Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Bicara dari hati ke hati


__ADS_3

" Maaf. " Tanpa sadar Jo melepaskan Celine begitu saja hingga membuat Celine terjatuh.


" Awww..." Ringis Celine. Tentu saja melihat Mis nya jatuh, Clara langsung memainkan sepatu roda nya menuju papi dan Mis kesayangannya.


" Papi, kok Mis di jatuhin sih ? " Cecar Clara yang tak terima Mis nya terjatuh.


" Ma-maaf papi ga sengaja. " Jo terlihat kikuk di hadapan dua wanita.


Dan akhirnya Jo membantu Celine untuk keluar dari arena. Moodnya menjadi anjlok. Dan akhirnya mereka bertiga keluar dari arena bermain. Dan mencari tempat duduk.


" Lin, maaf ya ! Sakit ya ! " Ucap Jo merasa tak enak hati. Jo jadi salah tingkah. Menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.


" Ga apa tuan. Saya baik-baik aja ko ! Tadi cuma kaget aja, lagi pula saya tau tuan ga sengaja melakukannya. " Sahut Celine. Membuat dua wanita beda usia saling memberi kode yaitu Mami Grace dan Clara.


Dan akhirnya mereka berempat keluar dari mall. Dan sedang dalam perjalanan pulang. Celine kembali duduk di depan bersama Jo.


Kring...Kring...Kring


Ponsel Celine terus berdering, dia teringat jika ponselnya belum dia silent. Hingga akhirnya dia meraih ponselnya dari tasnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Angkat saja Lin telpon nya, kali aja penting ! Kamu ga perlu sungkan sama kami ! " Ucap Mami Grace.


" Gak-gak apa nyonya. Nanti saja jika sudah di rumah. Tidak ada yang penting, hanya teman. " Sahut Celine gelagapan.


" Pasti cowok ingusan tadi yang menghubungi Celine. " Gerutu Jo yang masih fokus mengendarai mobil. Rasanya ingin dia pecahin ponsel Celine, agar tak ada yang bisa menghubungi Celine.

__ADS_1


Suasana terasa hening. Mami Grace dan Clara sudah tertidur. Rencananya Jo akan mengantar mami nya pulang dulu, baru pulang ke rumahnya. Sedangkan Celine sibuk bermain ponsel, chat dengan Vino. Vino berniat mencari tahu semuanya, namun secara perlahan.


Jo melirik tak suka melihat Celine yang tersenyum bahagia karna Vino sedang menggombal. Memperlihatkan bahwa Celine sedang kasmaran. Takdir memang lucu, setelah bertahun-tahun berpisah kini mereka di pertemukan dan kini harus terpisah.


" Seneng banget yang lain chatting. Sampe ga peduli orang di sebelah. " Gerutu Jo.


Lah...kamu itu siapa ??? Wkwkkw πŸ˜πŸ€£πŸ˜€


" Ya ampun aku baru inget, kalau aku ada janji sama Sean mau ketemuan sama dia. Sean juga kenapa ga menghubungi aku ya ? Jangan-jangan istrinya sudah melahirkan ? Aku nanti harus menghubungi dia. " Ucap Jo.


Tak terasa kini mobil yang membawa mereka telah sampai di kediaman mami Grace. Jo memarkirkan kendaraanya.


" Mi, udah sampai ! " Ucap Jo yang kini membangunkan sang mami. Hingga akhirnya mami Grace meleguh dan membuka matanya.


" Kamu mampir dulu ga ? " Tanya Mami Grace pada sang anak. Sedangkan Celine sudah turun di luar.


Celine berpindah tempat ingin duduk di depan, tapi Jo meminta Celine untuk naik kembali untuk tetap duduk di depan. Dengan alasan agar Clara tak merasa sempit. Padahal mah modus pengen berdekatan dengan Celine.


Hening


Sejenak terasa hening.


" Kamu laper lagi ga ? " Tanya Jo basa-basi membuka obrolan. Terlebih dia merasa kesal melihat sikap Celine yang benar-benar tak menganggap dirinya ada. Bahkan saat Jo bertanya, Celine tak menjawab dan malah cekikikan sendiri.


" Hello...saat ini lagi bicara sama kamu ! " Sindir Jo keras. Jo sengaja berbicara pada Celine sedikit berteriak.

__ADS_1


" Eh..eh iya tuan maaf. Ada apa ya ? " Tanya Celine sambil memasukkan ponselnya ke tasnya.


Jo menarik nafas panjang mencoba untuk menenangkan dirinya untuk sabar.


" Kamu laper ga ? Tadi saya lihat kamu ga makan sama cowok itu. " Ujar Jo yang tanpa sadar memberi tahu pada Celine jika dirinya memperhatikan Celine selama di restoran ayam kriuk. Tentu saja membuat Celine melongo lalu memicingkan matanya ke arah Jo.


" Ma-maksud saya ! Tadi kan saya menghampiri kamu, pas manggil kamu terus saya sempat melihatnya kalau kamu ga makan cuma minum. " Alasan Jo. Celine ga tau jika jantung Jo hampir copot.


" Kamu yakin mau menikah sama dia ? Sepertinya dia belum mapan, sampai-sampai beliin kamu makan aja ga mampu ! " Sindir Jo. Padahal dia ga berniat bicara seperti itu, pengennya langsung to the point jika dirinya menyukai Celine.


" Dia masih kuliah di Korea Selatan dan tahun depan baru lulus dan kemungkinan dia akan menggantikan posisi Daddy nya mengurus perusahaan. Kalau masalah ga mampu. Dia sangat mampu kok, dia dari keluarga yang kaya. Memang saya yang tidak mau makan. Kami sih saling mencintai, cuma masih harus terpisah. Karna dia harus kembali ke Korea. " Ungkap Celine membuat wajah Jo berubah merah menahan rasa malu. Sakit, sungguh sakit hatinya kini. Wanita yang dia ingin cintai, ternyata sudah mencintai pria lain. Ternyata laki-laki yang dia hina bukanlah orang sembarangan dan cukup berat untuk saingan. Vino tampan, dari keluarga kaya, dan Celine mencintainya. Jo tampan, kaya, mapan, tapi duda anak satu dan usianya cukup jauh dari Celine. Perbedaannya 12 tahun. Namun sayangnya, keluarga Vino belum tau menerima Celine apa tidak sedangkan Mami Grace sudah sangat menyayangi Celine dan bahkan dia adalah orang yang sangat berjasa di kehidupan Celine.


" Tuan, kalau menurut saya lebih baik kita langsung pulang aja ! Kasihan Non Clara sedang tidur pulas, nanti tidurnya terganggu. " Sahut Celine mengalihkan pembicaraan tadi yang membuat suasana tegang dan Jo setuju. Dia juga merasa tak tega jika harus membangunkan sang anak. Hingga akhirnya Jo memilih untuk memesan makanan lewat drive thru.


Dan jika sudah seperti ini, baru papi Jo klepek-klepek seperti ikan kekurangan air.


" Lin, kamu mau ga mencoba menjalin hubungan sama saya ? Ya hitung-hitung kita saling kenal dulu satu sama lain. " Ucap Jo yang akhirnya mengungkapkan perasaannya.


Celine terdiam. Sungguh hatinya merasa bingung harus seperti apa. Jujur saat tadi dirinya bertemu kembali dengan Vino dan berbincang lewat pesan chat, ada perasaan bahagia yang di rasakan Celine. Namun dia masih merasa ragu untuk menunggu Vino. Dia takut merasa sakit, jika akhirnya cinta dia dan Vino akan terpisah tanpa restu kedua orang tua Vino.


" Ka-kamu ga mau ya ? Karna saya seorang duda dan telah memiliki anak ? " Tanya Jo yang akhirnya memilih menepikan dulu mobilnya. Untuk berbicara serius, bicara dari hati ke hati.


" Lin, memang usia aku lebih tua dari dia. Statusku juga duda dan telah memiliki anak. Pasti kamu akan merasa berat untuk menerima aku, tapi aku mohon padamu untuk memberikan kesempatan padaku untuk membuktikannya ! " Ucap Jo serius dan kini memberanikan diri meraih tangan Celine dan memegangnya.


" Tatap aku Lin, aku serius. Maafkan aku yang selama ini ga pernah sadar dengan perasaan aku ke kamu. " Ucap Jo. Dan kini mereka saling menatap.

__ADS_1


Kirimin bunga, kopi, dan vote untuk author πŸ˜πŸ€£πŸ˜€πŸ˜„πŸ˜˜πŸ˜πŸŒ·β˜•πŸ™


__ADS_2