Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kembali ke Indonesia


__ADS_3

"Akhirnya aku bisa kembali ke Indonesia. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Celine. Aku yakin pasti Celine sudah menunggu aku kembali." ucap Vino saat dirinya menginjakkan kakinya di Indonesia.


Vino memilih untuk langsung ke tempat Celine bekerja. Dia sudah tak sabar untuk bertemu wanita pujaannya. Kini Vino sudah berada di depan rumah papi Jo, rumah yang Vino anggap sebagai rumah majikan kekasihnya.


"Permisi pak bisa saya bertemu dengan Celine, saya Vino kekasihnya." ucap Vino sopan.


"Ade ini jangan mengada-ada pacarnya, kalau tuan Jo tau pasti marah besar sama Ade." ujar pak Anto Security yang bertugas.


Tentu saja Vino tetap mengotot mengatakan jika dirinya memang kekasih Celine, wanita yang bekerja sebagai babysitter yang bekerja di rumah tersebut. Pak Anto menceritakan jika Celine telah menikah sekitar 11 bulan yang lalu dengan majikannya, dan saat ini dirinya sedang mengandung anak kembar dari pernikahannya dengan sang majikan.


Tubuh Vino seketika menjadi lemas, dia masih tak percaya jika wanita yang di cinta telah menikah dengan pria lain yang tak lain majikan tempat dirinya bekerja.


"Ga mungkin, Celine ga mungkin mengkhianati cinta aku." ucap Vino lirih, dirinya masih merasa tak yakin. Dia yakin jika Security tersebut salah bicara.


Hingga akhirnya Vino berusaha untuk tegar, dia ingin menanyakan hal ini langsung kepada Celine.


"Saya ingin bertemu dengannya! Apa dia ada di rumah?" ucap Vino. Namun sayangnya saat ini Celine sedang ke dokter kandungan dengan sang suami. Hingga akhirnya Vino memilih untuk menunggu sampai Celine pulang.


Satu jam berlalu, namun Celine belum juga menunjukkan batang hidungnya. Tapi Vino dengan setia tetap menunggu sampai Celine pulang. Dia tak pantang menyerah, meskipun sejak dirinya sampai di Indonesia belum beristirahat. Bahkan sampai-sampai dia memilih untuk langsung menemui Celine, sebelum dirinya pulang ke rumah.

__ADS_1


Tin Tin


Suara klakson mobil sang majikan terdengar, Pak Anto langsung berlari membukakan pintu gerbang rumah agar sang majikan bisa segera masuk.


Mata Celine membulat sempurna saat melihat pria yang tak asing baginya. Tubuhnya tiba-tiba saja terasa lemas, dirinya merasa gugup hingga wajahnya terlihat pucat. Dan tentu saja hal itu membuat papi Jo merasa kesal. Dia takut jika sang istri akhirnya tergoda dengan mantan kekasihnya yang dulu sangat dia cintai.


"Kenapa ekspresi wajah kamu seperti melihat hantu? Apa kamu masih mencintainya?" tanya Papi Jo, namun Celine memilih untuk diam. Bibirnya terasa kelu tak mampu bicara. Dia bingung harus bicara apa pada mantan kekasihnya itu.


"Ingat kamu sudah menikah dengan aku! Dan ingat sudah ada buah cinta kita, dan bahkan sebentar lagi dia akan lahir ke dunia! Jangan bersikap egois!" ucap Papi Jo sebelum mereka turun.


Papi Jo dan Celine sama-sama turun. Melihat Celine dan Papi Jo turun dari mobil, Vino langsung berdiri dan fokus melihat wajah wanita yang sangat dia cintai. Dan benar saja hal tadi sempat dia tak percaya, ternyata memang benar kenyataannya.


"Cukup! Aku mohon hentikan!" teriak Celine. Dia meminta papi Jo dan Vino untuk menghentikan hal itu.


Hingga akhirnya mereka berhenti dan keduanya menatap ke arah Celine. Dan dengan kekuatan yang masih Celine miliki, akhirnya Celine membuka suara. Dia menceritakan semuanya kepada Vino, Celine juga meminta maaf jika dirinya tak bisa mempertahankan hubungan dirinya dengan Vino. Karna kini dirinya telah menikah dan bahkan sedang mengandung anak dari pria yang telah resmi menjadi suaminya.


Celine juga menceritakan jika suaminya bukanlah orang yang breng*sek yang memper*kosa dirinya seperti yang Vino pikirkan, suaminya menikahi dirinya karna dirinya mencintai dia.


"Semuanya sudah jelaskan? Sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang, sebelum saya memaksa kamu untuk keluar dari sini!" ucap Papi Jo. Dia merasa berani mengusir Vino, karna itu rumahnya.

__ADS_1


Tapi sayangnya Vino masih merasa tak terima, dan memaksa Celine untuk bercerai dan menikahnya. Vino mengutarakan perasaannya, kalau dirinya sangat mencintai Celine dan bahkan dengan rela langsung ke sini untuk melepas rasa rindu bersama wanita yang dia cintai.


Hal itu tentu saja membuat Papi Jo merasa tidak terima, karna dia ga mau Celine meninggalkan dirinya.


"Please yang, aku mohon kembalilah padaku! Setelah anak itu lahir, bercerai lah dengannya dan menikahlah dengan aku! Aku yakin kalau rasa cinta kamu ke aku lebih besar dari pada rasa cinta kamu ke dia." ucap Vino.


Celine masih terdiam, hanya matanya yang melirik ke arah sang suami dan Vino secara bergantian. seakan dirinya sedang memilih. Papi Jo dan Vino memasang wajah memelas, Meraka sama-sama berharap jika Celine memilih dirinya.


Papi Jo menggelengkan kepalanya, sebagai kode jangan lakukan itu padanya, karna dia tak mau pisah dengan Celine.


"Maaf Vin, jika kamu bicaranya dulu pasti aku dengan senang hati akan langsung menerima tawaran dari kamu, karna aku memang sangat mencintai kamu. Tapi itu hanyalah masa lalu aku. Dan sekarang aku lebih memilih suamiku, masa depan aku. Terlebih sebentar lagi aku akan menjadi ibu dari buah hati kami." ucap Celine membuat Vino tak percaya. Bahkan Vino sampai meneteskan air mata di hadapan Celine. Dia merasa perjuangannya dirinya sia-sia selama ini. Padahal dia berusaha untuk menjaga hatinya hanya untuk Celine. Dia tak peduli jika papi nya sudah menjodohkan dirinya dengan anak relasinya.


"Tega kamu Lin sama aku! Kamu tau? Hati aku merasa hancur banget kamu seperti ini kepada aku. Aku tak menyangka kamu setega ini padaku." ujar Vino membuat Celine merasa bersalah. Awalnya memang dia tak berniat menyakiti hati Vino, tapi apa daya di awal pernikahannya dia pun merasa terpaksa menikah dengan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya. Namun lambat laun dirinya merasakan jatuh cinta kepada suaminya, terlebih sang suami selalu menunjukkan rasa cintanya kepada dia.


Vino membuka tas kopernya dan mengambil oleh-oleh untuk Celine dan memberikannya kepada Celine.


"Meskipun kamu tidak menerima cinta aku, aku harap kamu mau mengambil pemberian dari aku! Awalnya cincin ini sebagai simbol bahwa aku melamar kamu menjadi istri aku, tapi sayangnya semua itu tak akan pernah terjadi dan hanya meninggalkan kenangan."


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜„

__ADS_1


__ADS_2