
"Sayang, wajah kamu mengapa pucat? Apa kamu merasa tidak enak badan? Lebih baik libur saja hari ini ke kantor. Kamu butuh istirahat!" ucap Celine lembut.
"Pengennya si gitu, tapi aku kasihan sama Hanif kalau terus menerus dia terus yang bekerja. Paling nanti kalau aku merasa ga enak badan, aku Istirahat tidur di kamar." sahut Papi Jo. Dan Celine akhirnya ok saja. Bagaimana baiknya saja.
Dan benar saja papi Jo di kantor hanya menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya, dia tak bisa bekerja. Wajahnya terlihat pucat, karna bukan hanya merasa pusing saja tetapi sejak tadi dirinya mengalami mual dan muntah.
"Tuan, sebaiknya anda pulang saja! Biar perusahaan saya yang urus saja! Kalau sedang sakit, jangan dipaksakan!" ucap Hanif. Dia merasa khawatir dengan bosnya itu.
"Kamu bisa belikan aku rujak buah dan es teler yang banyak alpukat dan kelapa mudanya? Aku dari tadi ngiler kepengen itu. Kali aja bisa membuat aku segar kembali." sahut Papi Jo.
Dan akhirnya Hanif mencoba memenuhi keinginan bosnya. Dia pergi keluar untuk membeli pesanan bos nya.
"Tumben aneh banget si bos kepengen makan rujak sama es teler. Bule tau-tauan makanan minuman begitu." gumam Hanif.
"Apa nyonya Celine sedang hamil? Habis si bos aneh banget." ucap Hanif dalam hati.
Hanif telah sampai di kantor. Dan langsung memberikannya kepada bosnya. Papi Jo langsung melahapnya.
"Mau ga Han? Kamu ga beli? Enak makan asem gini, seger. Kepala saya tadi pusing jadi enakan. Coba ni!" ujar Papi Jo dan akhirnya Hanif ke pengen mencicipi.
Hanif meringis keaseman. Dan akhirnya mengumpat bos nya yang bersikap aneh. Mangga asem begitu di bilang enak. Bos nya sangat aneh.
"Ayo ambil lagi! Kenapa ga suka?" ujar Papi Jo yang terus menerus memasukkan mangga, kedongdong, dan nanas ke mulutnya.
__ADS_1
"Tuan lagi ngidam ya? Mirip orang lagi hamil. Soalnya aneh, kok ga biasanya Tuan doyan makanan model begitu." ucap Hanif membuat Papi Jo berhenti memakan. Dan mencoba berpikir. Masa iya apa yang di katakan asistennya itu benar. Berarti istrinya sedang hamil. Tetapi mengapa dia yang merasa ngidam bukan sang istri.
Hanif mengatakan kepada bosnya kalau dia curiga jika istri bosnya itu sedang hamil. Dan bosnya mengalami kehamilan simpatik. Meskipun Emeli tak seperti itu, tetapi Hanif sempat membaca artikel tentang itu.
"Bisa juga kata kamu. Soalnya akhir-akhir ini saya sering mual dan muntah. Kepala saya pusing seperti orang mengidam. Semoga saja benar Han. Saya bahagia benar kalau hal itu benar-benar terjadi. Saya memang sudah menanti kehadiran anak kembali." ujar Papi Jo terlihat bahagia namun tiba-tiba terlihat mendung. Papi Jo jadi merasa sedih saat mengingat sang mami yang sudah tiada. Anaknya yang ini tak sempat mengenal nenek.
Hanif yang mengerti apa yang di rasakan bosnya mencoba menghiburnya. Menghapus kenangan itu memang lebih sulit, dari pada mengingatnya. Papi Jo mencoba menerima kenyataan yang terjadi kepadanya.
Sesuai saran Hanif, sebelum pulang papi Jo mampir dulu ke apotik untuk membeli testpack untuk mengetahui sang istri hamil atau tidak. Dan anehnya lagi, Papi Jo menginginkan makan pecel lele di pinggir jalan. Ini adalah kejadian yang tak pernah di lakukan papi Jo. Tetapi entah mengapa dia sangat menginginkannya.
"Tuan yakin mau makan pecel lele di pinggir jalan?" ucap Hanif yang memandang aneh wajah Tuannya.
"Yakinlah. Memangnya kenapa? Mengapa kamu menanyakan hal seperti itu? Ya sudah kalau kamu merasa malu, biar saya saja yang beli sendiri." gerutu papi Jo. Papi Jo langsung memasuki tempat penjual pecel lele.
Hanif menelan salivanya saat melihat cara makan bosnya itu. Makan tanpa menggunakan sendok dan makan sangat lahap. Sampai-sampai Hanif mengira seperti orang kesetanan. Hanif hanya bisa memandangi saja, tetapi tak nafsu makan.
"Kamu pesan sana sekalian untuk Emeli! Oh ya nanti kita mampir dulu ya ke apotik, saya sudah tidak sabar ingin mengetahuinya." ujar Papi Jo dan Hanif menyetujui saja.
Papi Jo baru saja sampai di rumah dan menenteng satu plastik berisi nasi uduk, pecel lele, dan ayam pecel untuk istri dan anak-anaknya.
"Papi pulang, papi bawa makanan yang enak banget. Kalian pasti suka!" ujar Papi Jo membuat anak-anaknya dan sang istri merasa tak sabar ingin melihatnya.
Celine di buat melongo oleh ucapan suaminya. Dia menatap bingung. Dia tak menyangka kalau sang suami bulenya menyukai makanan pecel lele dan bahkan bilang makanan enak banget.
__ADS_1
"Aku kira apa. Ternyata lele dan ayam. Lantas apa yang di bilang spesial?" tanya Clare. Anaknya yang satu ini selalu ingin mengetahui lebih jelas.
"Kamu coba dulu, baru kamu akan bisa mengerti! Selamat menikmati lele dan ayam pecel untuk kalian semua! Papi mandi dulu ya!" ujar papi Jo.
Uwek...uwek...
Ternyata dia merasakan mual kembali. Dan akhirnya memuntahkan semua isi perutnya. Bahkan tubuhnya merasa lemas kembali. Hal itu tentu saja membuat Celine panik. Celine langsung berlari menghampiri sang suami.
"Masih mual? Ya udah aku buatkan teh hangat dulu ya untuk kamu, untuk menghilangkan mual kamu!" ucap Celine sambil memapah sang suami ke ranjang dan membantu merebahkan tubuhnya. Papi Jo hanya bisa mengiyakan ucapan istrinya.
"Minumlah dulu! Semoga bisa mengurangi mual kamu!" ujar Celine sambil memberikan satu gelas berisi teh hangat tawar. Papi Jo langsung meminumnya pelan-pelan.
Mami Celine menyarankan sang suami agar mau periksa ke dokter. Memeriksakan keadaannya saat ini. Namun papi Jo justru menyarankan Celine untuk melakukan tes kehamilan.
"Loch apa hubungannya kamu mual sama aku? Masa kamu yang mual aku yang di kira hamil sih?" ucap Celine.
Papi Jo mencoba menjelaskan apa yang dia tau tentang kehamilan simpatik. Di mana suaminya lah yang mengidam. Dan akhirnya Celine mau mengikuti saran suami untuk melakukan tes kehamilan.
Semenit dua menit Celine masih sabar menanti hingga menunjukkan hasil dua garis merah. Ya Celine hamil. Celine hamil adik dari kembar. Wajahnya terlihat sumringah keluar dari kamar mandi.
"Aku hamil yang!" ucap Celine sambil menunjukkan testpack yang dia pegang. Papi Jo mengucap kata syukur, dia sangat bahagia sekali. Papi Jo langsung memeluk Celine.
Mampir yuk di karya bestie author, di jamin ceritanya seru.
__ADS_1