Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kamu itu milik aku!


__ADS_3

Pluk


Papi Jo langsung merebutnya dari Celine dan melempar kotak merah kecil yang berisi cincin, tentu saja dirinya tak merasa terima istrinya mengambil pemberian pria lain terlebih pria itu pernah menjadi pangeran di hatinya dan bahkan mungkin saja masih bernaung di kerjaan hatinya.


"Anto, Ahmad cepat usir pria ini dari rumah ku!"


Papi Jo langsung menarik tangan Celine sedikit kasar, karna Celine masih terus melihat ke arah Vino. Celine merasa tak tega melihat Vino yang harus di usir paksa seperti itu, terlebih Vino terus berteriak memanggil namanya.


Brug


Papi Jo membanting pintu kamarnya dengan kasar dan mendorong sang istri hingga ke ranjang. Papi Jo menatap tajam ke arah Celine membuat nyali mami Celine menjadi ciut. Bahkan papi Jo lupa jika sang istri saat ini sedang hamil, dirinya baru tersadar saat Celine sedikit meringis. Terkadang pria menjadi menakutkan saat hatinya merasa panas karna cemburu.


"Kamu itu milik aku! Jangan coba-coba untuk meresponnya! Apa diam-diam kamu masih mencintainya?" ucap Papi Jo menyelidik. Namun Celine hanya diam, karna dia pun merasa bingung dengan apa yang dia rasa saat ini. Siapa yang dia cinta saat ini? Masa lalu nya ataukah masa depannya?


Saat Vino tak hadir, hatinya telah membuka untuk sang suami. Namun saat Vino hadir kembali, apa perasaan Celine saat ini kepada sang suami?


Papi Jo langsung membuka paksa pakaian yang di kenakan mami Celine, dan melemparnya begitu saja. Hanya menyisakan kain segitiga.

__ADS_1


"Aku akan tunjukkan padamu, jika kamu itu milik aku! Biar kamu sadar kalau kamu milik aku!" ucap papi Jo masih dalam keadaan emosi. Papi Jo langsung membuka pakaian dan melemparnya dengan kasar.


"Aaahhh..." teriak Celine. Papi Jo langsung memasukkan si Bray dengan paksa. Api cemburu masih membara, ternyata saat seperti ini papi Jo yang bersikap lembut dan romantis berubah menjadi makhluk yang menyeramkan. Bahkan dia memompa Celine dengan cepat hingga Celine meneteskan air mata.


Dan tentunya hal itu membuat papi Jo tersadar, hingga akhirnya dia menghentikan dan meminta maaf tak lupa dirinya menghapus air mata yang menetes dari pelupuk mata istrinya.


"Aku akan melakukannya dengan lembut, maaf jika aku sempat menyakitimu! Ku mohon nikmatilah!" ucap papi Jo lembut seperti biasanya.


Papi Jo langsung memberikan sengatan-sengatan listrik di leher sang istri dan memberikan stempel kepemilikan. Dan tentu saja membuat mami Celine terlena dan melupakan kesalahan suaminya tadi. Memang papi Jo paling pintar membuat mami Celine tak berdaya.


Celine menjerit, namun kali ini bukan karna merasa sakit atas apa yang di lakukan suaminya. Jeritannya kini karna dirinya merasakan kenikmatan permainan lidah sang suami. Merasa sang istri sudah berada di puncak nirwana, Papi Jo langsung mengarahkan si Bray ke sarangnya.


Bles


Kini Bray sudah berhasil masuk dengan sempurna di sarangnya. Melihat sang istri sudah menikmatinya, tentu saja hal itu membuat papi Jo semakin semangat. Memompa sang istri, yang awalnya pelan menjadi bersemangat. Leguhan demi leguhan dari keduanya mengiringi pergulatan panas mereka. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama. Papi Jo langsung memberikan kecupan di kening sang istri dan mengucapkan terima kasih.


Papi Jo merasa menyesal karna telah menyakiti sang istri. Rasa takut akan kehilangan sang istri membuat dirinya seperti orang kesurupan.

__ADS_1


"Ayo aku bantu kamu ke kamar mandi!" ucap Papi Jo, namun Mami Celine menepis tangan papi Jo. Saat ini mami Celine yang mode ngambek. Hingga membuat papi Jo mengacak-acak rambutnya merasa menyesal membuat sang istri marah padanya.


Setelah sang istri keluar dari kamar mandi, papi Jo bergantian masuk untuk membersihkan sisa percintaan dirinya dengan sang istri. Saat keluar dari kamar mandi dia harus melihat sang istri yang sudah tertidur dengan posisi miring.


"Anak papi tersayang, tetap sehat ya di dalam sana! Bulan depan kalau sesuai perhitungan kamu akan terlahir ke dunia! Semoga dengan kehadiran kamu, mami tak akan pernah berniat untuk meninggalkan papi. Papi sayang menyayangi mami, kalian berdua, dan kakak Clara. Kalian yang menjadi penyemangat papi untuk bekerja!" ucap papi Jo sambil mencium perut sang istri. Sebenarnya Celine mendengar sang suami bicara, namun dirinya memilih untuk diam seolah dirinya sudah benar-benar tertidur pulas. Di saat dirinya baru akan tertidur pulas, dia merasakan sang suami yang mencium perutnya dan berbicara pada sang anak yang masih di dalam kandungannya.


Papi Jo termenung sambil matanya menatap ke arah sang istri. Sungguh dirinya tak bisa membayangkan jika kejadian yang dia takutkan akan terjadi, saat sang anak terlahir ke dunia sang istri akan pergi meninggalkan dirinya dan merajut kembali dengan kekasihnya. Rasanya tak kuat jika hal itu akan terjadi padanya, di saat dirinya sudah sangat mencintai sang istri. Mungkinkah dia harus menjadi duda untuk kedua kalinya?


Celine terbangun dari tidurnya. Semenjak menjelang kelahiran, dia menjadi lebih sering buang air kecil. Karna mendapatkan tekanan dari kedua buah hatinya yang aktif di dalam rahimnya. Dirinya sempat melirik ke arah sang suami yang kini tertidur di sofa. Ada perasaan berdosa yang di rasa Celine karna membuat sang suami seperti ini. Sungguh jahat dirinya jika dia sampai benar-benar meninggalkan sang suami yang telah membuat dirinya mengerti akan cinta tulus yang sebenarnya. Suaminya sangat luar biasa, seorang suami dan papi yang sangat sempurna. Papi Jo selalu menjadi suami dan papi yang baik untuk keluarganya. Mana mungkin dirinya akan tega meninggalkan dirinya demi pria yang masih tak jelas.


"Aku mencintaimu, dan aku tak akan pernah meninggalkanmu! Kamu yang mengenalkan aku akan sebuah keluarga dan juga cinta yang sebenarnya." ucap Celine. Celine langsung mengambil selimut dan memakainya untuk sang suami. Dan setelah itu dia tidur kembali.


Hari telah pagi, papi Jo mengerjapkan matanya. Senyuman terbit di bibirnya saat dirinya melihat selimut yang dia kenakan saat ini. Hatinya merasa bahagia, karna ternyata sang istri masih peduli padanya dan mencintai dirinya. Papi Jo bangkit dari sofa tempat dirinya tidur, untuk menghampiri sang istri tapi sayangnya sang istri sudah tak ada.


"Sudah bangun kamu? Mandilah, aku akan menyiapkan pakaian untuk kamu!" ucap Celine, namun Jo rasanya tak ingin terpisah dengan sang istri. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk tidak bekerja hari ini. Dia hanya ingin melewati kebersamaannya dengan sang istri. Dia merasa takut jika sang istri bertemu dengan mantan kekasihnya, tanpa sepengetahuannya.


Jangan lupa berikan dukungannya ya kakakπŸ˜˜πŸ˜πŸ˜„πŸ™

__ADS_1


__ADS_2