Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Keinginan kuliah


__ADS_3

3 tahun berikutnya


"Sayang...aku ingin kuliah! Kembar sekarang kan sudah berusia 3 tahun dan sudah ga minum asi lagi, jadi aku sudah boleh donk melanjutkan cita-cita ku?" ujar Celine di sela-sela kebersamaannya dengan papi Jo.


"Huhft, rasanya aku ga rela memberi kamu izin berlama-lama di luar sendiri. Kamu yang kuliah, pasti aku yang akan merasa stres karna harus menahan rasa cemburuku. Kamu itu meskipun sudah melahirkan kembar masih seperti anak gadis. Ku rasa banyak pria yang mengira jika kamu belum memiliki buntut." cerocos papi Jo.


Mendengar penolakan suaminya yang bagi dia terlalu berlebihan tentu saja membuat Celine merasa kesal. Karna suaminya mengingkari keinginan dia lagi. Di awal pernikahan dulu, suaminya pernah berjanji padanya jika dia tak akan melarang untuknya berkuliah. Tapi nyatanya apa? Dia harus merasakan hamil kembar, dan sekarang pun melarang karna cemburu.


"Untuk apa kamu kuliah sih yang? Aku akan menuruti semua yang kamu mau. Kamu tuh sejatinya hanya untuk menjadi seorang istri yang mengurus aku dan mengurus ketiga buah hati kita. Nanti kalau kamu kuliah, waktu kamu pasti akan terbagi. Kalau kamu ingin bekerja, lebih baik kamu jadi sekertaris pribadi aku di kantor! Aku akan menggaji sesuai yang kamu mau. Tugas kamu hanya melayani aku! Aku ga butuh ijazah kuliah kamu!" ujar papi Jo.


Tapi mami Celine tetap tak mengerti, karna bisa mencoba duduk di bangku kuliah itu adalah cita-citanya sejak dulu. Tapi hal itu tidak bisa terwujud. Dia merasa suaminya ga mengerti.


"Aku tetap ingin kuliah dan merasakan bekerja, namun bukan di perusahaan kamu! Yang ada aku bukan bekerja, tapi di kerjain kamu! Tiap hari harus melayani naf*su kamu." sahut Celine ketus.


Papi Jo langsung merangkul tubuh sexy istrinya dan membawa dekapannya.

__ADS_1


"Aku ga akan rela jika kamu bekerja di perusahaan lain. Lagi pula kan sama-sama kerja. Tergantung permintaan bos nya donk. Dari pada kamu harus menuruti permintaan pria lain, mendingan sama suami kamu donk? Aku juga sebenarnya ga rela jika kamu harus bekerja, kasihan anak-anak. Lagi pula aku sudah memenuhi semuanya tanpa kamu harus bekerja! Biar aku yang bekerja keras, kamu hanya mendoakan dan mendukung aku! Gimana?" ungkap Papi Jo.


Memang benar apa yang di katakan suaminya itu, tapi kenapa hati mami Celine masih merasa ngeyel ya?


"Ya udah aku ga kuliah, tapi aku ingin mencoba bekerja di perusahaan lain. Gimana? Aku benar-benar ingin mencoba dunia kerja tanpa embel-embel kamu!" ujar Celine. Papi Jo hanya menarik nafasnya panjang. Istrinya ini memang seorang yang keras kepala tak bisa di beri tahu sekali dua kali


Dan akhirnya dia menuruti sang istri untuk berkuliah, tapi tentu saja ada syaratnya. Celine tetap harus memprioritaskan keluarga, dan jika nanti lulus kuliah dia hanya bekerja di perusahaan suaminya.


"Tetep kalau aku ada permintaan, pasti ujung-ujungnya kamu terus yang merasa untung." gerutu Celine sambil memanyunkan bibirnya. Membuat sang suami merasa gemas.


Kembar kini sudah pintar bicara. Dan benar saja dia terlihat sangat posesif dengan sang papi. Dia lebih dekat dengan sang papi. Jika sang papi dekat dengan kakak Clara atau sang mami, Clare sering kali mengambil.


"Papi hanya milik aku!" ujar Clare saat sang papi sedang mengobrol dengan sang kakak. Clara kini sudah duduk di bangku SMP, dia membuktikan jika dirinya menyayangi kedua adiknya. Dia sering kali menemani kedua adiknya bermain. Melihat kekompakan ketiga buah hatinya tentu saja membuat Celine dan Jo merasa bahagia.


Jo terpaksa menuruti keinginan sang istri, dia memberi kesempatan kepada sang istri untuk mengejar cita-citanya, meskipun pada akhirnya sang istri hanya bekerja di perusahaan.

__ADS_1


"Mungkin memang seharusnya aku memberi kesempatan untuk kamu untuk mencari ilmu sebanyak mungkin. Gimana jika kamu kuliahnya di bidang bisnis? Jadi, kalau nanti aku sudah tidak ada di dunia ini, kamu bisa melanjutkan mengurus perusahaan. Terlebih Cairo masih sangat jauh untuk bisa memimpin perusahaan. Nanti kamu dan Clara lah yang mengurusnya!" ujar papi Jo yang terlihat mendung. Papi Jo menyadari jika dirinya tak selamanya hidup di dunia dan tak selamanya sehat. Kelak dirinya akan pergi meninggalkan dunia. Lantas siapa yang nanti akan mengurus perusahaannya? Kita ga pernah tau kapan maut menghampiri kit.


Ternyata bukan hanya papi Jo yang merasa sedih tak sanggup jika harus pergi meninggalkan keluarga tercintanya. Jika dirinya bisa memilih, dia ingin hidup selamanya bersama keluarganya. Dia berharap jika Tuhan memberikannya umur panjang agar dirinya bisa membesarkan anak-anaknya, bisa merasakan memiliki cucu dari ketiga anaknya, dan bisa selalu hidup bersama dengan istri tercintanya.


Mami Celine ikut merasa melow, dia sangat takut jika suaminya akan pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya. Untuk masalah harta, dia ga akan pernah kekurangan. Tapi rasanya sangat tak mudah jika harus hidup sendiri, tanpa hadirnya sang suami di hidupnya.


"Udah ah aku ga mau bahas begini! Malah jadi melebar begini. Jangan mikir macem-macem, aku ga mau berpikir tentang hal itu! Aku kan jadi melow." ujar Celine.


"Kalau nanti aku meninggal duluan, kamu akan nikah lagi? Jika iya, aku titip sama kamu! Tolong cari suami yang mencintai anak-anak kita juga ya!" ujar papi Jo. Bukannya menjawab, mami Celine justru meneteskan air mata. Dia tak mampu berkata-kata. Dia justru langsung memeluk suaminya.


"Udah! Jangan di lanjut lagi ku mohon! Aku ga mau membayangkan hal ini, rasa nya terlalu sesak di dada! Kita jalanin saja hidup apa adanya, sebelum waktu itu akan terjadi. Aku ga akan menikah lagi sampai kapan pun, hanya kamu yang aku cinta!" ujar Mami Celine sambil terus tangis.


Papi Jo merenggangkan pelukannya, dia menatap wajah sang istri dengan tersenyum. Hatinya sangat bahagia mendengar penuturan sang istri yang sangat menyentuh. Dia merasa bahagia saat dirinya mengetahui jika sang istri mencintai dirinya. Dan dia pun berjanji tidak akan menikah lagi sampai kapanpun. Tak masalah jika dirinya harus menyandang status sebagai duda seumur hidup. Mendengar penuturan suaminya itu tentu saja membuat Mami Celine pun merasa bahagia.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜„πŸ™

__ADS_1


__ADS_2