goda Jo membuat Hanif bertambah jengkel kala mengingat nek Odah mengungkapkan perasaannya tadi kepada nya.


" Mending gw jadi bujang lapuk dari pada harus mati mendadak karna meminum susu yang sudah expired. Seperti tak ada wanita muda saja di dunia ini." gerutu Hanif dalam hati. Dia lebih memilih mengumpat dalam hati dan tidak merespon ucapan bosnya.


" Sayang...apa ada sesuatu yang kamu inginkan?" tanya Jo kepada istrinya. Dan Celine hanya menggelengkan kepalanya.


Namun tiba-tiba saja dia menginginkan sesuatu, dan meminta Hanif untuk berhenti.


" Ada apa sayang?" saat mendengar istri meminta Hanif memberhentikan mobilnya.


" Aku mau itu! Cilok bumbu kacang!" ucap Celine sambil menunjuk ke arah gerobak yang menjual cilok.


" Ya Tuhan mengapa anak ku menyukai cilok seperti ku dulu? Apa nantinya anak ku akan memiliki wajah tampan seperti aku karna sering makan cilok?" ujar Jo dalam hati.


Demi mengenang masa lalu dan mewujudkan keinginan istrinya, Jo langsung turun untuk membeli cilok.


Demi cilok, Jo rela turun dan menyebrang ke tempat gerobak cilok.


" Bang cilok nya 50 ribu! Tapi saya minta dulu 10 ribu, mau saya makan langsung!" ujar Jo dan Abang cilok langsung menyiapkan lebih dulu pesanan yang untuk di makan saat ini. Dan menurut Jo dengan uang 50 ribu dirinya bisa mendapatkan banyak cilok.


" Ga salah itu bos duduk di sana sambil menikmati makan cilok? Ternyata suami buleku suka cilok juga." ujar Celine dan Hanif yang memiliki pemikiran masing-masing.


Jo makan dengan lahap, selain lapar dirinya memang sangat menyukai cilok. Dan hal itu yang membuat dirinya di panggil cilok oleh Combreng. Dengan cueknya, Jo menyebrang dan menenteng plastik berisi cilok untuk istri nya.

__ADS_1


" Ini cilok nya!" ujar Jo sambil menyerahkan satu kantong putih berisi cilok beserta bumbu kacang nya.


" Kamu suka cilok juga?" tanya Celine dan Jo menceritakan jika cilok merupakan makanan asli Indonesia yang menjadi makanan kesukaannya dulu.


" Ingat setelah sampai kamu harus makan dulu, dan setelah itu baru kamu makan mangga muda dan cilok nya!" ucap Jo. Dia selalu berusaha memperhatikan kandungan gizi asupan makanan untuk kedua baby nya yang masih berada di perut sang istri.


Hari ini Jo tidak jadi bekerja. Dia memilih menikmati kebersamaan dirinya dengan istri dan anaknya. Menemani sang istri makan mangga muda dan menikmati cilok yang tadi di belinya. Dan lucunya Jo yang justru lebih semangat makan cilok nya. Membuat Clara dan Celine menggeleng-gelengkan kepalanya.


❤️❤️❤️


" Kamu kenapa yang? Kok dari tadi bolak balik masuk kamar mandi terus?" tanya Celine karna melihat suaminya yang lebih dari tiga kali keluar masuk kamar mandi.


" Mules perut aku. Pasti karna aku kebanyakan makan cilok bumbu kacang ini. Perut jadi berontak begini." sahut Jo dengan wajah yang masih meringis merasakan perutnya yang melilit. Bahkan dirinya sampai mengeluarkan keringat dingin dan wajahnya tiba-tiba saja pucat.


Jo menyenderkan tubuhnya di sofa yang berada di kamar mereka, tubuhnya terasa lemas. Setelah teh hangat datang, Celine langsung memberikannya kepada suami tercintanya.


" Minumlah dulu! Semoga perut kamu menjadi hangat dan bisa menghentikan diare kamu!" ucap Celine sambil memberikan satu gelas berisi teh hangat.


" Gara-gara cilok ini, gw jadi tersiksa gini. Orang tadinya mau minta imbalan manjat, eh malah diare begini. Gagal deh bercocok tanam si pisang tanduk." gerutu papi Jo.


Jo melirik ke arah sang istri yang sudah tertidur lebih dulu, sedangkan dia masih terus terjaga. Belum bisa tidur. Bahkan perutnya kini masih merasa melilit.


Celine terbangun dari tidurnya, dan melihat sang suami yang masih terjaga.


" Masih sakit perutnya?" ucap mami Celine yang ikut duduk di sebelah suaminya. Dan papi Jo hanya menjawab sedikit. Dia tak ingin membuat sang istri merasa khawatir.

__ADS_1


Papi Jo tak kuasa menahannya saliva nya, saat melihat semangka mami Celine yang luber. Terlebih saat ini jarak mereka sangat dekat. Dan mami Celine sedang mengelus lembut rambut papi Jo yang membuat suasana terasa mencekam membuat otak dan pisangnya cenat cenut.


" Kamu mau apa?" tanya Papi Jo, saat melihat mami Celine duduk di pangkuannya dan mengalungkan tangannya di leher papi Jo membuat papi Jo tambah panas dingin. Matanya sudah terlihat sayu. Dengan nakal mami Celine langsung melu*mat bibir suaminya. Namun papi Jo tak bisa menikmatinya, karna tiba-tiba dia merasa mulas lagi. Hingga meminta sang istri turun. Papi Jo langsung kocar-kacir ke kamar mandi.


" Sia*LAN ni perut! Ga bisa di ajak kompromi banget! Kalau perut ga mules, langsung gw rejeng tuh sih mami." umpat Jo.


Sungguh sakit perut ini sangat menyiksa papi Jo. Dia harus terus menahannya, padahal mami Celine sudah siap untuk di terkam. Hingga akhirnya membuat papi Jo merasa uring-uringan. Terlebih kini mereka sudah berada di ranjang


" Udah kamu tidur lagi sana!" ucap papi Jo. Papi Jo sengaja menyuruh mami Celine tidur, lagi pula pisang tanduk nya pun sedang melehoy.


❤️❤️❤️


Hari telah berganti, malam pun sudah berlalu. Papi Jo terlihat masih tidur. Karna dia baru tidur jam 5 pagi. Sedangkan mami Celine baru saja selesai mandi dengan wangi tubuh yang semerbak.


" Sayang...kamu ga ke kantor hari ini? Perut kamu gimana sudah enakan?" ucap mami Celine lembut.


Mencium wangi tubuh dan suara mami Celine membuat papi Jo perlahan membuka matanya.


Tanpa basa basi papi Jo langsung mendorong tubuh mami Celine. Dan membuka kancing dress nya satu persatu dan menaikkan ke atas bra istrinya untuk mempermudah dirinya untuk menghisap duo semangka secara bergantian dan mere*masnya.


" Aaahhh..." Desau Mami Celine. Saat sang suami bermain di puncak bukit nya.


" Yang...u-udah! Aaahhh.." Kalau udah begini papi Jo pasti ga akan mau berhenti.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, terus beri dukungan untuk karya ini 🙏🙏😍😘

__ADS_1


__ADS_2