Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kemarahan Vino


__ADS_3

"Kau tau? Kau itu tak ada artinya bagiku! Hatiku hanya untuk Celine! Aaaahhh...aku benci semua ini!" teriak Vino. Vino melemparkan semua benda yang ada di dekatnya. Vino terlihat sangat frustasi. Bahkan setelah mengamuk dia sekarang terduduk lemas di lantai sambil menangis.


Bagaimana perasaan Miranda? Tentu saja hatinya terasa sakit. Suami yang telah menikahi dirinya selama kurang lebih 3 bulan ternyata masih mencintai wanita lain.


"Celine...mengapa kamu melakukan hal ini padaku? Mengapa kamu justru memilih dia? Sakit hati aku melihat kamu bersamanya. Ternyata ikhlas itu sangatlah sulit, aku masih merasa tak rela kamu di miliki olehnya." ucap Vino lirih namun masih terdengar Miranda. Miranda hanya bisa menatap suaminya. Hanya air mata menemani dirinya.


Hingga akhirnya Miranda memutuskan bercerai dengan Vino. Miranda langsung bergegas masuk ke kamar dan memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper.


"Memang aku mencintaimu, tapi aku tak tahan jika harus merasakan sakit hati terus menerus." ucap Miranda di iringi isak tangis.


Miranda menarik kopernya keluar dari kamar dengan membawa luka dan kesakitan.


"Apa yang kamu lakukan? Aku tak akan membiarkan kamu untuk pergi juga dari hidupku! Sampai kapanpun kamu adalah istriku!" ujar Vino yang langsung bangkit dan menghampiri sang istri.


"Maaf! Aku sudah memutuskan, lebih baik kita bercerai saja! Aku ga mau menjalani pernikahan dengan suami yang tak pernah mencintai aku, dan justru malah mencintai wanita lain!" sahut Miranda.


Mendengar kata cerai dari Miranda, Vino menjadi semakin marah. Dia menarik paksa Miranda ke kamar dan melepaskan koper yang di pegang Miranda.


Brug


Vino melempar Miranda ke ranjang dengan kasar. Dia seperti seorang psicokapat. Dia juga mengunci kamar agar Miranda tidak pergi.


"Sejak awal aku sudah menjelaskan padamu, pernikahan kita hanyalah sebuah pernikahan saling membutuhkan. Mengapa kamu masih saja memakai cinta dalam hal ini! Anggap aku seperti pria-pria lain yang meniduri kamu! Sampai kapan pun aku tak akan melepaskan mu! Kamu adalah wanita ku!" bentak Vino membuat tubuh Miranda bergetar.

__ADS_1


Meskipun Vino sering kali berkata kasar, namun tak sekali pun dia bermain tangan. Dan untuk sekarang ini dia juga tak lagi bermain kasar. Tapi Miranda hanya seorang wanita yang memiliki hati dan perasaan. Dia masih memiliki masa depan yang panjang dari pada harus hidup bersama suami yang terus menyakiti hatinya.


Miranda bangkit dia tak mau bersikap lemah, mungkin sudah saatnya dia untuk melawan.


"Jika aku hanya kamu anggap seperti pria-pria sebelumnya, maka aku pun akan melakukan hal itu! Aku akan meninggalkan pemuas ranjang aku jika aku sudah bosan! Lepaskan aku! Kamu bisa mencari wanita pemuas ranjang mu yang lain!" ujar Miranda sambil menatap tajam ke arah Vino.


"Tidak! Tidak akan! Sampai kapanpun kamu milik ku! Aku ga akan rela kamu di miliki pria lain!" sahut Vino.


Vino langsung menarik paksa pakaian yang menempel di tubuh Miranda.


"Layani aku!" ujar Vino.


Miranda mencoba memberontak, kali ini dia tidak terima dengan sikap Vino yang baginya sungguh kelewatan.


Vino terlihat sudah membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya, dan mengejar Miranda yang berniat berlari membuka pintu kamar. Setelah itu di langsung menggendong tubuh Miranda dan membawanya ke ranjang.


"Aku mencintaimu, tapi aku juga mencintai dia! Ku mohon bantu aku agar aku bisa melupakannya!" ucap Vino sambil menatap lekat wajah istrinya. Vino tak butuh jawaban dari Miranda, dia langsung membungkam bibir sang istri dengan bibirnya.


"Ikuti permainan aku! Puaskan aku!" ucap Vino sambil menggigit bibir bawah Miranda agar membukanya.


Vino mencium bibir Miranda dengan sangat rakus dan menarik tengkuk Miranda agar memperdalam ciumannya. Di saat pasokan oksigen sudah hampir habis Vino melepaskan ciuman itu. Nafasnya sudah terengah-engah.


"Maafkan aku Miranda, ku mohon jangan pernah pergi dari hidupku! Hidupku pasti akan semakin hancur tanpamu! Maaf jika aku telah menyakiti hatimu!" ucap Vino sambil mendekap hangat tubuh Miranda. Entah apa yang di rasa Vino sampai saat ini kepada Miranda, tapi yang pasti dia tak ingin Miranda pergi dari hidupnya.

__ADS_1


Miranda menundukkan wajahnya, dia tak ingin menatap wajah suaminya. Dirinya masih terisak tangis dan bahkan air mata sudah membasahi wajahnya. Hatinya terluka dan bahkan sangat terluka.


Melihat istrinya seperti itu, tentu saja membuat Vino merasa menyesal. Harus melampiaskan kemarahannya kepada orang yang tak berdosa dan bahkan Miranda bukanlah orang lain tapi dia adalah istri sahnya.


"Sayang...hentikan tangismu!" Miranda mengangkat wajahnya dan menatap wajah Vino lekat, tanpa sadar Vino memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Apa aku tak salah dengar, kamu memanggil aku dengan sebutan sayang?" ujar Miranda memastikan. Vino langsung menganggukan kepalanya dan mengatakan memang benar adanya. Vino akan memanggil Miranda sayang.


Mungkin sudah cukup bagi Vino menutup perasaan hatinya untuk wanita yang tak akan pernah menjadi miliknya lagi sampai kapan pun. Anggap semua itu hanyalah masa lalu yang tak perlu di tengok, lebih baik dia melanjutkan hidupnya dengan masa sekarang.


Vino melepaskan pelukannya dan bangkit duduk di dekat perut istrinya.


"Papi menunggumu hadir di perut mami! Mulai hari ini papi mengharapkan kamu!" ucap Vino sambil mengelus perut istrinya dan juga menciumnya. Air mata Miranda semakin deras. Namun air matanya kini berubah menjadi air mata karna terharu dengan ucapan suaminya. Miranda berharap jika suaminya itu benar-benar telah berubah. Menjalankan pernikahan dengan penuh cinta.


"Mulai hari ini kita bercinta bukan hanya sekedar naf*su, tapi kita bersikeras untuk menghadirkan buah hati kita di pernikahan kita. Mulai hari ini aku berjanji akan belajar untuk mencintaimu! Besok siang kita ke dokter untuk melepas alat kontrasepsi yang kamu pakai. Aku sudah siap menjadi seorang papi untuk anakku!" ucap Vino sambil mengelus rambut istrinya dengan lembut.


Dari pada dirinya harus larut dengan masa lalu dirinya dan istrinya, lebih baik dia belajar untuk mencintai istrinya. Vino meraup dagu istrinya dan Menciumnya, Ciuman mereka semakin memanas.


"Malam ini aku ingin memulainya dengan cinta!" bisik Vino di telinga Miranda membuat wajah Miranda memerah.


Vino mulai memberikan sengatan-sengatan di sekujur tubuh istrinya. Selama ini Vino meminta Miranda melayaninya dan melakukannya tanpa cinta.


"Aaahh...sayang." racau Miranda saat Vino sudah bermain di dua bukit kembarnya. Menghisap bagai seorang bayi yang kelaparan.

__ADS_1


"Apa kau merasa terpuaskan sayang?" tanya Vino. Yang kini menatap ke wajah istrinya yang terlihat sendu. Miranda menganggukkan kepalanya dan memberikan senyuman termanisnya. Karna suaminya saat ini sudah memperlakukan dirinya dengan lembut. Malam ini percintaan mereka di awali dengan penuh cinta.


Beri dukungannya ya kakakπŸ˜„πŸ˜πŸ˜πŸ™


__ADS_2