
"Semangat ya sayang, jangan bersedih! Aku akan selalu mendampingi kamu dalam proses persalinan." ucap Papi Jo memberi semangat kepada sang istri. Beberapa jam lagi, sang istri akan masuk ke dalam ruang operasi. Papi Jo akan ikut menemani sang istri, menemani selama proses persalinan.
Kini mereka sudah berada di dalam ruang operasi. Suasana terasa tegang. Celine sudah mulai tak sadarkan diri. Papi Jo terus memperhatikan proses kelahiran sang anak, mulai dari sang dokter menyayat perut sang istri hingga kedua anaknya sudah terlahir ke dunia. Melihat proses persalinan kedua buah hati, membuat dirinya semakin cinta karna pengorbanan sang istri yang rela berjuang mempertaruhkan nyawanya.
Air mata penuh haru menyambut kelahiran kedua buah hatinya yang sehat dan sangat menggemaskan. Papi Jo merasa bersyukur telah menjadi papi dari tiga orang anak. Meskipun sang istri masih dalam pengaruh obat bius, namun Papi Jo tetap langsung memberikan kecupan di kening sang istri dan mengucapkan rasa terima kasihnya. Suasana penuh haru berubah menjadi penuh ketakutan, saat kedua dokter wanita menghampiri sang istri yang hendak menempelkan kedua buah hatinya di dada Celine.
"Loch kalian mau ngapain? Jangan di buka, nanti aset milik istri saya terekspos!" ujar papi Jo membuat yang berada di ruang operasi merasa gemas. Karna ini adalah suatu ketentuan untuk anak yang baru lahir untuk mengenal pu*ting sang ibu. Padahal dulu saat Clara lahir, dia pun sudah mengetahui. Entah dia terlalu mencintai aset istrinya atau dia lupa hal itu pernah di lakukan kepada Selena saat Clara lahir.
Dan akhirnya papi Jo di usir untuk keluar dari ruangan dari pada dirinya harus membuat onar di dalam.
"Tuan sudah boleh menunggu di luar, si kembar akan kami bersihkan terlebih dahulu dan nyonya Celine akan kami pindahkan ke ruang perawatan setelah siuman!" ucap salah satu dokter yang menolong persalinan Celine. Mungkin alasan seperti itu sudah cukup agar papi Jo mengerti.
Papi Jo memberikan kecupan di pucuk kepala sang istri sebelum pergi meninggalkan ruang operasi. Dia juga sempat melihat kedua buah hatinya yang cantik dan tampan.
"Bagaimana keadaan Celine dan kembar?" tanya mami Grace saat sang anak keluar dari ruang operasi. Bukan hanya mami Grace doank yang hadir, tapi mami Leticia bersama suami pun hadir menunggu persalinan Celine di rumah sakit. Mereka datang dari Inggris sejak kemarin.
__ADS_1
"Semua baik-baik saja. Celine hanya menunggu siuman, dia akan segera di pindahkan ke ruang perawatan dan si kembar sedang di bersihkan. Nanti setelah itu baru di antar ke kita." sahut papi Jo. Membuat semua yang hadir merasa bersyukur. Clara sudah tak sabar ingin melihat kedua adiknya yang sudah lahir ke dunia.
Kini Celine sudah tersadar dan akan di pindahkan ke ruang perawatan, kedua baby nya pun akan di berikan kepadanya agar mencoba menyusu. Celine sudah mulai belajar menggerakkan tubuhnya ke kiri dan kanan meskipun masih terasa nyeri, efek dari operasi.
"Misi...Bu Celine sudah bisa menggerakkan tubuhnya belum? Kalau sudah, sekarang coba latihan menyusui ya!" ujar sang perawat yang mengantar kembar. Mendengar hal itu tentu saja jiwa posesif papi Jo meronta, dirinya merasa tak rela jika duo semangka sang istri di umbar di kalangan publik.
Papi Jo menyuruh semua yang ada di dalam untuk keluar, menyisakan dirinya saja. Membuat mami Grace menjitak kepala sang anak, sedangkan sang ibu mertua dan om sekaligus bapak mertuanya hanya bisa geleng-geleng kepala. Tapi Papi Jo tak peduli, karna yang terpenting mengamankan aset terpenting sang istri terlebih kini lebih super duper. Sudah berisi asi si kembar.
"Terima kasih ya sayang...karna kamu sudah berjuang mempertaruhkan nyawa kamu dan menahan rasa sakit, karna melahirkan kedua buah hati kita. Aku sangat menyayangi kamu!" ucap Papi Jo sambil memberikan kecupan di pucuk rambut sang istri. Dan Celine hanya menganggukkan kepalanya.
"Eleh..eleh anak papi pada semangat banget nyobain semangka mami Celine. Wah jadi saingan papi ni. Ya udah papi ngalah deh, puasa dulu demi kalian." ucap Papi Jo terkekeh saat melihat kedua anaknya yang tak sabar untuk menyusu di duo semangka sang istri yang begitu menggiurkan hal itu tentu saja membuat mami Celine merasa kebingungan untungnya ada sang suami dengan setia menemani dirinya mengurus kembar.
"Oh ya nama kembar siapa?" tanya Celine kepada sang suami di saat menyusui baby boy. Dan Papi Jo memberi tahu jika baby boy dia beri nama Cairo Anderson yang berarti tampan mempesona milik keluarga Anderson dan baby girl bernama Clare Anderson yang artinya anak perempuan yang hebat memiliki sifat ceria dan penuh rasa humor milik keluarga Anderson. Dan Celine hanya mengiyakan saja, karna dia sudah menyerahkan untuk pemberian nama ke suaminya.
Setelah Cairo sudah tertidur pulas, Papi Jo langsung meletakkan di dalam box. Beberapa kali dirinya menelan saliva nya saat memasangkan kancing baju sang istri.
__ADS_1
"Tahan Bray, sarang Lo harus libur panjang dulu! Lo jangan kegenitan deh." gerutu papi Jo yang sedang merasakan Bray yang sudah menyeruduk ingin terbebas dari bedongan. Membuat wajah papi Jo terlihat lesu. Celine sangat tahu apa yang di rasa sang suami, yang harus berpuasa sampai dirinya sudah merasa siap. Karna untuk kelahiran secara sesar, untuk pemulihan cukup lama harus lebih bersabar.
Papi Jo membuka kembali pintu ruangan yang sempat dia kunci.
"Kamu itu kebangetan membiarkan kami di depan lama!" gerutu mami Grace. Dan papi Jo meminta maaf, karna dirinya tak ingin aset istrinya di pertontonkan secara bebas termasuk kepada sesama wanita.
Kebahagiaan terpancar dari mereka semua, mereka sangat bersyukur karna Celine baik-baik saja setelah melahirkan dan si kembar pun terlihat sehat dan tanpa kurang satu pun.
"Makasih ya sayang...karna kamu telah mempertaruhkan nyawa kamu demi memberikan dua orang cucu sekaligus untuk mami. Mereka sangat cantik dan tampan seperti kamu dan Jo." ucap mami Grace dan Celine hanya menganggukkan kepalanya membalas dengan senyuman.
"Siapa dulu donk papi nya yang buatnya, kualitas import." ucap Papi Jo dengan bangganya.
Setelah mami Grace yang memberikan selamat, kini giliran mami Leticia yang menghampiri sang anak.
"Mami juga mau memberi kamu selamat, sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu. Semoga kamu bisa menikmati peran kamu sebagai ibu." ujar mami Leticia sambil memberikan pelukan untuk sang anak.
__ADS_1
Yuk berikan dukungan, mulai senin mendadak Menjadi BabySitter anak sang mendapat kesempatan untuk crazy up. Insyaallah author akan up 3bab/hari.πππ