Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Cemburu tak beralasan


__ADS_3

" Seperti nya hari ini kamu lagi beruntung, di kagumi banyak pria. " Ucap Jo ketus.


" Bukan hanya hari ini saja tuan, tapi hal ini sudah sering terjadi di hidup saya ! " Sahut Celine tak kalah ketus.


Nyeeesss


Kata-kata Celine sungguh membuat dirinya tertampar. Karna apa yang di katakan Celine memang benar, dia pun salah satu pengagum rahasianya. Lantas kenapa dia tak bicara saja jika dirinya cemburu melihat Celine di dekati banyak pria dari yang hidup sederhana sampai yang tajir melintir seperti nya.


" Kita makan dulu, setelah itu baru pulang ! " Jo memilih mengalihkan pembicaraan lain untuk mencairkan suasana yang hening. Dan Celine hanya menganggukkan kepalanya.


" Nanti jika Clara tanya, kamu jangan bilang padanya habis pergi dengan saya ! Saya akan menurunkan kamu di dekat rumah ! " Ujar Jo.


Celine menatap Jo sinis. Sebenarnya dia merasa males untuk berdekatan dengan bos kulkas nya itu terlebih harus makan berdua dengannya.


Jo memarkirkan mobil nya di sebuah restoran yang yang tak jauh dari perumahan mewah nya.


Mereka memasuki restoran seperti orang asing yang tak saling kenal. Celine dengan percaya diri memasuki restoran tersebut lebih dulu dan Jo mengekornya dari belakang.


" Celine..." Panggil Wilsen. Dan Celine menengok ke arah sumber suara kemudian membalas dengan senyuman termanisnya.


" Kamu ngapain di sini ? Sudah lama kita tak bertemu dan kamu semakin hari semakin cantik. " Puji Wilsen membuat Jo merasa panas.


" Ayo Celine ! Tujuan kita ke sini untuk makan, bukan untuk meladeni orang yang tak jelas ! " Sahut Jo ketus.


Jo langsung menarik tangan Celine, dan menarik kursi untuk Celine duduk. Setelah itu dia memesan dua porsi makanan beserta minuman untuk dirinya dan juga Celine.

__ADS_1


" Seperti nya dia menyukaimu, apa kau menyukainya ? " Tanya Jo sambil menatap ke arah Celine.


" Tidak. Karna aku sudah memiliki tambatan hati. Mungkin, beberapa tahun lagi aku akan menikah ! " Sahut Celine berbohong. Padahal memang dia belum mau menjalin suatu hubungan dengan pria mana pun, dia ingin mengejar cita-cita nya dulu setelah memiliki ijazah paket C Celine berencana akan melanjutkan ke jenjang bangku kuliah. Tapi untuk biaya kuliah, Celine ingin membayar sendiri dari hasil uang gajinya selama bekerja menjadi babysitter.


" Putuskan dia ! " Sahut Jo spontan. Membuat Celine mengernyitkan keningnya.


" Ma-maksud saya, bukannya kamu sudah berjanji pada Clara dan mami akan menjadi babysitter Clara selamanya ? " Ujar Jo mengeles..


" Ya... memang benar. Tapi apa hubungannya saya tidak boleh menikah ? Saya akan membagi waktu saya nanti. Mengurus suami dan mengurus Clara ! Lagi pula saya ga mau jadi perawan tua. Saya bisa menikah dengan siapa pun yang saya mau ! Dan saya juga sangat mencintai dirinya. " Sahut Celine membuat hati Jo semakin memanas.


" Kamu selalu saja membuat aku cemburu ! " Gumam Jo dalam hati. Akhirnya Jo mengakui jika dirinya cemburu meskipun hanya dalam hati.


" Cemburu tak beralasan. Memangnya anda siapa saya, melarang saya menikah ? " Gerutu Celine.


Untungnya makanan datang, membuat suasana tegang menjadi terhenti. Mereka menikmati makan malam mereka. Namun Jo sempat melirik ke arah Celine, sedangkan Celine memilih untuk tidak peduli.


" Besok sore jam 16.00 asisten saya akan menjemput kamu untuk membawa ke salon sebelum kita pergi makan malam, tolong kamu bersiap-siap ! Urusan Clara biar saya saja nanti yang kepada dia ! " Ujar Jo membuka pembicaraan.


" Eemmmm..." Sahut Celine yang sedang malas bicara.


" Besok kita harus berpura-pura seperti orang yang berpacaran di depan sahabat saya, tolong kamu lakukan seromantis mungkin pada saya ! Tentunya saya juga akan melakukan hal itu pada kamu ! " Ungkap Jo. Dan mendengar pernyataan itu tentu saja Celine merasa tak terima, karna kemarin Jo hanya bilang agar dirinya mau menemani Jo makan malam dengan sahabatnya hingga selesai.


" Haruskah seperti itu ? Kenapa tuan ga mengajak kekasih tuan saja ? Jujur saya paling tak suka dengan sebuah sandiwara dan kebohongan ! Saya merasa keberatan jika harus melakukan seperti itu ! Terlebih anda seorang duda dan usia anda sangat jauh dengan saya ! " Sungguh kata-kata Celine menusuk hati Jo.


Duda dan lebih tua, seakan dirinya tua banget. πŸ˜€πŸ€£

__ADS_1


" Saya minta kamu jangan membantah ! Jika saya sudah mengajak kamu, berarti saya sudah memilih kamu ! Kamu ikuti saja ! Lagi pula saya juga duda yang keren, dan wajah saya masih terlihat usia 25 tahun tak beda jauh dengan kamu. " Sahut Jo ketus.


Celine terkekeh dalam hati mendengar ucapan bos nya itu. Dia tahu jika bos nya itu sedang merajuk.


Kini mereka telah sampai di rumah. Ternyata Clara sudah tidur. Celine langsung masuk ke kamar dirinya bersama Clara dan Jo langsung masuk ke dalam kamarnya. Dan langsung memilih mandi.


" Bodoh...bodoh...bodoh kamu Jo ! Kenapa kamu seperti itu di depannya ? Secara tidak langsung kamu menunjukkan, jika diri kamu cemburu ! " Ujar Jo merutuki kebodohannya. Dia masih saja bersifat jaim, tak ingin Celine mengetahui jika dirinya cemburu melihat pria lain yang mencoba mendekati Celine.


Sedangkan di kamar berbeda, Celine sedang kepikiran dengan ucapan yang Jo katakan tadi.


" Masa sih Tuan Jo cemburu ? Aku ini kan ga ada hubungan spesial dengannya. Jadi, mengapa dia bersikap seperti itu padaku ? " Gumam Celine. Entah mengapa pikiran itu hadir dan masuk ke dalam pikirannya.


Celine memilih langsung tidur. Matanya sudah terasa sangat berat. Hal ya sama yang di lakukan Jo di kamarnya. Kini dirinya sudah terlelap ke alam mimpi.


\=\=\=


Hari telah pagi, Jo sudah bersiap-siap dengan pakaian kerjanya. Sejak dulu, Jo sudah terbiasa mengurus semuanya sendiri. Seperti saat masih bersama Selena. Tak pernah satu kali pun Selena menyiapkan pakaian dan makanan untuk nya. Selena hanya memberi kepuasan untuk Jo. Kalau urusan ranjang Selena paling rajin.


" Hai...sayang..." Ucap Jo sambil mengecup pipi sang anak dengan mesra.


Jo mengambil tempat duduk bersebelahan dengan Clara agar bisa berdekatan dengan sang anak.


" Papi semalam pulang jam berapa ? Papi pergi sama Mis ya ? Kok kalian berdua pulang telat ? " Ujar Clara sambil menatap wajah papinya.


Wajah Jo berubah pucat seperti tertangkap basah membawa perawan orang. πŸ€£πŸ€£πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


" Pi, kenapa jadi bengong ? Jujur sama Clara ! " Sahut Clara memberi tatapan tajam. Sedangkan Celine memilih untuk tidak ikut campur alias tidak peduli dengan percakapan papi dan anak.


" Ya...papi mengaku. Jadi begini, malam ini papi akan bertemu dengan sahabat papi. Namanya om Sean. Rencananya papi akan mengajak Mis untuk acara makan malam sama om Sean dan istrinya. Dan kemarin malam itu, papi membeli gaun untuk Mis pakai acara hari ini. Papi menjemput Mis di sekolah nya dan kita langsung ke butik. " Ungkap Papi Jo dan Clara hanya ber oh ria saja.


__ADS_2