Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Arti hadirmu


__ADS_3

Ternyata bukan hanya Jo yang merasa berat berpisah untuk sementara dengan sang istri. Celine pun merasakan hal yang sama dengan sang suami.


" Aku pergi ya yank, kamu ga perlu antar aku ke bandara. Kasihan Clara. Nanti sore kamu juga kan harus ke sekolah. " ucap Jo lembut.


Celine menganggukkan kepalanya, memang benar yang di katakan suaminya. Kasihan anak tirinya jika terlalu banyak di tinggal.


Jo mengecup kening, kedua mata, kedua pipi, dan berlabuh di bibir sang istri dan me*lu*matnya.


" Cih...bos ga ada akhlak ! Dengan cueknya berci*uman di depan gw. " gerutu Hanif dan akhirnya memilih meninggalkan bos nya dengan istrinya dan menunggu di luar.


" Ayo kita keluar bersama ! Apa kamu sudah menghubungi pak Supri ?" ucap Jo saat melangkahkan kakinya keluar. Karna bermesraan dengan istrinya, dia sampai untuk menghubungi pak Supri. Dia pikir Celine sudah menghubungi pak Supri, namun Celine menggelengkan kepalanya. Bahwa dirinya pun belum sempat menghubungi pak Supri.


" Aku naik taksi online aja. Ya udah kamu langsung ****** aja, nanti kalau ketinggalan pesawat gimana ? " sahut Celine.


" Ga ! Aku ga akan membiarkan kamu berduaan sama supir taksi online ! Biar aku sama Hanif yang naik taksi online dan kamu di antar supir kantor pakai mobil kita !" ucap Jo membuat Celine menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang mulai terlihat posesif.


Kini Celine sudah dalam perjalanan pulang ke rumah, dia teringat akan anak tirinya yang sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.


" Huhft baru mau jalan aja, perasaan udah kangen aja sama Celine. Kenapa aku baru terpikir sekarang-sekarang ini sih untuk menikahi dirinya. " ucap Jo dalam hati. Jo berusaha menutupi kegelisahannya. Tekadnya saat ini sudah bulat, dia harus ke Medan hari ini agar semua permasalahan di sana segera selesai.


Kini Celine sudah sampai di rumah dan segera memasuki rumah mencari keberadaan anak tirinya. Dan ternyata Clara sedang tidur siang.


" Maafin mami ya tadi sempat meninggalkan kamu. Kamu jadi pulang dan tidur sendiri deh dan saat nanti kamu terbangun, mami sudah ga ada. Maafkan mami yang terpaksa harus ninggalin kamu, semoga mami bisa Lulu dengan cepat. " ucap Celine lirih sambil menatap sang anak yang sedang tertidur pulas.

__ADS_1


Celine bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.


" Ingat ga usah tebar pesona sama cowok yang ga jelas ! Titip salam buat Clara ! Nanti kalau aku sudah sampai di Medan, aku akan segera menghubungi kamu ! I Love You." Tulis Jo di pesan chat.


" Iya bawel ! Nanti aku sampaikan sama Clara, Clara nya lagi bobo. Love you too. " balas Celine. Celine mengirimkan foto Clara yang sedang tertidur pulas. Entah sejak kapan dirinya merasakan jatuh cinta dengan suaminya. Bahkan tak sedikit pun dirinya mengingat kekasihnya yang sedang kebingungan karna kehilangan jejak dirinya. Saat malam sebelum pernikahan, Celine memutuskan untuk melakukan pemblokiran nomor kekasihnya.


Selama di pesawat dia selalu teringat istri polosnya yang sudah tak polos lagi. Jo teringat akan kenangan dulu, bagaimana dirinya berusaha menolak untuk mencintainya karna Celine hanyalah babysitter anak ya tidak sekelas dengannya. Tapi pada akhirnya kini dia sangat mencintai Celine. Hadirnya Celine sangat berarti di hidupnya, membuat Jo menjadi lebih bersemangat dan hidupnya kini penuh warna. Jatuh cinta memang berjuta rasanya.


Setelah mengudara beberapa jam, kini dirinya sudah sampai di Medan. Jo langsung meraih ponselnya, tujuannya tentu saja untuk menepati janjinya pada sang istri. Jo berjanji saat dirinya sampai di Medan, dia akan langsung menghubungi sang istri.


" Huhft...Kemana sih ni orang, di telpon ga di angkat ! Kebiasaan !" gerutu Jo. Sejak di Bandara sampai hotel, sang istri tak juga mengangkat telpon dari nya. Membuat Jo merasa gelisah takut terjadi sesuatu dengan istrinya. Hingga akhirnya dia sampai menghubungi Bi Midah menanyakan keberadaan sang istri yang ternyata belum pulang dari sekolah.


Berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 19.00, Jo dan Hanif memilih makan dulu sebelum masuk ke dalam kamar.


Dan akhirnya baru panggilan yang terakhir, Celine baru mengangkatnya.


" Ya..ada apa ? Sudah sampai Medan ya ? " tanya Celine kepada suaminya di panggilan telepon dengan santainya. Dia tak tahu jika sang suami sudah kebakaran jenggot, karna telepon darinya berkali-kali ga di angkat.


" Ya aku sudah sampai. Kamu di mana sih ? Sama siapa ? Kenapa ga di angkat telepon ku dari tadi ? Kenapa kamu belum pulang ? Pulangnya nanti di jemput supir aja ! " Serentetan pertanyaan di ucapkan Jo kepada Celine.Terlebih sang istri tak memanggil dirinya sayang.


" Nanya seperti orang lagi interogasi aja ? Maaf tadi aku lagi belajar kelompok sama teman-teman. Dan seperti biasa ponsel aku silent dan di taro di tas, biar aku tak merasa terganggu. Aku nanti pulang bareng teman, jadi aku ga perlu sama supir ! " sahut Celine. Tentu saja membuat suami posesif nya terus mengomel. Dan karna merasa malu, Celine langsung mengakhiri panggilan dan mematikan ponselnya. Karna dia juga akan segera pulang ke rumah.


Jo telah sampai di kamar hotel, dia memilih langsung mandi membersihkan tubuhnya. Setelah itu merebahkan tubuhnya di ranjang. Bayangan wajah Celine terus menari di pikirannya. Senyum manis, tawanya, duo semangka, saat bercinta dengan Celine semua tak terlepas. Tentu saja hal ini membuat Jo merasa gelisah, karna merasa kangen.

__ADS_1


" Coba aku bawa Celine, jadi kan ga kesepian seperti ini. Ada kesibukan. " ucap Jo lirih. Namun dirinya tak bisa egois begitu saja, meskipun dirinya bisa melakukannya.


Jam menunjukkan pukul 21.00, Jo masih belum bisa memejamkan matanya. Padahal dulu sebelum menikah dengan Celine, Jo sudah terbiasa. Saat masih dengan Selena pun sama. Ini bukan hal pertama kali bagi Jo untuk melakukan perjalanan dinas. Namun inilah yang paling terberat untuk menahannya.


" Kemana lagi sih ni orang, heran susah banget di hubungi ?" Lagi-lagi Jo mendumel, karna Celine tak juga mengangkat telepon dari nya.


Kali ini ponselnya di bunyikan, karna dia ga mau kejadian seperti tadi. Mendengar ponselnya berbunyi , Celine terpaksa cepat-cepat keluar dari kamar mandi karna tak ingin suaminya itu akan mengomel.


Telat Celine, sebelum ini suami kamu sudah mencoba menghubungi kamu selama tiga kali. Mungkin karna gemercik air shower di kamar mandi membuat dirinya tak mendengar. Dan baru saat akan memakai handuk, dia mendengar ponselnya berbunyi.


Tak memakai bathrobe, dan hanya memakai handuk kecil yang di lilitkan di dada nya.


Nyeeesss


Jantung Jo langsung meloncat-loncat, bulu kuduknya langsung berdiri, dan Jo pun berusaha keras menelan Saliva nya. Mungkin jika dia ada di sana, Jo pasti akan langsung menerkam sang istri.


" Kamu habis ngapain ?" pertanyaan bodoh keluar dari bibir Jo. Pasti jawabannya habis mandi, masa habis masak atau mencuci.


" Jangan gitu donk yang, please jangan siksa aku seperti ini ! Udah cepat sana pakai baju !" Melihat sang istri membuka handuknya, hingga kini terlihat telanjang. Dan Celine justru tertawa puas. Tanpa di suruh pun dia memang ingin memakai baju. Ngapain juga dia seperti itu, karna dia ingin segera memakai baju karna kedinginan.


Dan akhirnya percakapan itu di akhiri setelah Jo mengungkapkan rasa rindunya dan ungkapan cintanya.Tinggallah Jo yang kini harus merana, karna pisang tanduknya sudah berdiri tegak namun tak ada lawannya. Hingga akhirnya dia memilih menidurkannya sendiri sambil membayangkan permainan dengan istri nya hingga akhirnya dirinya mengerang sendiri. Padahal siang tadi dirinya sudah mendapat bekal dulu dari sang istri sebelum pergi ke Medan. Celine benar-benar telah menjadi candunya.


Jangan lupa dukungannya ya πŸ™πŸ˜πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜€

__ADS_1


__ADS_2