Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
LDR-AN


__ADS_3

Tanpa buang waktu, Jo langsung menggendong sang istri ala bridal style dan membawanya ke kamar yang berada di ruangannya. Jo meletakkan sang istri di ranjang. Setelah itu dirinya langsung membuka pakaiannya satu persatu dengan cepat.


Wajah Celine berubah merah saat pisang tanduk Jo sudah menjulang tinggi. Tak ada penolakan yang di lakukan Celine, dia pun menginginkannya. Jo membantu Celine untuk membuka dress dan juga penutup semangkanya. Hanya meninggalkan kain segitiga istrinya.


Jo langsung merangkak naik ke ranjang dan mengukung tubuh istrinya.


" Sayang...aku minta bekal dulu ya sebelum ke Medan !" Bisik Jo sebelum memulainya. Dan Celine mengangguk setuju.


Jo langsung mendaratkan bibirnya di bibir istrinya dan bermain-main di sana dan Celine mengalungkan tangannya di leher suaminya. Semakin lama permainan bibir mereka semakin memanas, dan baru terhenti saat mereka hampir kehabisan oksigen.


" Aaahh..." Desau Celine saat lidah sang suami bermain di leher jenjangnya dan meninggalkan stempel kepemilikan. Perlahan bibir Jo menurun ke bawah hingga kini telah sampai di duo semangka sang istri yang akan membuat dirinya menggila.


Jo langsung menghisa*p nya dengan rakus, seperti tak akan merasakan kembali. Tentu saja membuat Celine merasakan sensasi yang luar biasa. Jo mengangkat sedikit pinggulnya saat tangan istrinya meraba pisang tanduknya. Dan memainkan dengan tangannya. Hingga membuat hasrat Jo semakin memuncak.


" Sayang langsung aja ya ! Aku sudah ga tahan. " ucap Jo yang langsung membuka lebar kedua pangkal paha istrinya untuk memudahkan dirinya untuk bercocok tanam. Membenamkan pisang tanduknya di ladang sang istri. Dan agar pisang tanduknya subur dan berbuah, Jo perlu menyiramkan sper*ma nya di ladang sang istri.


Jo langsung mencangkul ladang sang istri perlahan demi perlahan. Tapi Celine meminta mempercepatnya, bahkan Celine langsung menyambar bibir suaminya dan melahapnya dengan beringas. Tentu saja hal itu membuat Papi Jo menjadi tambah bersemangat. Ternyata sang istri sudah terlena dengan keenakan bercocok tanam. Hingga Jo tak harus bekerja sendiri, istri polosnya sudah berubah menjadi liar.


Cangkulan itu semakin di percepat, karna Jo ingin mendapatkan pelepasan.

__ADS_1


" Sayang...aaahhh..." racau Jo saat dirinya mendapatkan pelepasan. Jo ambruk di atas tubuh istrinya. Sedangkan sang istri yang belum mendapatkan pelepasan, tentu saja tak ingin terputus. Melihat sang suami sudah lemas, Celine yang memimpin nya. Untungnya jenis pisang tanduk suaminya kelas import yang tak langsung menciut setelah berhasil menumpahkan. Hanya selang beberapa detik, si Bray bereaksi lagi.


Kini Celine yang memimpin menaik turunkan pinggulnya. Tentu saja Jo menjadi semangat lagi, melihat duo semangka yang bergoyang seirama dengan gerakan sang istri memompa. Hal ini adalah kesempatan untuk Jo memainkan duo semangka sang istri yang terpampang indah dan sangat menggoda.


Sepertinya Celine ingin mendapatkan pelepasan, membuat dirinya semakin menggila dan pastinya Jo pun ikut menggila. Dan tak mampu berkata-kata lagi. Hanya matanya yang sudah merem melek seperti orang cacingan.


Dan benar saja tak lama kemudian mereka mengerang bersama. Keringat bercucuran membasahi semua wajah dan tubuhnya. Ruangan ber AC tak menutupi hawa panas di tubuh mereka. Mereka hanya menjadi saksi pergulatan di ranjang panas.


" Huhft rasanya aku tak ingin pergi ke sana. Apa kamu ikut aja ya yang sama aku ke Medan ? " ujar Jo menatap istrinya sambil tangannya memakai kembali pakaiannya setelah membersihkan tubuhnya. Celine pun sudah selesai mandi dan ingin memakai pakaiannya kembali karna ulah suaminya.


Berbeda dengan pasangan yang baru selesai bercinta, di luar Hanif sedang menggerutu karna pasalnya sang bos sudah melebihi dua jam sesuai yang di bicarakan tadi.


" Sama siapa Lo ? Untung si bos ga kena jebakan Batman Lo. " sahut Hanif. Hanif sangat tahu jika Siska menyukai bosnya itu dan bahkan sering kali menggodanya.


Pertanyaan Hanif tentu saja membuat wajah Siska memerah menahan rasa malu, karna tanpa sadar membuka aibnya.


Untungnya Jo menghubungi Hanif, hingga Siska bisa bernafas lega karna Hanif pergi ke ruangan bosnya kembali.


" Tolong belikan saya dua porsi makan siang ! Ingat yang mengandung banyak protein, buat ganti stamina saya yang terkuras ! " ucap Jo dengan detailnya.

__ADS_1


" Cih...ga usah di jabarkan juga kali, bos ga ngomong gw juga tau kalian ngapain aja di dalam. " gerutu Hanif sambil melangkahkan kakinya keluar kantor. Hanif memilih membeli makanan langsung tidak melalui online.


" Aha...gw beliin aja sate kambing yang banyak sama sop kambing. Biar bangun lagi tuh si rudal, biar ga jadi ke Medan deh gw. " ucap Hanif tertawa geli sambil melajukan mobilnya mencari keberadaan tukang sate.


" Aku ga usah ikut ya ? Kasihan Clara, lagi pula aku kan mau ke sekolah. " ucap Celine lembut. Kini mereka sedang duduk bersebelahan di sofa. Jo menyenderkan tubuhnya di samping istrinya sambil memejamkan matanya. Dirinya masih mencoba mengatur nafasnya, tubuhnya masih terasa lemas namun dirinya harus tetap semangat untuk berangkat ke Medan.


" Ya sudah, aku juga mungkin ga akan lama ! Setelah semua urusan di sana selesai, aku akan segera kembali. Kita juga kan harus segera mengurus pesta resepsi kita ! Oh ya bolehkah aku minta satu permintaan ? " ucap Jo yang kini menatap istrinya.


" Katakanlah apa yang kamu inginkan ! " sahut Celine.


Jo menginginkan jika sang istri jangan terlalu dekat dengan cowok, jika ada yang mencoba mengganggu dia ingin Celine memberitahu kepada mereka kalau Celine sudah menikah, dan Jo tak ingin jika Celine memakai baju yang ketat yang menunjukkan lekuk tubuhnya yang sexy.


" Cih...katanya satu permintaan, ini mah 3 permintaan sayang..." gerutu Celine. Membuat Jo terkekeh.


Berat rasanya memang harus LDR-AN dengan sang istri, meskipun hanya beberapa hari saja. Rasanya dia ingin membawa duo semangka dan ladang sang istri menemani perjalanan dirinya. Berpisah 2-3 hari serasa akan berpisah bertahun-tahun.


" Lebay banget sih kamu, seperti kita akan berpisah lama aja ! " ujar Celine sambil memberi Capitan pada sang suami. Dan Jo langsung menangkap tubuh sang istri dan menduduki sang istri di pahanya. Tangan Celine mengelus lembut pipi suaminya, dan jari telunjuknya menyentuh bibir suaminya.


" Jangan gini yang, bisa-bisa aku kalap lagi ! Yang ada aku ketinggalan pesawat nanti. Kamu tau kan aku ga pernah bisa tahan menolak jika istri cantikku yang nan seksi sangat menggoda. " sahut Jo yang menurunkan Celine dari pangkuannya. Pernyataan sang suami tentu saja membuat wajah Celine memerah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


Selamat menikmati kakak, jangan lupa dukungannya ! πŸ˜ƒπŸ˜€πŸ€£πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜„πŸ™πŸŒ·β˜•


__ADS_2