Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Atas dasar kemanusiaan


__ADS_3

Hari ini Papi Jo dengan di dampingi Hanif akan mengunjungi perusahaan Vino. Hanif masih memiliki tanda tanya besar tentang bosnya yang tiba-tiba berniat membantu.


"Katakan pada bos kalian, Tuan Jonathan Anderson datang menghampiri ke perusahaan ini!" ucap Hanif. Jo terlihat sangat berwibawa dan gagah. Menunjukkan siapa yang lebih hebat dalam hal ini.


Papi Jo melangkahkan kakinya memasuki ruangan Vino, tentu saja Vino menyambutnya dengan suka cita.


"Silahkan duduk Tuan Anderson yang terhormat! " ucap Vino mempersilahkan Papi Jo dan juga Hanif untuk duduk. Pertemuan antara suami dan mantan pacar dari Celine.


Kini mereka bertiga sudah duduk bersama. Vino merasa bahagia karna akhirnya suami dari mantan pacarnya datang dan dia berharap agar papi Jo bisa menolongnya.


"Maaf Tuan Vino, Tuan saya bisa mengecek laporan keuangan beberapa bulan terakhir ini?" ujar Hanif kepada Vino. Jo memilih untuk diam, dia terlihat sangat cool. Menyilangkan kakinya menatap sekeliling ruang kerja Vino yang tentunya sangat beda jauh dengan ruang kerjanya yang sangat mewah bahkan memiliki kamar pribadi untuk dirinya beristirahat.


Dengan senang hati Vino memberikan laporan yang di minta. Papi Jo langsung memeriksanya dengan seksama.


"Jika saya menolong anda, apa yang anda lakukan untuk saya?" tanya Papi Jo.


"Tentunya saya tidak akan mengecewakan anda, melakukan hal yang terbaik agar saya bisa segera mengembalikan uang yang anda pinjam." sahut Vino mencoba menyakinkan.


"Masalah uang tak menjadi masalah untuk saya. Saya menolong anda atas dasar rasa kemanusiaan. Terlebih istri saya bicara, jika anda sangat membutuhkan pertolongan demi keluarga dan para karyawan yang bekerja di sini. Dan satu hal penting yang saya minta, tolong jangan pernah berpikir untuk merebut Celine dari saya! Karna saya ga akan tinggal diam, jika anda melakukan hal ini!" sahut Papi Jo tegas.

__ADS_1


Vino tersenyum, dirinya ikut bahagia jika Celine mendapatkan pria yang sangat mencintai dirinya. Vino berjanji tidak akan melakukan hal itu. Dia bercerita jika saat ini sudah memiliki anak dan sudah merasa bahagia dengan keluarga kecilnya. Mendengar hal itu tentu saja membuat Papi Jo ikut bahagia karna pada akhirnya Miranda bisa hidup bahagia dengan pilihannya.


Dan akhirnya Papi Jo sepakat akan membantu Vino. Mendengar hal itu Vino langsung mengucapkan terima kasih dan mereka berjabat tangan.


"Semoga kelak kita menjadi rekan bisnis yang baik!" ujar Vino. Dan Papi Jo mengacungkan jempolnya. Setelah terjadi kesepakatan, Papi Jo berpamitan pulang. Untuk masalah kontrak kerja sama akan di urus Hanif.


Setelah Papi Jo pulang, Vino langsung menghubungi sang istri untuk memberi kabar bahagia ini. Miranda sangat bersyukur karna pada akhirnya perusahaan milik mertuanya tak jadi bangkrut.


"Aku ikut bahagia Celine, pantas saja kamu lebih memilih dia, karna dia memiliki hati seluas samudra menjadi seorang pahlawan untuk siapapun! Meskipun ada rasa takut yang sempat menghampiri dirinya, karna dia sangat mencintai kamu." gumam Vino. Hatinya sudah merasa ikhlas melepas mantan kekasihnya. Karna tak mungkin dia mengorbankan orang-orang yang sangat berjasa di dalam hidupnya. Bagaimana dirinya dulu telah menyakiti hati istrinya, menjadikan sang istri sebagai seorang ja*Lang yang hanya sebagi pemuas naf*sunya.


❤️❤️❤️


Papi Jo sudah sampai di rumah, dirinya langsung di sambut oleh ketiga buah hatinya dan istri tercintanya. Sungguh suatu hal yang sangat berharga di hidupnya melebihi harta kekayaannya. Baginya, keluarga adalah hartanya yang paling berharga.


Papi Jo memilih untuk mandi dulu, dia merasa tubuhnya terasa lengket. Mami Celine langsung mengekor suaminya, untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya tercinta. Setelah mandi, Papi Jo langsung makan. Dia selalu memilih untuk makan di rumah di bandingkan mampir makan di restoran. Dia lebih memilih menahan rasa laparnya hanya untuk menikmati masakan sang istri.


Mami Celine dengan setia menemani sang suami di meja makan. Menyendokkan nasi, lauk, dan juga sayur. Tak lupa menyiapkan minum air putih juga. Setelah selesai makan, papi Jo memilih untuk mengobrol dengan ketiga buah hatinya. Menanyakan tentang kegiatan seharian ketiga buah hatinya.


Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 Papi Jo menyuruh ketiga anaknya untuk tidur. Clara tidur satu kamar dengan Clare dan Cairo tidur sendiri.

__ADS_1


"Selamat tidur anak- anak papi! Semoga mimpi yang indah!" ucap papi Jo sambil mengecup pucuk rambut ketiga anaknya secara bergantian. Papi Jo dan Celine pun masuk ke dalam kamarnya.


Ada rutinitas yang sering kali papi Jo dan Celine di kala sebelum tidur. Dia selalu menyempatkan untuk mengobrol. Entah itu Celine yang lebih dulu menghampiri sang suami dan membuka obrolan, ataupun papi Jo.


"Kemarilah!" titah papi Jo kepada sang istri. Setelah membersihkan wajahnya dan memakai cream malam, Celine langsung menghampiri sang suami, duduk di sebelahnya.


"Aku sudah mewujudkan keinginan kamu! Kamu sudah mengunjungi perusahaan Vino dan berjanji akan menolongnya. Hanif sedang mengurus semuanya." ungkap Papi Jo. Mendengar hal itu tentu saja Celine merasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada suaminya.


"Aku juga sudah memperingatkan kepadanya agar tak pernah berniat untuk merebut kamu dari ku! Karna kamu lebih berharga dari uang yang aku berikan padanya. Uang bisa di cari, tapi jika kamu di rebut olehnya, hidup ku akan hancur, dan apapun tak ada artinya bagiku." ucap Papi Jo membuat Mami Celine berbinar-binar.


Ini bukan sebuah gombalan, tapi kata hati seorang Jonathan Anderson. Bahwa sang istri sangat berharga dari hartanya.


Setelah puas mengobrol, mereka memilih untuk tidur. Celine langsung mendaratkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memeluk tubuh suaminya erat. Dan untuk malam ini tak ada adegan ranjang. Mereka langsung tidur terlelap.


❤️❤️❤️


Celine mengerjapkan matanya, jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Dia langsung memilih untuk mandi dan menyiapkan semua keperluan ketiga buah hatinya dan suami tercintanya. Dia selalu berusaha untuk menjadi istri dan mami yang terbaik.


Makanan untuk sarapan pagi telah siap, dirinya kini menaiki anak tangga untuk membangunkan suami tercintanya.

__ADS_1


"Sayang... bangunlah! Ini sudah jam 6 lewat, nanti kamu terlambat!" ucap Celine yang berusaha membangun suaminya.


Papi Jo mengerjapkan matanya dan langsung memberikan senyuman. Dia merasa senang bisa melihat wajah istrinya saat pertama kali dirinya membuka matanya. Dulu saat menikah dengan Selena, Selena jarang sekali melakukan hal itu. Selena lebih sibuk dengan profesinya.


__ADS_2