Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Dasar orang aneh !!!


__ADS_3

Langkah Celine dan Mami Grace terhenti saat mendengar ada yang memanggil nama lengkapnya Celine yaitu Celine Anastasya. Sedangkan Jo dan Clara tetap berjalan hingga dia tersadar ternyata Celine dan mami nya tak ada.


" Loh nenek sama Mis ko ga ada ? " Jo menghentikan langkahnya begitu juga Clara, mereka mencari dua orang itu karna tak ada di belakangnya.


Celine, Vino, dan Mami Grace sedang mengobrol.


" Lin, kamu mau ngobrol sama teman kamu ? Ya udah ngobrol dulu aja sana, kalian kan udah lama juga ga bertemu ! Clara biar sama saya aja, kan ada papi nya juga ! Nanti kamu hubungi saya aja ya kalau sudah selesai, satu jam cukup kan Vin ? " Ucap Mami Grace dan bertanya pada Vino dan Vino langsung mengucapkan terima kasih pada mami Grace karna memberikan kesempatan pada mereka untuk mengobrol berdua.


Saat menghampiri Celine dan mami Grace, Vino sempat memperkenalkan diri ke mami Grace bahwa dia adalah teman sekolah Celine sewaktu SMP dan mereka sempat terpisah karna Vino harus mengikuti sang Daddy yang di pindahkan tugasnya ke Korea Selatan. Hal itu yang menjadikan alasan mami Grace memberikan kesempatan dua insan yang sempat terpisah lama. Lagi pula dia mau melihat respon anaknya yang aneh itu.


Dari jauh Jo sudah menatap tajam Celine dan Vino yang asyik mengobrol.


" Siapa lagi sih cowok itu ? Heran ada aja yang ganggu ! Mami juga aneh, mendukung begitu. Sepertinya usianya seumuran Celine ? " Gumam Jo dalam hati.


Jo dan Clara semakin mendekat dengan Celine, Vino, dan sang mami.


" Ya udah sana pergi dulu sana ! Clara sama nenek dan papi dulu ya ! Mis Celine nya mau pergi dulu sama om Vino. " Sahut Mami Grace.


" Clara, Mis mau pergi sama om Vino dulu ya ! Nanti Mis balik lagi ya ! " Ucap Celine dan langsung dapat anggukan kepala dari Clara.

__ADS_1


Kemudian Celine beralih pamit kepada bos nya, namun Jo tak menanggapi. Dan justru memandang Celine dengan tatapan tak bersahabat.


Tapi Celine tak mempedulikan respon Jo, yang terpenting baginya mami Grace dan Clara sudah mengizinkannya. Celine berjalan beriringan dengan Vino untuk mencari tempat yang asyik untuk mengobrol.


" Sia*lan tuh cewek ! Bisa-bisanya dia jalan sama cowok lain di depan mata kepala gw sendiri. Untung aja gw belum mengungkapkan perasaan gw, kalau enggak gw bakal di bikin emosi terus sama dia. " Umpat Jo.


" Clara, mau makan apa mau langsung ke tempat bermain ? " Tanya sang nenek. Dan ternyata Clara meminta ayam kriuk dulu. Hingga akhirnya mereka berubah haluan untuk putar kembali ke arah restoran yang menjual ayam kriuk.


" Hai...apa kabar ? Aku seneng banget akhirnya aku bisa bertemu kamu lagi ? Kamu gimana kabarnya ? " Tanya Vino basa-basi. Hatinya berbunga-bunga karna akhirnya bisa di pertemukan kembali dengan cinta pertamanya, selama ini dirinya memiliki impian agar bisa bertemu Celine kembali dan impiannya kini terwujud. Mereka di pertemukan kembali setelah 6 tahun berpisah.


" Yang seperti kamu lihat ? Aku baik-baik aja, justru lebih baik lagi dari dulu. " Sahut Celine sambil tersenyum.


Tapi sayangnya Vino salah, justru Celine menceritakan kehidupannya sekarang dengan sangat antusias. Celine juga menceritakan tentang kebaikan keluarga Anderson padanya. Terutama mami Grace yang telah merubah dirinya seperti ini, menyekolahkan dia paket C, dan sekolah kepribadian. Dan Celine juga menceritakan pada Vino jika dia sangat menyayangi Clara. Celine juga bilang kalau dia ingin mengabdi pada keluarga Anderson karna dia sudah banyak berhutang Budi.


Deg


Jantung Jo berpacu lebih cepat saat melihat Celine dan Vino sedang asyik mengobrol. Padahal hanya sekedar mengobrol, tidak ada kemesraan. Tapi Jo tetap saja merasa dongkol dan panas.


Tapi Celine tak melihat kedatangan para merek bertiga karna posisi duduk Celine berada di pojok yang menghadap keluar.

__ADS_1


" Sudah di sini aja, takutnya kalau Celine melihat dia jadi malu sama kita ! Yang ada mereka terganggu melepas rindu. " Ujar Mami Grace yang sengaja memanasi sang anak yang sedang kebakaran jenggot.


Tentu saja hal itu membuat Jo merasa geram tak jelas. Padahal Celine dan dia tak ada hubungan apapun, wajar jika Celine mengobrol atau berpacaran dengan siapa pun.


Hello kamu itu siapa ??? πŸ˜πŸ€£πŸ˜€


Tentu saja hal itu membuat Jo merasa bertambah tak tenang dan sering kali mata nya mengarah ke Celine dan Vino yang sedang berduaan.


" Kenapa kamu ke arah sana terus ? Cemburu ? Makanya cepetan ungkapin, buang tuh gengsi ! Celine itu cantik, sexy, baik, masih perawan lagi. Pasti banyak yang mengejarnya. " Sindir mami Grace.


" Kata siapa Jo cemburu ? Cuma Jo ga suka aja. Lagi kerja kok, anak asuhnya malah di tinggal. Mentang-mentang ada mami sama aku. Kan ga sopan banget seperti itu. " Sahut Jo yang masih aja dengan gengsi selangit.


" Huh...masih aja gengsi di gedein ? Biarin aja nyesel. Tapi kenapa aku ga rela ya jika Celine ga jadi menantu aku ? Masa aku harus menyatukan mereka dengan cara ekstrem sih ? " Ucap Mami Grace dalam hati.


Sedangkan di tempat berbeda Vino sedang mengungkapkan perasaanya yang tak pernah berubah.


" Cel, kamu tau ga kalau sampai ini perasaan aku ke kamu ga pernah berubah sedikit pun. Mungkin kamu menganggap aku jika cinta aku dulu ke kamu hanyalah cinta monyet dan lama kelamaan akan terkikis seiringnya waktu. Tapi kamu salah, karna kamu itu bukan hanya cinta monyet aku, tapi kamu adalah cinta pertama aku dan aku berharap kamu adalah cinta terakhir aku. Rasa sayang dan cinta aku ga pernah berubah. Tak ada satu pun wanita yang bisa menggantikan kamu di hatiku. Kamu tau ga ? Selama ini aku masih terus melukis wajah kamu, lukisan aku untuk kamu sangat banyak ! Selama ini aku melampiaskan rasa rindu aku ke dalam sebuah lukisan. Aku ingin sekali suatu saat nanti akan melukis kamu dan aku dengan berpakaian pengantin. " Ucap Vino tulus tentu saja membuat Celine merasa bingung harus seperti apa.


" Aku ucapkan makasih banget sama kamu. Jujur aku merasa tersanjung dengan penuturan kamu. Tapi aku ga bisa memberi kamu harapan. Aku masih ingin mengejar cita-cita ku. Kamu tau ? Selama ini aku hanya bermimpi bisa sekolah sampai tingkat tinggi. Dan sekarang mimpi aku sudah terkabul lewat keluarga itu. Setelah lulus aku juga berniat melanjutkan kuliah. Aku ingin ada perubahan di hidupku. Kehidupan kita sangat berbeda Vin. Kamu terlahir dari orang kaya, dan aku hanya seorang yatim piatu yang bekerja menjadi babysitter. Aku yakin orang tua kamu ga akan pernah merestui hubungan kita. Terlebih kamu anak satu-satunya. Mungkin lebih baik kita tidak pernah menjalin hubungan ! " Ucap Celine. Sungguh Celine sangat dilema. Sebenarnya sejak dulu dia juga memiliki perasaan kepada Vino. Vino sangat baik dan menghormati dirinya sebagai wanita. Tapi kala mengingat Vino terlahir dari orang kaya dan pewaris tunggal perusahaan Daddy nya, Celine berusaha mengubur perasaannya kepada Vino.

__ADS_1


Terus beri dukungan untuk karya ini πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜„


__ADS_2