Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Baby girls


__ADS_3

Untuk merayakan kebahagiaan atas kelahiran baby girls, Papi Jo akan merayakan pesta yang sangat meriah untuk ketiga bayi perempuan yang baru dilahirkan. Bayi yang terlahir kompak, yang memiliki jenis kelamin yang sama dan dalam waktu yang berdekatan. Papi Jo sudah mendapatkan persetujuan dari sang istri.


"Breng, gw mau merayakan kelahiran ketiga putri kita. Kalian datang ya pas acara. Karena ini bukan hanya untuk gw, tapi buat anak lo dan Hanif juga. Gw memang sudah niat untuk merayakannya kelahiran langka ini." ujar papi Jo membuat Combreng terkekeh mendengar kata kelahiran langka. Combreng juga merasa terharu atas sikap sahabatnya yang luar biasa.


Sama halnya kepada sang sahabat, papi Jo juga membicarakan hal ini kepada asistennya. Memberi tahu kalau dirinya akan mengadakan pesta kelahiran baby girls. Anak dari dirinya, Hanif sang asisten, dan Combreng sahabatnya. Suatu keberuntungan tersendiri bagi Hanif dan Combreng karena anak mereka terlahir dalam jarak waktu yang berdekatan dengan anak Sultan.


❤️❤️❤️


Segala persiapan telah di lakukan, siapa lagi jika bukan ayah Kila lah yang mengurusnya yang tak lain adalah asisten papi Jo. Dekorasi serba pink dan pernak-pernik akan memeriahkan acara baby girls itu. Papi Jo memilih tema pink sebagai warna kesukaan sang istri.


"Lucu banget yang bajunya? Callista makin gemoy banget." ucap Papi Jo saat melihat sang istri mencoba dress pink ke tubuh sang anak.


Celine memesan tiga buah baju untuk anak Emeli dan Mila. Tak ada pembeda di antara mereka. Celine ingin ketiga baby girls terlihat kompak, cantik dan menggemaskan.


❤️❤️❤️❤️


Hari yang di nanti telah tiba. Celine, Clara, Callista, dan Clare sudah memakai kostum berwarna pink. Untuk kali ini papi Jo tak memakai kostum berwarna pink karena Cairo menolaknya. Akhirnya mereka memutuskan memakai kostum berwarna biru. Mereka baru saja sampai di sebuah hotel mewah di daerah Jakarta. Tempat acara sudah di dekor dengan nuansa pink.


Hanif beserta Emeli dan sang anak sudah sampai di sana lebih dulu, sama hal nya dengan Combreng beserta anak dan istrinya.


"Han, segera mulai saja acaranya kasihan anak-anak kalau terlalu lama. Lagi pula para tamu undangan sudah banyak yang hadir." titah Jo.


Akhirnya acara di mulai. Acara itu terlihat sangat meriah, meskipun hanya sekedar acara makan-makan dan berkumpul bersama untuk merasakan kebahagiaan kelahiran baby girls. Para tamu tampak menikmati acara tersebut.

__ADS_1


"Thank ya Bro, lo memang sahabat gw yang luar biasa. Gw bersyukur banget bisa mempunyai teman seperti lo." ucap Combreng.


Ucapan terima kasih tak hanya datang dari Combreng, tetapi dari Emeli, Hanif, dan Mila. Mereka merasa bahagia.


"Ucapan terima kasih dari kamu hanya aku terim di ranjang ya sayang!" bisik papi Jo membuat sang istri memberikan capitan di perut sang suami.


Papi Jo sudah tidak sabar untuk buka puasa sebelum authornya menjalankan puasa besok ga bisa memberikan adegan panas.😁😄😍


Serangkaian acara telah selesai, mereka kembali ke rumah masing-masing. Kini jam sudah menunjukkan pukul 20.00, keluarga Anderson baru sampai di rumah. Clara, Cairo, dan Clare sudah masuk ke kamarnya masing-masing. Sedangkan Callista sedang bersama susternya untuk di bersihkan tubuhnya sebelum tidur.


"Aku mandi duluan ya, takut Calli mau nyusu." ujar Celine yang buru-buru ingin segera mandi.


"Kita mandi bersama! Ga ada tapi-tapi!" ujar Papi Jo yang sudah mengekor dengan istrinya. Papi Jo tak ingin mendengar alasan dari istrinya.


Celine merasa tenang, karena sang suami memang benar-benar mandi tak ada adegan di kamar mandi. Meskipun dirinya sejak tadi harus menelan salivanya karena melihat penampakan Bray yang sedang di bersihkan sang suami.


Celine langsung mengambil pakaian untuk di pakai dirinya dan suaminya.


"Kata siapa aku akan membiarkan kamu bisa terbebas dari singa kelaparan? Aku tak akan membiarkan kamu memakai pakaian sebelum Bray terpuaskan." ujar Papi Jo membuat Celine menelan saliva nya.


Papi Jo langsung menggendong tubuh istri dan merebahkan sang istri di ranjang. Namun, sebelumnya dia membuka terlebih dahulu bathrobe yang di gunakan sang istri dan melemparnya ke sembarang tempat. Papi Jo juga sudah membuka handuk yang dia gunakan.


Wangi tubuh pasangannya, membuat gairah mereka bangkit. Dan merindukan belaian pasangan. Papi Jo sudah mengukung tubuh mami Celine.

__ADS_1


"Sayang, izinkan aku memulainya! Apa kamu sudah siap?" ujar papi Jo, bagaimana pun dia tetap izin kepada sang istri sebelum memulainya. Celine menganggukkan kepalanya, memberi kode bahwa dirinya sudah siap melayani suaminya.


Mendapatkan angin segar dari sang istri, tentu saja papi Jo tak akan membuang waktu. Dia langsung melancarkan aksinya. Mendapatkan pelepasan.


Papi Jo langsung melahap bibir istrinya, dan mami Celine membalasnya. Kini lidah mereka saling membelit membuat cumbuan mereka semakin memanas. Setelah pasokan oksigen semakin berkurang, mereka menghentikan ciu*man itu. Kini Lidah papi Jo bermain di leher jenjang sang istri, membuat tubuh sang istri bergelinjang hebat dan desauan keluar dari bibir istrinya.


Merasa sang istri sudah terhanyut, papi Jo semakin mempercepat melakukan foreplay karena dia pun sudah tak tahan untuk melakukan penyatuan. Lidah papi Jo semakin turun hingga akhirnya sampai di duo semangka istrinya.


"Sayang jangan di re*mas, nanti asi Calli keluar! Saat ini masih milik Calli." ujar mami Celine yang mencoba mengingatkan sang suami. Papi Jo menganggukkan kepalanya, tanda mengerti ucapan sang istri.


"Aku langsung mulai saja ya! Bray sudah tidak tahan! Tolong basahi tubuh Bray!" ucap Papi Jo yang mengarahkan Bray ke mulut sang istri, meminta sang istri melu*matnya.


Kini Bray sudah berdiri tegak dan siap melakukan balapan di arena balap mami Celine. Papi Jo langsung melebarkan kedua pangkal paha mami Celine.


"Pelan-pelan ya, aku masih takut kalau jahitannya belum kering!" ujar Mami Celine.


Papi Jo memasukkan Bray dengan pelan-pelan, agar sang istri merasa kesakitan yang berlebihan.


"Tahan sedikit ya!" ucap Papi Jo yang mulai mengarahkan Bray memasuki arena balapan. Papi Jo langsung melahap bibir istrinya agar sang istri tak merasa fokus dengan rasa sakit di awal permainan.


"Aaahh..." racau papi Jo saat Bray sudah berhasil masuk dengan sempurna di arena balap. Papi Jo langsung menghentak-hentakkan Bray secara perlahan. Dan saat sat istri sudah merasa nyaman dia baru mempercepatnya. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama.


Selamat ya papi Jo sudah buka puasa.

__ADS_1


Author mau mengucapkan minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir batin. Selamat menjalankan ibadah puasa untuk semua readers yang menjalankan.😁😍😄


Bab berikut di percepat ya, karna karya ini akan segera end. Terus beri dukungan untuk karya ini ya🙏😄😍


__ADS_2