
Resepsi akan di adakan pada malam hari. Meskipun acara ini dadakan dan hanya di hadiri segelintir orang terdekat saja, dekorasi tetap terlihat mewah. Dan rencananya tiga bulan lagi untuk acara puncaknya. Berhubung Jo anak satu-satunya dan mami Grace berharap acara terakhir pernikahan anaknya, jadi di buat semewah mungkin bahkan melebihi pernikahan Jo dengan Selena yang waktu itu di adakan di Bali di tepi pantai.
" Breng, ni kartu akses buat Lo ! Berhubung Lo udah berjasa banget sama gw, gw kasih hadiah ini buat Lo dan Mila istri Lo ! " Ucap Jo sambil menyerahkan satu kartu akses. Padahal selain itu alasannya, Jo juga sengaja memberikan fasilitas itu agar sahabatnya itu tak mengganggu dirinya. Setelah memberikan kartu itu pada Combreng, Jo langsung cepat-cepat menyusul Celine ke kamar.
" Untung perecok udah aman sama pawangnya ! Puas-puasin deh Lo ! Kalau kaya gitu kan, ga akan gangguin gw ! " Ucap Jo dalam hati dengan wajah sumringah.
" Anj*ir ni jantung kenapa berdegup kencang banget ? Norak banget kaya ga pernah nyobain aja ! " Ucap Jo yang mengomeli dirinya sendiri.
Kini dirinya sudah berada di depan pintu kamar pengantinnya dan ternyata pintu nya terkunci dari dalam hingga akhirnya dia memutuskan mengetuk pintu kamar tersebut.
Mendengar pintu kamar di ketuk, Celine yang baru selesai mandi dan hanya menggunakan bathrobe dan rambutnya yang di lilit handuk kecil langsung membuka pintu kamar tersebut.
Mata Jo membulat sempurna dan dirinya mencoba menahan Saliva nya karna tak kuasa melihat keseksian wanita yang telah resmi menjadi istrinya. Hinga pisang tanduk sudah jumpalitan di dalam bedong.
" Sa..sayang kamu baru selesai mandi ? " Pertanyaan bodoh keluar begitu saja. Padahal jelas sudah jika Celine baru selesai mandi terlihat dari rambutnya yang masih basah dan dirinya hanya memakai bathrobe.
" Iya...tubuh ku terasa lengket. Lagi pula masih ada waktu 3 jam lagi untuk di rias, jadi lebih baik aku merilekskan tubuh dan setelah ini aku mau istirahat dulu ! " Sahut Celine yang baru saja mengeringkan rambutnya.
" Kenapa kamu ga menunggu aku mandi ? Biar kita mandi bareng ! Kan kita sekarang sudah resmi menikah, wajar kalau kita hahahihi donk ! " Sahut Jo membuat wajah Celine langsung berubah merah.
Jo langsung menggendong tubuh Celine ala bridal style dan meletakkan sang istri ke ranjang.
" Berhubung kamu sudah mandi, jadi kita langsung saja di ranjang ! " Ujar Jo dengan percaya diri. Celine tentu saja menolaknya, dia langsung mendorong tubuh Jo. Karna dia ingin Jo mandi dulu biar bersih. Dan demi pisang tanduknya, Jo langsung mengabulkan permintaan istri nya. Membersihkan tubuh dulu.
Dan di luar Celine sedang duduk sambil memikirkan dirinya harus seperti apa dan dia sangat takut untuk melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya. Terlebih dari artikel yang dia baca, jika pertama kali melakukan malam pertama rasanya sakit terlebih jika kita merasa tegang.
Jo menghampiri Celine yang sedang termenung di pinggir ranjang. Bahkan Celine tak sadar jika suaminya sudah keluar dari kamar mandi
" Hei...mengapa kamu sedih ? Apa yang kamu pikirkan ? Kenapa kamu termenung seperti itu ? Apa kamu menyesal menikah dengan ku ? " Tanya Jo lembut sambil mengelus pipi mulus istrinya.
__ADS_1
Celine hanya diam, tak mampu bicara. Karna dirinya tak mungkin bicara jujur tentang apa yang dia pikirkan saat ini. Dia ga mau buat suaminya kecewa. Dan tanpa menunggu jawaban Jo langsung mendorong tubuh Celine dan membuka bathrobe yang di pakai istrinya. Dan Celine hanya pasrah saat bibir suaminya langsung menyambar bibirnya. Dan memainkannya.
Jo berhasil membuka bathrobe Celine, hingga terlihat jelas tubuh indah Celine yang sangat aduhai dan duo semangka yang sangat mempesona.
Jo menghentikan ciuman mesranya, karna Celine tak meresponnya. Kini Jo masih berada di atas tubuh istrinya, namun yang dia rasa bukan sekedar naf*su tapi dia juga sangat mencintai Celine, dan melihat Celine yang tak meresponnya membuat Jo tak enak hati. Hingga memilih turun dari tubuh istrinya dan tidur di sebelah sang istri. Jo tak peduli dengan pisang tanduknya yang sudah belingsatan minta di buka dari bedongan.
Celine menarik nafasnya panjang. Dia tak boleh egois seperti itu pada suaminya. Kini dirinya sudah resmi menjadi istri dari Jonathan Anderson. Maka harus menjalankan kewajibannya sebagai istri.
" Lakukanlah apa yang kamu inginkan ! " Sahut Celine singkat.
Tentu saja mendapat jawaban dari Celine seperti itu, Jo langsung tancap gas. Melanjutkan ciu* man mereka, bahkan kini semakin memanas karna Celine membalasnya. Tangan Jo juga tak tinggal diam, memberikan sentuhan lembut untuk istrinya hingga akhirnya Desauan keluar dari bibir Celine.
Tentu saja hal itu membuat Jo semakin tak sabar. Jo melepas bedongan rudal nya. Dan dengan spontan Celine langsung menutup matanya. Hal itu membuat Jo terkekeh dan perlahan menarik tangan istrinya.
" Hey...kenapa harus malu ? Peganglah sayang, ini sekarang milikmu ! Bolehkah dia berkenalan dengan milikmu ? " Goda Jo sambil mengarahkan tangan istrinya ke pisangnya, namun Celine masih dalam mata terpejam.
Ini ada hal pertama kali bagi Celine. Karna sebelumnya dia tak pernah melakukan hal itu dengan pria mana pun. Jo sangat beruntung bisa mendapatkan seorang perawan yang belum terjamah dengan pria.
Jo langsung melahap bibir Celine dengan rakus, dan membawa Celine dalam pangkuannya. Mereka saling berhadapan. Merasa ada yang menusuk-nusuk miliknya, Celine berusaha menghindar. Namun gerakannya itu menambah rudal suaminya semakin menggila. Hingga akhirnya Jo memindahkan sang istri ke ranjang dan mengukung nya.
Setelah itu bibirnya turun di leher jenjang istrinya, memberikan sengatan listrik membuat tubuh Celine bergelinjang. Dan tangannya meraup duo semangka yang membuat dirinya menggila. Dan kini mulutnya sudah berada di semangka sang istri, menghi*sapnya seperti bayi yang kelaparan.
" Aaaahhh..." Desau Celine. Tangan Jo tentu saja tak bisa diam, dan kini sudah mendarat di lubang kenikmatan milik Celine.
" Aaahhh...sayang baru memegang saja, aku sudah tak kuasa ! " Racau Jo dan kini bibirnya beralih memanjakan bibir bawah istrinya. Tentu saja hal itu membuat Celine tak berdaya, karna baru pertama kali merasakan hal itu dan ternyata sangat enak.
" Sayang...boleh kah aku mempertemukan pisang ku dengan milikmu yang sempit itu ? " Tanya Jo yang kini hasratnya sudah menggebu-gebu. Perlahan Celine menganggukkan kepalanya, membuat Jo mengucapkan terima kasih dan bersemangat.
Jo melebarkan kedua paha istrinya dan mencoba mensejajarkan miliknya dengan sang istri. Namun tiba-tiba saja Celine mendorongnya karna merasa takut, bahkan kini wajah nya berubah pucat.
__ADS_1
" Apa itu cukup ? Ga bisa di kecilkan ? " Ucap Celine.
" Kamu tak perlu khawatir sayang ! Aku akan melakukannya dengan sangat pelan ! Tahan sedikit rasa sakitnya, selanjutnya aku jamin kamu akan ketagihan ! " Ucap Jo menenangkan sang istri.
Ya ampun Celine, di kira pisang tanduk suaminya bisa di potong kecil seperti pisang beneran. Di kala banyak yang menginginkan ukuran milik suaminya besar, eh dia malah minta di kecilkan. Segala nanya cukup apa ga, va*gina itu elastis. Meskipun awalnya tetap terasa sakit.
Tok...Tok...Tok..
" Jo, Celine, Jo, Celine ! " Teriak mami Grace. Awalnya Jo merasa cuek tetap ingin melancarkan aksinya sudah kepalang tanggung. Namun ketikan pintu itu semakin keras hingga akhirnya Celine mendorong tubuh suaminya dengan kuat. Dan alhasil ambyar, bukannya mendapatkan kenikmatan dirinya justru malah jatuh ke lantai.
Suasana ruangan terlihat panik, seperti di gerebek Rajia satpol pp. Celine langsung mencari pakaiannya dan segera memakainya. Dan Jo masih meringis kesakitan.
" Duh, bang ngapain sih masih duduk terus ! Cepetan donk bangun ! Cepat pakai bajunya ! " Cerocos Celine.
" Kalau dari tadi bisa bangun, aku dari tadi juga udah bangun ! " Gerutu Jo dalam hati yang berusaha bangkit. Celine langsung mengambilkan kaos dan celana pendek untuk Jo dan membantu memasangkannya. Setelah itu memapah Jo duduk di sofa yang berada di kamar, lalu membuka pintu kamarnya.
" Kalian ini lama banget sih buka pintunya ? Ngapain aja sih ? " Ujar mami Grace tak berdosa.
" Lah lagian mami ngapain coba ke sini ! Ganggu pengantin baru aja sih ! Gara-gara mami teriak-teriak Jo jadi sakit semua. Kepala atas, bawah, dan bokong ! Gagal deh menerobosnya ! " Gerutu Jo.
Bukannya merasa iba, Mami Grace justru mengomel karna sang anak tak sabar belah duren.
" Udah ayo Celine tidur di kamar mama, bahaya urusannya kalau begini ! Nanti yang ada pas resepsi kamu jalannya ngangkang lagi ! " Sahut Mami Grace.
" Mi, jangan gitu donk ! Kan masih ada kesempatan 1 jam lagi, kasih kesempatan sama kita main dokter-dokteran ! Nanggung mi ! Saking kecewanya, ni pisang tanduk sampe letoy lagi ! " Sahut Jo.
Tapi sayangnya sang mami tetap membawa Celine ke kamarnya. Tentu saja hal itu membuat mulut Jo terus mengumpat maminya.
Masih mau lanjut ? Dukungannya donk kakak, biar tambah semangat ni πππ€£π
__ADS_1