Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kepulangan Combreng


__ADS_3

"Ya Halo Breng, kenapa?" ujar Papi Jo membuka obrolan di telepon.


"Gw da sehat Jo. Gw seneng banget. Semoga penyakit gw ga kambuh lagi. Gw pengen kumpul sama Lo dan hidup bahagia sama Mila dan calon anak gw." ungkap Combreng dengan nada bahagia. Dia tak mampu berkata-kata lagi. Hatinya merasakan bahagia.


"Berarti Lo sudah boleh pulang ya? Tinggal berobat jalan ya?" tanya Papi Jo memastikan.


Papi Jo akan menyuruh Hanif untuk mengurus kepulangan Combreng ke tanah air kembali. Sebenarnya dia ingin sekali mengajak Hanif beserta Emeli, Celine sang istri tercintanya menikmati liburan ke Singapura tapi waktu belum berpihak pada nya.


❤️❤️❤️


"Sayang...aku harus berangkat ke Singapura. Aku harus mengurus kepulangan bang Combreng kembali ke Jakarta. Kemungkinan dua hari di sana ." ujar Combreng.


"Aku ikut. Hiks...hiks...kamu tega ninggalin aku sendiri di apartemen." ujar Emeli yang sudah terisak tangis


Tentu saja hal itu membuat Hanif merasa tak tega untuk meninggalkan sang istri sendiri di apartemen. Terlebih kini Emeli menangis tersedu-sedu di hadapannya, semakin Hanif merasa berat meninggalkan istrinya.


"Cup...cup...cup udah donk jangan nangis! Aku kan bmmedih lihat kamu begini. Aku juga ga mau pergi sebenarnya, tapi mau gimana lagi. Aku kan hanya menjalankan tugas." ucap Hanif. Dan Emeli mencoba mengerti ucapan suaminya.


Hanif menjelaskan kepada sang bos tentang istrinya menangis minta ikut dengannya. Dia menjadi merasa tak tega untuk meninggalkan sang istri di apartemen sendiri.


"Ya sudah kamu bawa saja ke sana! Tapi sebelumnya kamu periksakan dulu kandungannya ke dokter, kamu konsultasikan tentang kepergian kamu ke sana! Ga apa lah sekalian kalian bulan madu yang tertunda. Biar Emeli tau negara Singapura." ujar Papi Jo. Dan Hanif merasa bahagia bisa membawa sang istri ke luar negeri.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Hanif sudah mengkonsultasikan kepada dokter tentang kondisi sang istri dan rencana kepergian mereka. Dan semua baik-baik saja. Hanif bisa membawa serta sang istri ke sana.


"Makasih ya sayang...kamu memang suami luar biasa." puji Emeli.


Emeli langsung meraup bibir sang suami. Hanif yang awalnya merasa kaget kini sedang menikmati permainan bibir sang istri. Tangan Emeli tak tinggal diam, meraba titik sensitif sang suami.


"Aaahhh...sayang." racau Hanif. Hanif tak kuasa menahan desauannya. Rasanya begitu nikmat.


Mata mereka kini saling pandang. Seakan meminta izin kalau dirinya sangat menginginkannya. Emeli memang paling bisa membuat sang suami tak berdaya. Emeli lah yang kini menjadi pemimpin permainan itu, tentu saja membuat Hanif merasa bahagia. Emeli semakin mempercepat memompa. Hasratnya sudah menggebu-gebu. Tangisan berakhir dengan leguhan, memberi kenikmatan di ranjang.


❤️❤️❤️


Emeli dan Hanif sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Singapura. Mereka akan melakukan bulan madu sekaligus menjemput Sahabat bosnya. Paket bulan madu spesial sang bos berikan untuk mereka.


"Hei...mengapa kamu menangis? Aku tak akan membiarkan kamu menangis. Aku ingin membuat kamu selalu bahagia biar anak kita selalu bahagia." ujar Hanif dan Emeli hanya mampu menganggukkan kepalanya. Dirinya merasa terharu dengan sikap manis suaminya kepadanya.


Kini mereka sudah menginjakkan kakinya di Singapura. Mereka langsung pergi ke hotel tempat mereka akan menginap. Emeli merasa terkesima melihat kamar hotel yang sangat mewah. Ini adalah hal pertama baginya, selama hidupnya.


"Sebaiknya kita istirahat dulu, aku akan mengabari bang Combreng dulu. Yang penting kita sudah sampai di sini, kita ke sana siang atau sore aja." ucap Hanif.


Hanif langsung membersihkan tubuhnya dan keluar hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Membuat Emeli tak kuasa menahan Saliva nya, roti sobek suaminya yang selalu membuat otaknya traveling.


"Hei...mengapa wajah kamu memerah? Pasti kamu lagi mikirin milikku yang gagah perkasa kan?" goda Hanif.

__ADS_1


Dia sangat tahu kalau sang istri sangat tergila-gila dengannya. Hanif merasa beruntung telah memiliki Emeli. Wanita yang menerima dia apa adanya dan sangat mencintainya.


"Sayang...aku lelah. Kita istirahat dulu ya! Kasihan anak kita." ujar Emeli. Dan akhirnya Hanif menuruti keinginan istrinya. Dia tak mau sang istri merasa kelelahan. Dan akhirnya mereka hanya saling berpelukan di ranjang tak melakukan ritual. Hanif merasa tak tega.


Sebelum tidur, Hanif menghubungi bos nya dulu untuk menyampaikan kalau dirinya sudah sampai di Singapura, hanya saja mereka memilih untuk beristirahat dulu. Hanif juga menghubungi ponsel sahabat bos nya, untuk memberi tahu keberadaannya yang sudah di Singapura namun baru besok mengurusnya


❤️❤️❤️


Emeli sangat menikmati momen bulan madu mereka. Hanif benar-benar memanjakan sang istri. Dia mengajak Emeli ke pusat perbelanjaan di sana. Hanif juga mengajak ke beberapa tempat hiburan di sana. Emeli dan Hanif sudah sampai di apartemen yang Combreng tempati.


"Bang, maaf kepulangannya di tunda sedikit ya. Saya sama istri mau bulan madu dulu." ujar Hanif kepada Combreng. Combreng menyerahkan semuanya kepada Hanif, dia ikut saja. Rencananya Hanif akan berbulan madu selama dua hari dan baru mengurus sahabat bosnya.


❤️❤️❤️


Hari yang di nanti telah tiba. Mereka berempat akan kembali ke Jakarta. Menjalankan kehidupan seperti biasa. Papi Jo memang luar biasa, hatinya sangat mulia. Dia tak menyuruh sang sahabat untuk bekerja. Dialah yang akan membiayai hidup sahabatnya.


"Akhirnya aku bisa bernafas lega, menikmati dunia. Terima kasih Tuhan. Engkau Memang luar biasa. Di saat manusia merasa tak yakin, kamu lah yang meyakinkan aku untuk bertahan hidup." ujar Combreng. Hatinya merasa sedih karna akhirnya dia bisa kembali dalam keadaan sehat kembali.


Papi Jo sudah sampai di Bandara. Dia ingin menyambut kedatangan sang sahabat dari pengobatan.


"Selamat bro. Gw ikut bahagia, karna akhirnya Lo bisa sehat kembali. Selamat datang kebahagiaan. Tapi Lo jangan cape-cape dulu ya! Lo harus banyak beristirahat! Untuk biaya hidup kalian, gw yang akan biayai. Kalian ga perlu bingung. Untuk Lo Breng, nanti kalau Lo udah sembuh total, Lo kerja di tempat gw aja ya!" ujar Papi Jo.


Combreng tak tahu bagaimana caranya dia akan membalas semua kebaikan sahabatnya. Sahabatnya itu memang sungguh luar biasa. Hatinya sangat mulia. Tak ada satu orang pun yang seperti dia di dunia.

__ADS_1


"Santai bro! Inilah peranan seorang sahabat. Gw menolong Lo karena Lo memang patut gw tolong." ujar papi Jo.


__ADS_2