
Jo menatap ke arah Celine dengan tatapan penuh harap, berharap agar Celine mengabulkan keinginannya.
" Baiklah Tuan. Saya siap membantu anda dengan senang hati. " Sahut Celine.
" Besok selesai sekolah, saya akan menjemput kamu di sekolah dan kita nanti langsung ke butik untuk membeli gaun untuk kamu ! " Ujar Jo dan Celine hanya menganggukkan kepalanya.
Tepat pukul 17.00 Jo sudah sampai di depan sekolah Celine. Dia memilih menunggu Celine di dalam mobil.
Celine berjalan keluar dari ruangan kelas menuju parkiran dia tak ingin bosnya menunggu dirinya, lebih baik dia yang menunggu. Celine berpikir bos nya belum datang. Namun baru saja dirinya melangkahkan kakinya, langkahnya terhenti karna Anto memanggil dirinya. Tentu saja Celine mengobrol, karna Anto berpura-pura bertanya tentang pelajaran. Dan Celine menjawabnya dengan ramah. Penglihatan Jo mereka terlihat akrab. Anto berlalu, ternyata lagi ada yang memanggil Celine kembali.
Melihat penampakan seperti itu, tentu saja membuat Jo merasa geram. Hingga akhirnya Jo turun dari mobil berniat menemui Celine.
" Celine, kamu itu malah asyik ngobrol di sini. Ga tau apa saya udah 1 jam lebih menunggu kamu di dalam mobil ! Ayo pulang ! " Tanpa sadar Jo menarik tangan Celine dengan paksa. Hal itu membuat Celine mengerutkan keningnya merasa bingung.
" Pantas kamu semangat sekolah, ternyata di sekolah kamu jadi primadona ya ? Saya ini udah menunggu kamu lama, bukan cepat-cepat nyamperin saya ! " Ucap Jo sambil menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya.
" Maaf Tuan, saya ga tau kalau tuan sudah datang. Karna kemarin kan saya bilang kalau saya baru selesai jam 17.00. Makanya tadi saya mau cepat-cepat ke parkiran agar tuan ga menunggu saya, tuan datang kita bisa langsung berangkat. " Sahut Celine dengan wajah bersalah.
Sedangkan Jo di dalam hati sedang tertawa geli, melihat wajah Celine yang menggemaskan perasaan kesalnya hilang seketika.
" Seperti nya seru juga mengerjai si Celine. " Ujar Jo sambil terkekeh.
Jo menepikan mobilnya di pinggir jalan yang terlihat sepi tidak terlalu banyak orang lalu lalang karna hanya kendaraan saja.
Jo mendekatkan wajah nya ke wajah Celine, hingga kini jaraknya hanya beberapa senti saja.
Deg
Jantung Celine berdegup kencang, netra mereka saling beradu. Jo semakin mendekatkan bibirnya.
Celine mendorong tubuh Jo. Ciu*man pertama nya direnggut Jo saat dirinya tak sadarkan diri dan dia tahu saat dirinya sadar. Sekarang dirinya benar-benar sadar, dia tak ingin semua terjadi.
Tanpa malu Jo memaksa Celine, menarik tengkuk mendekatkan dengannya memudahkan dirinya menci*um nya. Perlahan tapi pasti Jo berhasil mengambil ciu*man keduanya. Tapi Celine tak meresponnya, membuat Jo merasa kesal dan menggigit bibir bawah Celine dengan lembut agar Celine membuka mulutnya dan Jo bisa memainkan lidahnya.
" Lepaskan saya tuan ! Jika tidak saya akan turun di sini ! Saya ini hanya babysitter anak anda ! " Ucap Celine sambil mendorong tubuh Jo dengan keras hingga dirinya terbentur kaca jendela.
__ADS_1
" Maaf saya khilaf ! " Sahut Jo dan kembali melajukan kendaraannya. Suasana di dalam mobil terasa hening tak ada sepatah kata pun terlontar dari bibir keduanya. Mereka sibuk dengan pemikirannya.
" Aahhh....parah Lo Jo ! Di mana harga diri Lo jadi cowok, main nyosor aja Lo ! " Jo mengoceh sendiri dalam hati.
" Aku harus hati-hati, sekarang dia menci*um ku bisa-bisa besok dia bisa berbuat lebih. " Celine jadi teringat tentang kisah para art atau pengasuh anak yang di jadikan budak na*fsu oleh majikannya. Baginya, keperawanan itu suatu hal yang sangat penting dia jaga dan hanya dia berikan kepada suaminya nanti.
Setelah menempuh perjalanan satu jam, akhirnya mereka sampai di sebuah butik mewah. Meskipun Celine hanya memakai celana jeans dan kemeja, tapi duo semangka tetap terlihat aduhay.
Tiba-tiba saja seorang pria berdasi yang usianya berkisar 30 tahun menghampiri mereka. Sebastian berada di butik itu karna baru selesai membeli jas. Butik ini merupakan tempat langganan nya sama seperti Jo yang selalu membeli di sini. Dan butik ini juga tempat biasa Selena membeli gaun yang indah dan sexy.
" Maaf Tuan, bolehkah saya berkenalan dengan adik anda ? " Tanya pria itu. Sebastian mengira Jo dan Celine seorang adik kakak karna saat masuk merak tak terlihat mesra.
Ini visual Sebastian ❤️❤️❤️
Ini papi Jo ❤️❤️❤️
Jo menghempaskan tangan Sebastian begitu saja, hatinya terasa panas saat Celine hendak merespon Sebastian.
" Jangan ganggu istri saya ! " Sahut Jo.
Sebastian bukannya pergi, dia malah tertawa terbahak-bahak. Menertawakan Jo yang baginya terlihat lucu. Dia jadi mengerti kalau Jo menyukai wanita itu, karna tidak mungkin jika Celine istrinya. Tak ada kemesraan yang di lihat Sebastian.
" Oh ya ? Tapi sayangnya saya tidak percaya. Baiklah nona cantik, bolehkah saya meminta nomor ponsel kamu ? Biar saya bebas menghubungi anda tanpa gangguan pria yang mengakui anda istrinya. " Ejek Sebastian sambil melirik ke arah Jo.
Celine melirik ke arah Jo seperti kode bolehkah dia memberikan nomor ponselnya. Dan Jo membalas dengan tatapan tajam yang berarti awas saja kalau kau berani memberikan nya.
" Maaf tuan, saya tidak memiliki ponsel. " Sahut Celine bohong. Dia tak ingin Jo marah padanya.
" Ya sudah ayo kamu ikut saya ! Saya akan belikan kamu ponsel keluaran terbaru. Kasihan sekali kamu, di aku istrinya tapi tak di berikan fasilitas. Lebih baik kamu sama saya saja ! Saya akan memberikan apapun yang kamu mau ! " Goda Sebastian. Sebastian seorang Casanova, pantas dia sangat pintar merayu wanita. Dengan uang, wanita mana pun siap memuaskan dirinya di ranjang.
Bug
__ADS_1
Jo melayangkan Bogeman ke wajah Sebastian tentu saja membuat Sebastian merasa tak terima. Hingga akhirnya mereka berkelahi. Dan di lerai oleh Security dan yang berada di sana.
Sejak tadi Jo berusaha menahan rasa panas di hatinya, hingga akhirnya sudah mencapai titik didih.
Sebastian akhirnya pergi meninggalkan butik, dia merasa tak terima karna dia tak berhasil membalasnya.
" Tuan, kenapa anda seperti ini sih ? " Ucap Celine sambil mencoba menenangkan Jo.
" Kamu yang membuat saya seperti ini, masih aja tanya ! " Gerutu Jo.
Jo masih saja memendam perasaannya, padahal hal yang dia lakukan tadi karna cemburu.
" Sil, tolong Carikan wanita ini gaun pesta yang cocok dengannya ! " Ujar Jo pada temannya. Sisil adalah temannya sewaktu dia duduk di bangku kuliah.
" Kau itu bisa ga sih membuat baju ? Mengapa semua baju seperti kekurangan bahan seperti itu ? " Ucap Jo sambil memberi tatapan tajam. Sikap Jo tentu saja membuat Sisil tertawa geli, padahal dulu dia tak pernah protes jika Selena berpakaian kurang bahan seperti itu.
" Cepat kau Carikan lagi yang lebih sopan ! Jika tidak, aku akan membelinya di tempat lain ! " Ancam Jo. Jo memijat keningnya yang terasa sakit. Kepala atas dan bawahnya terasa cenat cenut.
Hingga akhirnya Sisil memilihkan Dress ini.
" Ya...ini sangat cocok untuknya ! Aku akan membelinya ! "
Celine kembali ke kamar ganti untuk membuka dress itu dan Jo menunggu di luar. Jo tak ingin aset milik Celine terekspose bebas. Dia tak ingin keseksian Celine di lihat Sean dan juga orang lain.
Cepet halalkan makanya Pi, biar ga cemburu ! 😁😄
Jangan lupa kakak dukungannya ! 😄😘😍🙏🌷☕
__ADS_1