Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Masa lalu yang telah pergi


__ADS_3

" Tenangkan hati kamu Jo ! Kamu harus bisa bersikap biasa di depannya ! " Jo menenangkan dirinya sebelum dirinya keluar untuk sarapan sebelum berangkat bekerja. Rasa sesal yang dia rasa, kini menghantuinya.


Jo menuruni anak tangga dengan bersikap santai seperti biasa.


" Sayang...maaf papi hari ini ga bisa mengantar kamu ! Karna papi harus segera ke kantor ! Clara sama supir aja ya ! " Ujar Papi Jo pada sang anak. Selain menghindari berdekatan dengan Celine, memang hari ini dia akan menyelesaikan pekerjaan selama dia pergi ke Yogyakarta.


" Ga apa Pi. Clara mengerti ! Clara akan pergi sama Pak Wawan. " Sahut Clara.


Suasana ruang makan hening seketika. Rasa sesal membuat Jo tak merasa enak hati pada Celine. Jo sesekali melirik ke arah Celine yang bersikap seperti biasa. Celine juga berusaha menutupi apa yang dia rasa, dia hanya ingin bersikap profesional menjalankan tugasnya seperti biasa.


Jo pamit pada sang anak dan berangkat ke kantor. Karna Hanif pun sudah datang.


" Clara, papi berangkat dulu ya sayang ! " Ucap Jo sambil mencium kedua pipi anaknya.


Selama perjalanan Jo terus merenungkan apa yang dia lakukan pada Celine. Selama ini dia selalu mampu menahan hawa naf*su dari banyak wanita meskipun mereka berpakaian sexy, meskipun mereka dengan rela memberikan secara gratis. Tapi mengapa dengan Celine merasa berbeda, dia tak mampu menahannya.


Ponsel Hanif berdering, namun dia berusaha tak peduli tetap fokus melajukan mobil. Dan karna merasa terusik, Jo menyuruh Hanif untuk mengangkat telponnya.


" Angkatlah dulu telepon kamu, mungkin ada yang penting ! " Ujar Jo pada Hanif. Dan akhirnya Hanif memarkirkan mobilnya ke tepi untuk mengangkatnya.


" Iya Halo saya sendiri. Dari mana ya pak ? " Ucap Hanif.


Deg

__ADS_1


" Apa nyonya Selena meninggal ? " Ujar Hanif merasa terkejut mendengar berita mantan istri bosnya meninggal. Sama yang di rasa Jo, mendengar mantan istrinya di sebut Hanif.


" Tuan, Nyonya Selena meninggal. Saya mendapat info dari kepolisian. " Ujar Hanif.


" Pihak kepolisian meminta kita ke sana tuan ! Saat ini jenazah sedang di autopsi. " Sahut Hanif dan langsung dapat persetujuan dari Jo.


Tak memakan waktu lama, kini mereka telah sampai di rumah sakit yang di tuju. Sesuai informasi dari kepolisian.


Jo berjalan gontai menghampiri jenazah sang istri yang terlihat pucat.


" Selamat jalan Selena. Maaf di sisa hidupmu aku tak lagi ada di sisi mu, aku tak bisa melihat saat terakhir kamu menghembuskan nafasmu ! Semoga ini yang terbaik untuk hidupmu ! Terima kasih karna kamu pernah hadir di hidupku, memberikan kebahagian dan luka untuk ku ! Terima kasih telah melahirkan anak yang hebat dan cantik untuk ku ! Semoga kamu tenang di sana. Kamu adalah masa lalu yang telah pergi untuk selamanya. " Ungkap Jo sambil menatap wajah mantan istrinya.


Tak dapat di pastikan apa penyebab Selena meninggal.


Saat itu teman satu selnya hendak buang air kecil , namun Selena tak juga membuka pintu kamar mandi meskipun sudah diketuk berkali-kali. Dan Selena pun enggan membuka pintu kamar mandi meskipun sang teman satu sel mengancam akan mendobrak pintu kamar mandi. Hingga akhirnya dia benar-benar mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan Selena yang sudah terbujur kaku. Selena langsung di bawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak dapat tertolong lagi dia sudah meninggal saat di bawa.


Setelah melihat masa lalu yang telah pergi untuk selamanya, dia keluar dan langsung meraih ponselnya untuk menghubungi Clara dan juga mami nya.


Jo melihat jam yang berada di ponselnya. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 08.30, Clara pasti sudah sekolah.


Jo akhirnya berniat mempertemukan Clara dengan Selena. Bagaimana pun Selena adalah wanita yang telah mengandung selama 9 bulan dan melahirkan Clara ke dunia. Meskipun Selena tak menyayangi Clara tulus, meskipun Selena tak mengurusnya, dan meskipun Selena tak memberikan Clara asi. Tapi Selena tetap mommy untuk nya, selamanya. Meskipun hubungan mereka renggang, meskipun Clara telah menolak Selena kembali di hidupnya. Selena tetap menjadi Mommy di hidupnya, yang tak akan terganti posisi statusnya oleh siapa pun.


" Tuan. " Ucap Celine saat dirinya bertemu, saat Jo menghampiri dirinya.

__ADS_1


" Saya akan menjemput Clara, mommy nya meninggal. " Ucap Jo. Hal itu membuat Celine merasa terkejut, dia tak menyangka wanita yang sempat berkelahi dan menghinanya kini sudah tiada. Pergi meninggalkan dunia dengan cepat.


Jo mengetuk pintu kelas Clara dan masuk ke dalam untuk bertemu dengan guru Clara. Kedatangannya untuk meminta izin pada gurunya, dan memberitahu jika mommy nya Clara meninggal.


Clara merasa terkejut saat sang papi datang menghampiri dirinya dan mengajak dirinya pulang.


" Ada apa Pi menjemput ku pulang ? " Tanya Clara yang merasa penasaran.


Jo sengaja tak memberitahu Clara, dia takut Clara akan menolaknya.


" Mommy meninggal...dan sekarang kita temui dia untuk terakhir kalinya ! " Ucap Jo lembut.


Clara merasa kaget mendengar berita itu. Dia tak menyangka mommy nya akan pergi secepat itu. Clara tak mengetahui jika sang Mommy sempat di penjara karna menjebak sang papi.


Jo hampir saja melupakan mami nya, padahal tadi dia memang sempat ingin menghubungi nya.


" Ya Jo. Ada apa ? " Tanya sang mami di panggilan telepon.


" Selena meninggal mi, sekarang ada di rumah sakit Polri. Sekarang Jo dan Clara sedang dalam perjalanan ke sana. Mami mau datang ga ? " Ujar Jo. Mami Grace akan datang. Dia langsung bersiap-siap menuju rumah sakit yang di infokan anaknya.


Clara berjalan dengan ragu menghampiri jenazah mommy nya. Ada rasa haru mewarnai situasi di sana. Clara tak mau menahan rasa sedihnya, air matanya tak mampu di bendung. Jo berusaha mendampingi sang anak, berdiri di sebelah sang anak mencoba menguatkan. Takdir yang berbicara. Mereka harus terpisah secepat itu.


" Maafkan Clara ya mi. Maafkan Clara yang sempat menolak kehadiran Mommy kembali di hidup Clara. " Gumam Clara dalam hati. Jo mencoba mengelus pundak sang anak dan membiarkan Clara memeluknya meluapkan kesedihannya. Ikatan batin seorang anak dan Mommy ga akan terpisah, meskipun tak dekat.

__ADS_1


Clara dan Jo keluar dari rumah sakit. Celine dan Hanif hanya bisa melihat pertunjukan mereka. Masih Hanif ingat saat bos nya masih berstatus suami dari Selena. Jo sosok suami yang sangat menyayangi dan perhatian dengan istri. Hanif juga tau saat bosnya memergoki istrinya sedang bercinta dengan pria lain di kamar hotel. Hanif tau tentang perjalanan cinta mereka yang berakhir pengkhianatan.


" Selamat jalan nyonya Selena. Kau telah membawa cintamu untuk mantan suamimu sampai mati. " Ucap Hanif sebelum dirinya meninggalkan rumah sakit. Hanif waktu itu menyaksikan saat Selena berusaha meminta maaf dan meminta bosnya untuk kembali dan memaafkan dirinya.


__ADS_2