Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kencan ???


__ADS_3

" Lin, kamu mau ikut ga ? Rencananya untuk merayakan kelulusan kita akan mengadakan acara di puncak. Kamu ikut ya ! Biar aku ada temannya. " Ajak Lilis.


Lilis adalah teman dekat Celine di sekolah persamaan. Celine lebih dekat dengan Lilis di banding dengan Angel.


" Nanti aku coba izin dulu ya sama bos aku. Soalnya aku kan kerja Lis, ga bisa kalau aku ga izin. " Ujar Celine dan Lilis mencoba mengerti namun dia tetap meminta untuk Celine mencoba izin ke majikannya.


Mobil Jo sudah terparkir di parkiran sekolah Celine. Jo sengaja pulang lebih cepat dari kantor hari ini. Benar kata mami nya, dia harus terus berusaha meluluhkan hati Celine dengan memberikan perhatian lebih kepada Celine seperti sore ini yang berniat menjemput Celine.


Celine dan Lilis berjalan keluar hendak pulang, bahkan Celine tak tahu jika mobil majikannya itu sudah terparkir. Karna Celine termasuk tipe yang cuek dan masa bodo.


Jo segera turun dari mobil karna melihat Celine yang tak peduli kehadirannya.


" Celine. " Teriak Jo. Celine dan Lilis menengok.


" Siapa Lin ? Ganteng banget udah kaya artis. Itu kayanya mobilnya ya ? Hebat kamu di sukai orang kaya. " Sahut Lilis.


" Dia majikan aku. " Sahut Celine singkat membuat Lilis melongo. Kok ada ya majikan sebegitu baiknya, jemput pembantunya.


Jo menghampiri Celine yang dia jadi patung tak bergerak


" Benar-benar ni anak bukannya di panggil nyamperin, justru diem aja model patung Pancoran." Gerutu Jo dalam hati yang merasa gemas melihat tingkah kekasih hatinya. Ya Jo telah resmi menganggap Celine kekasihnya meskipun Celine tak menganggap dirinya hal yang sama.


" Tuan ngapain kesini ? " Tanya Celine dengan cueknya.


" Ya mau jemput kamu lah, masa mau jemput Security sekolah ! " Sahut Jo ketus. Sedangkan Lilis justru tertawa geli dalam hati. Dan akhirnya Lilis memutuskan pulang sendiri, Lilis menyuruh Celine untuk pulang dengan bosnya

__ADS_1


Celine berjalan beriringan dengan Jo, namun mereka berdua hanya diam.


" Celine..." Panggil Anto.


Anto langsung berlari menghampiri Celine yang berdiri bersama Jo. Padahal Jo sempat mengajak Celine untuk cepat masuk ke dalam mobil, tapi Celine ga mau karna ga enak sama Anto. Bagaimanapun Anto teman di kelasnya, dia ga mau di sebut sombong. Dan akhirnya Jo ikut menemani Celine. Dia takut jika otak Celine akan terkontaminasi zat-zat asing. Anto juga ga peduli dengan majikan Celine, karna ini di lingkungan sekolah Anto berani dan jika Jo berbuat macam-macam. Dia bisa saja mengusir Jo dari sekolah.


" Lin, kamu ikut ga acara ke puncak hari Sabtu ini ? " Tanya Anto membuat Jo menatap Anto tajam tapi Anto tak peduli.


" Aku belum tau. Tadi juga Lilis ngajak aku, cuma aku kan kerja jadi aku harus izin sama majikan aku. " Sahut Celine.


" Boleh ga om kalau Celine ikut sama kami untuk merayakan kelulusan ? " Tanya Anto tidak ada takutnya.


" Celine ga boleh ikut ! Dan satu lagi gw ini bukan om Lo, karna gw ga pernah nikah sama bibi Lo ! Gw juga ga mau punya keponakan model kaya Lo ! Jangan ganggu Celine lagi, dia bukan babysitter lagi tapi calon istri gw ! Ayo Celine pulang ! " Jo menarik tangan Celine dengan paksa untuk masuk ke dalam mobil.


" Tuan, tolong jangan ngebut seperti ini ! Saya takut tuan ! Saya belum menikah tuan, kalau tuan sih enak udah nikah malah sekarang udah jadi duda lagi ! Terus kita sekarang mau kemana ? Kemana jalurnya kesini ? " Ucap Celine dengan perasaan takut.


" Kamu ingin menikah kan ? Saya akan menikahi kamu sekarang juga ! " Sahut Jo ketus. Dia merasa kesal bukannya meminta maaf, Celine justru mengungkit statusnya sekarang.


Tentu saja ucapan Jo membuat Celine tersentak kaget dan matanya kini membulat sempurna.


" Bu-bukan maksud begitu tuan. Saya hanya ingin tuan tidak mengebut, saya takut ! Apalagi saya yakin saat ini anda sedang dalam keadaan marah, hal ini bisa membahayakan kita ! Kasihan Clara tuan ! " Ucap Celine memohon iba, hingga akhirnya Jo melajukan kendaraannya dengan pelan tapi pasti menuju puncak.


" Tuan kenapa kita ga pulang ? Kasihan non Clara , pasti dia nungguin kita ! " Ujar Celine mencoba merayu bosnya.


" Biarin aja, biar Clara cepat nikahi kita ! " Sahut Jo ketus. Membuat Celine bergidik ngeri. Dia takut seperti di novel-novel yang ada di Noveltoon. Saat pria marah, bisa saja pria itu berbuat nekat memperkosa wanita itu terlebih saat ini Celine tak tau jika dirinya ada di mana. Dia tak mengerti jalan juga, karna memang tak pernah mengijinkan kakinya disin.

__ADS_1


Rasa takutnya menjadi bertambah. Saat melihat sekitar yang terlihat gelap. Karna jam menunjukkan pukul 18.30, barulah Celine menarik nafasnya saat Jo memarkirkan mobil nya di Cimory risedenvil restaurant.


" Ayo turun ! " Ajak Jo pada Celine tapi Celine menggelengkan kepalanya tak mau turun.


" Jadi kamu mau aku ajak ke villa aja atau hotel ? Apa mau aku nikahkan sekarang juga ? " Ancam Jo.


Dan akhirnya Celine mau turun, membuat Jo tertawa geli dalam hati karna melihat wajah Celine yang ketakutan yang membuat dia merasa gemas.


Jo menggandeng tangan Celine dengan mesra. Jo sengaja mengajak Celine ke sini, karna cafe di sini sangat enak dan nyaman untuk ngobrol santai. Jo memesan tempat yang outdoor. Tempat yang romantis untuk pasangan muda mudi bersama kekasihnya. Ga apalah sekali-kali seperti pacaran Abege mengimbangi Celine yang masih muda.


" Kalau mau makan, kenapa harus sampai ke sini sih ? " Ucap Celine.


" Lebih baik tutup mulut kamu ! Lihat ke sana, di situ ada kali jadi jika kamu terus protes, aku ga segan-segan melempar kamu ke situ ! Lagi pula siapa bilang aku mau ngajak kamu makan ? Orang aku mau ngajak kamu kencan romantis ! " Goda papi Jo membuat Celine memutar bola matanya karna malas.


" Kenapa ga suka ? Jangan kira status duda dan usia lebih tua ga bisa bikin kencan romantis. " Ujar Jo.


" Kencan romantis apaan ? Nakutin iya ! " Gerutu Celine dalam hati. Celine memilih diam dan justru melihat sekeliling.


" Gimana suka tempatnya ? " Tanya Jo karna melihat Celine yang seperti terpanah melihat sekeliling, padahal kenyataannya tak seperti itu. Karna dia malas harus berdebat terus sama duda yang menyebalkan.


Celine menganggukkan kepalanya. Tentu saja hal itu membuat Jo merasa senang.


" Aku sengaja bawa kamu ke sini, karna tempat di sini terasa tenang hanya suara aliran air yang terdengar. Jauh dari hiruk pikuk kehidupan Jakarta. Dan tempat di sini bagi aku cukup romantis. " Ungkap Jo.


Beri dukungan nya kakak, author crazy up lagi niπŸ˜„πŸ€£πŸ˜€πŸ˜ƒ

__ADS_1


__ADS_2