
Hari ini Jo sudah mulai bekerja kembali. Terlebih dia mendapat kabar dari Hanif jika kantor cabang di Medan sedang ada masalah besar dan terancam bangkrut, profit perusahaan semakin menurun karna persaingan pasar yang memasok lebih murah.
" Sayang...mungkin hari ini aku akan sedikit pulang terlambat, karna ada hal yang harus aku selesaikan ! " ucap Jo mesra di saat sang istri memakaikan dasi dirinya. Sekarang Celine memiliki aktivitas baru, setelah menyiapkan sarapan pagi dan membantu Clara untuk memakai seragam sekolah, Celine langsung menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri yaitu mengurus keperluan sang suami. Celine juga berusaha untuk belajar memakaikan dasi untuk suaminya. Celine memang cerdas, hanya sekali di ajarkan Jo dia langsung bisa.
" Ya ga apa. Hari ini aku juga harus ke sekolah, karna sebentar lagi aku akan ujian kelulusan. " sahut Celine. Mungkin jika Jo bisa melakukannya, dia pasti tak akan pernah mengizinkan sang istri untuk keluar rumah tanpanya. Dan dia ingin Clara ikut menemani sang istri kemana pun Celine pergi, tapi dia terpaksa mengurungkan niatnya. Berat rasanya bagi Jo. Karna dia sudah terlanjur berjanji ga akan melarang sang istri melakukan aktivitas, dia juga sudah janji untuk mengizinkan sang istri untuk melanjutkan kuliah.
Jo dan Celine menuruni anak tangga dengan mesra. Bi Midah tentu saja ikut merasa bahagia melihat teman seperjuangannya kini menjadi nyonya rumah.
" Sayang...nanti malam papi pulang agak telat ya, mami juga katanya mau ke sekolah nanti sore. Nanti kamu sama Bi Midah ya di rumah ! " ucap Jo mengatakan pada sang anak. Clara menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Hanif sudah sampai menjemput. Pagi ini Jo meminta Hanif menjemputnya di rumah. Dia sedang malas menyetir mobil sendiri.
" Clara papi jalan ya ! Sayang aku pergi ya ! " ucap Jo pada dua wanita yang dia sayangi. Tak lupa dirinya memberikan kecupan untuk mereka secara bergantian.
Sampai malam tadi Clara masih enggan mengizinkan sang papi untuk tidur bersama sang mami dan tadi malam terpaksa Jo harus merasakan menjadi duda. Karna dia merasa tak tega harus membangunkan sang istri yang sudah terlelap. Untungnya si Bray mengerti tak seperti kemarin-kemarin yang membuat Jo tak bisa tertidur, dan harus menidurkan si Bray terlebih dahulu. Bray panggilan Jo untuk pisang tanduknya. Meskipun demikian, setiap pagi Celine selalu membangunkan sang suami dan menyiapkan pakaiannya kerjanya. Tapi sayangnya Jo tak bisa melakukan aktivitas ranjang di pagi hari, karna singa kecilnya pasti akan mengamuk.
" Tuan sepertinya anda harus berangkat ke Medan secepatnya. Karna mereka sangat membutuhkan anda ! " ucap Hanif ketika dalam perjalanan menuju kantor.
__ADS_1
" Ah..kamu ini gi*la. Saya ini baru saja menikah beberapa hari, masa saya harus berpisah dengan istri saya ? Harus pisah kamar aja, saya tak bisa tidur nyenyak ! " gerutu Jo, tanpa sadar dia mengucap kata jika dia tidak tidur satu ranjang. Mendengar hal itu tentu saja membuat sang asisten melongo hingga Jo akhirnya meralatnya, jika ucapan itu hanya jika terjadi seperti itu. Tidak mungkin dirinya membuka aibnya, bisa-bisa asistennya akan tertawa terbahak-bahak. Harga dirinya bisa jatuh gara-gara kelakuan anaknya.
Kini Jo dan Hanif sudah sampai di kantor. Jo langsung menyuruh Hanif untuk mempersiapkan meeting dadakan secara virtual dengan kepala cabang di Medan. Jo juga mencoba membaca dulu laporan-laporan yang Hanif kirimkan lewat pesan chat.
" Kabari jika sudah siap, sementara waktu saya akan pelajari dulu permasalahannya ! " ucap Jo serius. Saat bekerja Jo akan berubah menjadi serius.
" Huhft...ternyata ada pesaing yang mencoba bermain-main dengan perusahaan ku. Tak bisa di biarkan ini !
Jo langsung memanggil Hanif untuk segera menyiapkan tiket untuk sore ini. Perusahaan harus di selamatkan. Jo terpaksa harus meninggalkan sang istri yang baru di nikahi beberapa hari.
" Han, sebelum jam 10 istri saya ke sini tolong kamu keluar dulu ! Karna sebelum berangkat, saya harus mengecas semangat dulu ! " titah Jo pada asistennya. Dan Hanif hanya bisa menganggukan kepalanya. Dia harus banyak maklum sepertinya bila sang bos ingin bercinta di kantor, maklum saja pengantin baru bawaannya nggak terus.
Sesuainya janjinya pada sang suami. Celine langsung segera menyiapkan 3 stel pakaian kerja dan 3 stel pakaian santai dan tak lupa perlengkapan lainnya.
" Selesai ! Tinggal siap untuk ke kantor. " ucap Celine. Celine mengganti pakaiannya dengan dress berwarna peach, tentu saja menambah kecantikan dan keseksian nya. Terlebih dia memakai dress yang panjangnya di atas dengkul dan ukurannya sangat pas dengan tubuhnya. Tak lupa merias wajahnya dengan riasan natural untuk rambutnya dia membiarkan tergerai.
Kini dirinya sudah dalam perjalanan ke kantor suaminya. Tak pernah terpikir olehnya, dia akan di terkam suaminya di kantor dan mungkin akan sering seperti ini. Karna itu tempat kekuasaannya, tak akan ada yang mengganggunya tak seperti di rumah yang di kuasai singa kecilnya.
__ADS_1
Celine berjalan sangat anggun memasuki kantor, semua mata karyawan Jo menatap dirinya dan memberi hormat pada istri bosnya. Tentu saja Celine akan membalasnya, dia bersikap ramah dengan karyawan suaminya dengan memberikan senyuman. Mungkin jika sang suami mengetahuinya, dia pasti akan mengoceh panjang kali lebar kalau sang istri memberikan senyum termanisnya juga untuk karyawan cowok di kantor suaminya.
" Manteb banget istri si bos, pasti si bos betah banget di dalam kamar. Kalau gw jadi dia, pasti gw akan mengurung dia di kamar seharian. " sahut salah satu pria di kantor papi Jo, dan di iyakan juga dengan beberapa cowok yang bekerja di sana. Kalau sampai Jo tau bakal habislah istrinya di omongin seperti itu.
Celine mengetuk pintu ruangan suaminya, dia tetap bersikap sopan tak seperti Selena dan Sella atau wanita lain yang tak memiliki sopan santun, menganggap dirinya orang spesial bagi Jo. Hanif membuka pintu ruangannya dan ternyata istri bosnya lah yang datang.
Mendengar suara istrinya, Jo langsung menghentikan pekerjaannya dan melirik ke arah pintu dan benar saja yang datang memang istri nya.
Jo langsung bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri sang istri. Dan tanpa malu dirinya langsung mencumbu mesra sang istri. Dan ci*uman itu semakin memanas.
" Mengapa kamu masih di sini ? Apa kau mau menjadi penonton saya dengan istri saya ! Cepat keluar dan jangan ada satu orang pun yang mengganggu saya ataupun masuk ke ruangan ini, termasuk kamu ! " titah Jo sambil memberi tatapan tajam pada asistennya.
" Satu lagi silahkan kamu tunggu saya di luar ! Dua jam lagi saya akan memanggil kamu ! " sahut Jo lagi sebelum Hanif keluar dari ruangan.
Tentu saja hal itu membuat Hanif menggerutu kelakuan bos bar-bar nya. Seakan dunia milik berdua yang lain ngontrak di sini. Dengan tanpa malunya bercumbu mesra dengan istrinya di hadapannya.
Jangan lupa dukungannya kakak πππππππ·β
__ADS_1