Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kebaikan Mami Grace ( 1 )


__ADS_3

Kini mereka telah sampai di rumah. Celine langsung memandikan Clara dan dia juga ingin langsung mandi. Dan sarapan pagi ini, Bi Midah yang membuatnya karna khusus hari libur Celine hanya bertugas menemani Clara main.


Tepat pukul 08.15 Combreng sudah sampai di rumah Jo. Tentunya seperti biasa dia akan langsung mencari keberadaan makhluk langka baginya. Sahabatnya itu menurut Combreng ibarat barang, limited edition. 😁😁


Combreng langsung nyelonong masuk ke dalam kamar dan berpapasan dengan Jo yang baru keluar dari kamar mandi dan hanya melilitkan handuk nya di pinggang.


" Sialan Lo, ngangetin gw aja ! Keluar dulu sana ! Tunggu di bawah, nanti gw nyusul ! " Titah Jo.


" Aelah gaya-gayaan Lo, nyuruh gw keluar ! Kaya gw ga pernah lihat pisang tanduk Lo aja ! Udah sana pakai baju, gw ga bakal ngintip. " Cerocos Combreng. Padahal dia belum pernah sekalipun melihat pisang tanduk Jo secara keseluruhan. Jo itu asyik, tapi dalam urusan pisang tanduk dia paling protektif.


Akhirnya Jo memakai pakaian dengan cepat, agar cepat selesai. Jo memakai kaos super ketat dan celana traning menunjukkan berbagai macam tonjolan. Tonjolan apa aja tuh ? Jangan traveling ya πŸ˜„πŸ˜€πŸ€£


Setelah selesai Jo dan Combreng menuruni anak tangga menuju ruang makan untuk sarapan dan langsung pergi. Jo sudah membawa tas olahraga nya.


" Papi mau ke mana sama om Combreng ? " Tanya Clara pada sang papi.


Jo menghampiri sang anak berjongkok mensejajarkan dengan sang anak. Dia mengatakan tentang dirinya yang akan pergi nge-gym.


Celine telah siap menghidangkan sarapan di meja makan.


" Tuan, seksi banget itu tangannya asli ? Macho bener. " Ucap Celine polos melihat tangan kekar dengan otot menonjol bosnya, membuat Combreng ngakak mendengar kepolosan babysitter sahabat nya.


" Celine... Celine. Lo jadi orang polos amat. Ya itu tangan beneran lah. Emang Lo kira tangan robot. Lo baru nglihat penampilan luarnya aja udah terpanah sama bos Lo yang macho apa lagi main kuda-kudaan di ranjang. " Ujar Combreng tak berfilter membuat Jo memberi cubitan di perutnya. Mengatakan masalah ranjang di depan anak dan juga babysitter nya. Jo berusaha bersikap cool, padahal jika membahas masalah ranjang hatinya langsung disko jedag jedug.


" Celine Lo habis ngapain semalam ? Habis keramas Lo ya ? " Melihat rambut Celine terlihat basah. Tentu saja membuat Jo melirik sekilas. Baginya lihat pertama rezeki, tapi kalau di lihat terus menerus jadi musibah. Bisa membuat pisang tanduk nya mengamuk minta keluar dari sarungnya.


Jo mengungkapkan pada Clara bahwa baru jam 13.00 kemungkinan dirinya baru pulang ke rumah. Karna jadwal gym nya jam 09.00 sampe dengan jam 11.00.

__ADS_1


Jam 10.00 pagi, tiba-tiba saja mami Grace datang ke kediaman Jo. Sebenarnya tujuan nya ingin bicara pada sang anak mengenai sekolah Celine. Tapi sayangnya sang anak sedang gym. Dan hanya bertemu Clara dan Celine.


" Trus kamu sudah bilang Clara sama papi ? Respon papi gimana ? " Tanya sang nenek.


" Papi setuju ko nek Mis Celine sekolah lagi. Asal dia tetap bisa menjalankan tugas nya mengurus aku. " Sahut Clara dan sang nenek mengangguk mengerti.


Kedatangan mami Grace untuk memberi tahu perihal sekolah Celine. Dia sudah mendaftarkan Celine sekolah persamaan jenjang SMA. Namun pihak sekolah tetap membutuhkan data-data pribadi Celine. Seperti akta kelahiran, ijazah terakhir Celine sewaktu SMP , foto , dan juga kartu keluarga. Mau tak mau Celine harus pulang mengambilnya dulu ke rumah.


Rencananya Minggu depan Celine akan mulai sekolah. Dan sekolah itu 1 Minggu hanya 3x dan waktunya belajar 3 jam setiap kali pertemuan.


Bukan hanya di sekolah kan. Mami Grace akan membelikan semua keperluan Celine sekolah. Mami Grace juga akan mengantarkan Celine pulang ke rumah untuk mengambil berkas.


" Ta-tapi aye takut nyonye besar pulang ke rumah. Aye dulu kabur dari rumah, karna mau di jodohkan sama juragan jengkol di pasar yang usia nya lebih tua dari ayah. Lebih baik kalau kudu ngasih berkas begituan, mending kagak useh deh. " Ucap Celine lirih. Mami Grace bisa melihat wajah Celine yang merasa sedih.


" Celine ga usah takut ya ! Saya akan menemani kamu pulang ke rumah kamu. Saya akan melindungi kamu ! Tugas kamu hanya satu, belajar yang rajin ! " Ucap Mami Grace menenangkan Celine, dia yakin Celine merasa takut jika ibu tirinya akan memaksa dirinya kembali untuk menikah dengan pak tua itu. Mami Grace menjamin semua itu tak akan terjadi, dan akhirnya Celine percaya dan merasa tenang.


" Tenangkan hati kamu ! Jangan takut ! " Mami Grace menggenggam tangan Celine memberikan kekuatan.


" Ma-maaf nyonye, boleh aye memeluk nyonye sebagai ucapan terima kasih ? " Ucap Celine dengan ragu-ragu. Tanpa di duga Mami Grace menganggukkan kepalanya menyetujui kemauan Celine. Kini mereka saling berpelukan. Sungguh ada perasaan yang menghangat yang di rasa keduanya. Mami Grace sangat menyayangi Celine. Dia yakin Celine anak yang baik, pintar cuma nasib nya aja yang tidak beruntung. Itulah yang menjadi alasan Mami Grace berniat akan merubah Celine. Baik dari penampilan, kepribadian, dan kemampuan otak. Mami Grace berniat untuk mewujudkan perlahan demi perlahan.


" Bersikap lah biasa ! Saya yakin kamu bisa melakukan nya ! " Ujar Mami Grace memberi semangat saat Celine akan turun begitu juga dirinya dan juga Clara.


Celine mengucap salam dan tak lama kemudian mami Eva membuka pintu rumahnya. Dirinya merasa terkejut, Celine berada di hadapannya.


" Ngapain Lo pulang ? Dasar anak ga ada guna nya Lo ! Cuma buat gw susah ! " Ujar Mami Eva kasar. Dia mengusir Celine.


" Maaf sebelumnya jika kedatangan Celine tak di harapkan anda ! Kedatangan kami ke sini hanya untuk mengambil berkas-berkas yang di butuhkan Celine untuk melanjutkan pendidikan ke SMA. " Ujar Mami Grace membantu Celine bicara. Dia yakin Celine membutuhkan dirinya.

__ADS_1


" Lo ini siapa ? " Tanya mami Eva sombong.


Mami Grace menjelaskan bahwa dirinya adalah nenek dari anak asuh Celine, mami Grace menjelaskan bahwa Celine bekerja menjadi babysitter cucu nya yang bernama Clara.


Mendengar penuturan Mami Grace, mami Eva jadi berniat jahat. Dia berencana meminta sejumlah uang untuk menggantikan biaya merawat Celine bertahun-tahun.


" Gw bisa aja ngasih tuh berkas-berkas, tapi dengan syarat ! " Ancam Mami Eva. Celine dan Mami Grace sama-sama mengerutkan keningnya maksud dari ucapan Mami Eva.


" Katakan apa syaratnya ! Saya akan mewujudkan nya ! Ternyata anda ibu tiri yang jahat ya ? " Ucap Mami Grace ketus. Dia merasa kesal dengan sikap mami Eva kepada Celine. Dirinya jadi berpikir dan merasa takut jika cucu nya akan mengalami seperti Celine, yang sangat jahat.


Mami Eva tertawa keras, dia tak menyangka ada orang kaya yang mau mencoba menjadi pahlawan untuk Celine. Yang berniat membantu Celine.


" Berikan gw uang 100 juta sebagai penggantian selama ini gw mengurusnya, setelah itu Celine baru boleh menginjakkan kaki nya ke dalam rumah untuk mengambil barang-barang yang dia butuhkan ! " Sahut Mami Eva. Celine menatap mami Grace dan menggelengkan kepalanya. Berharap mami Grace tak menyetujui permintaan ibu tirinya. Air mata Celine sudah terjun bebas, hatinya merasa sedih. Dia tak menyangka apa yang di lakukan mami Eva kepadanya tak tulus.


" Ayah...Celine sedih. Ternyata mami jahat padaku. " Ucap Celine dalam hati. Hari ini dirinya baru menyadari jika ibu tirinya memang jahat, tak tulus membesarkan nya. Pantas saja dirinya dulu berniat menjual Celine kepada pak Teo.


" Baiklah saya akan memberikan kamu uang ! Mana nomor rekening kamu ? Saya akan mentransfernya , karna saya tak memegang uang cash. " Ujar Mami Grace, baginya uang segitu tak seberapa. Dia sudah berniat menolong Celine.


Mami Eva tersenyum senang, dengan cepat langsung memberikan nomor rekening banknya. Dan saat itu juga Mami Grace langsung mentransfernya.


Setelah itu Celine langsung di perbolehkan masuk untung mengambil barang-barang nya. Bukan hanya berkas-berkas saja, Celine juga membawa foto kenangan bersama sang ayah dan juga foto bertiga ayah, ibu, dan dirinya yang selalu dia simpan di lemarinya. Celine juga mengambil semua pakaiannya. Karna memang pakaian Celine tak banyak


" Jangan pernah menginjakkan kaki kamu ke sini lagi tanpa tangan kosong, karna kamu harus membayar apa yang kamu inginkan ! " Ucap Mami Eva dengan perangai jahat


Mami Grace meminta supirnya untuk membawa barang-barang Celine, dan mami Grace menggandeng tangan Celine. Dia yakin saat ini Celine merasa rapuh. Mami Eva benar-benar jahat. Rumah itu sebenarnya masih menjadi milik Celine, tapi dia menguasainya. Dan Celine merasa sedih harus meninggalkan rumah yang memiliki sejuta kenangan bahagia dan sedih.


Yuk ah terus kasih dukungan agar author semangat crazy up nya

__ADS_1


__ADS_2