
Kini mereka berdua sudah sama-sama polos. Emeli hanya menunduk malu. Ini adalah hal pertama kali yang terjadi di hidupnya. Dirinya merasa bersyukur karna bisa menjaga kehormatan dari pria tak bertanggungjawab. Dan malam ini akan dia persembahkan untuk suaminya, pria yang sudah menghalalkan dirinya.
"Angkat wajah kamu! Dan tatap mata aku! Kamu ga perlu malu, karna semua yang aku miliki sudah halal untuk kamu sama halnya dengan yang kamu miliki!" ujar Hanif sambil meraup kedua pipi istri tercintanya. Membuat netra mereka saling memandang.
Hanif mulai melancarkan aksinya kembali, mendaratkan bibirnya di bibir sang istri dan memainkannya. Tak membutuhkan waktu lama, Emeli sudah terhanyut dalam permainan bibir suaminya. Membuat semakin lama ciuman mereka semakin memanas. Terlebih tangan Hanif tak tinggal diam. Meremas kedua bukit kembar istrinya.
"Aaaahhhh..." suara leguhan akhirnya keluar dari bibir Emeli. Dia mulai merasakan kenikmatan.
"Sayang....mari kita percepat mandi kita! Karna aku ingin melakukannya di ranjang, menikmati malam pengantin kita!" ujar Hanif. Dan Emeli menyetujuinya.
Tak butuh waktu lama, mereka telah selesai mandi. Setelah mengeringkan tubuh mereka, Hanif langsung menggendong tubuh sang istri ala bridal style dan meletakkannya di atas ranjang. Hanif pun ikut merangkak naik ke atas ranjang, mengukung tubuh sang istri.
Hanif langsung memainkan lidahnya di leher jenjang sang istri. Dan tak lupa memberikan stempel cinta di sekitar leher dan tubuh sang istri. Membuat Emeli merasa terbang ke langit ke tujuh. Terlebih saat bibir Hanif bermain di bukit kembar sang istri, menghisap seperti bayi yang kelaparan. Membuat Emeli mengalami pelepasan pertama.
"Sayang...apa aku boleh memulainya? Milikmu sudah sangat basah, hal itu memudahkan aku membobol milikmu." ujar Hanif membuat wajah Emeli memerah.
Lidah Hanif kini sudah bermain di lubang kenikmatan sang istri. Menjilati milik istrinya hingga Emeli tak sanggup lagi menahannya. Sampai-sampai dirinya tak sadar telah membenamkan wajah sang suami agar semakin memperdalam. Suara indah Emeli sebagai musik pengiring percintaan mereka.
"Aaahhh...sayang...aku sudah tak tahan." racau Emeli membuat Hanif mempercepat melakukan foreplay kepada sang istri.
Hanif sudah mulai melebarkan kedua pangkal paha sang istri dan mensejajarkan miliknya. Hanif berusaha menghentak-hentakkan miliknya, mencoba menerobos milik istrinya.
"Aaahhh...sakit. Hiks...hiks..." Emeli menjerit kesakitan saat milik suaminya berhasil menerobos dinding pertahanannya. Bahkan air matanya menetes satu persatu beriringan dengan darah segar yang mengalir.
__ADS_1
Hanif langsung membungkam bibir sang istri, mencoba menenangkan sang istri.
"Aku mulai yang sayang! Nikmatilah! Tahan sedikit, rasa sakit mu akan berganti rasa nikmat!" ucap Hanif dan Emeli menganggukkan kepalanya. Dia sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan suaminya, tujuannya hanya satu yaitu untuk memberikan kepuasan untuk sang suami.
Hanif mulai memompa miliknya. Perlahan tapi pasti, Emeli semakin terhanyut. Hingga dirinya melupakan rasa sakit yang sempat dia rasa. Berganti dengan rasa nikmat. Hanif semakin mempercepat karna sudah merasa miliknya ingin segera menyembur, hingga akhirnya dia mempercepat. Dan akhirnya dirinya berhasil menumpahkan lahar panas ke lubang kenikmatan sang istri. Sama halnya dengan Emeli yang mengalami pelepasan yang kedua kalinya.
"Terima kasih sayang, karna kamu sudah menjaga kehormatan kamu dengan baik dan memberikannya hanya untuk aku." ucap Hanif sambil mengecup kening sang istri dengan mesra.
Hanif membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri, dan menarik tubuhnya ke dalam dekapannya. Hanif memeluk tubuh istrinya sangat erat.
"Terima kasih karna kamu sudah hadir di hidup aku, memberi warna. Semoga hubungan kita selalu harmonis. Dan aku ingin sekali segera memiliki momongan, menambah lengkap di pernikahan kita. Sebagai penguat pernikahan kita!" ungkap Hanif dan Emeli menyetujuinya. Dia tak lagi peduli dengan masa depannya, dia ingin mengabdi kepada suaminya. Menjadi ibu rumah tangga yang mengurus suami dan buah hatinya kelak.
"Kita jalanin saja! Aku ga akan menuntut kamu untuk segera memberikan keturunan buat aku. Kalau kamu mau melanjutkan kuliah lagi, aku ga masalah kok. Jangan menjadi beban untuk kamu! Aku sangat menyayangi kamu!" ujar Hanif membuat Emeli merasa bahagia, karna telah menemukan pendamping yang tepat. Yang mencintai dan menyayangi dirinya. Emeli merasa bersyukur karna Tuhan cepat membuka kebusukan mantan pacarnya dan mempertemukan dirinya dengan Hanif.
" Sayang...tolong ambilkan baju aku! Aku ingin memakainya. Aku kedinginan!" ujar Emeli.
"Tidak akan! Aku tak ingin kamu memakai apapun malam ini, agar memudahkan aku kapan pun aku mau! Malam ini aku tak akan membiarkan kamu tidur!" ujar Hanif membuat Emeli geleng-geleng. Ternyata bujang lapuk sangat menyeramkan saat buka puasa.
Dan benar saja Hanif membuktikan ucapannya. Percintaan mereka baru selesai jam 3 pagi. Itu pun karna Emeli sudah merasa lelah, bahkan dia sampai tertidur saat percintaan mereka terakhir. Al hasil Hanif lah yang membersihkan milik sang istri.
"Maaf ya sayang karna aku telah membuat kamu merasa lelah seperti ini." gumam Hanif dalam hati sambil menyelimuti tubuh istrinya.
Tiba-tiba saja Hanif teringat akan kedua orang tuanya yang telah tiada.
__ADS_1
" Papa,mam sekarang Hanif ga sendiri lagi. Hanif sudah memiliki pendamping untuk menemani hari-hari Hanif. Doakan Hanif semoga kelak bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak-anak Hanif kelak." gumam Hanif.
❤️❤️❤️
"Sayang...apa yang kau lakukan? Aahhhhh..." ucap Hanif. Matanya terpaksa terbuka karna merasakan nikmat yang luar biasa, karna permainan mulut sang istri yang memanjakan miliknya. Matanya kini sudah terlihat merem melek, merasakan nikmat yang luar biasa.
Hanif tersenyum bahagia melihat istrinya yang terlihat liar. Emeli mulai menggenggam milik suaminya untuk memasukkannya ke miliknya.
"Aaahhh..." racau keduanya saat milik suaminya sudah masuk dengan sempurna. Pagi ini, Emeli lah yang menjadi pemimpinnya.
"Aku pasrah aja deh, terserah kamu aja mau ngapain aku." ujar Hanif yang sudah tak mampu berkata-kata lagi. Istrinya memang luar biasa. Mereka saling memiliki satu sama lain. Berusaha untuk saling membahagiakan. Dan akhirnya pagi ini di awali mereka dengan percintaan.
Setelah selesai, Emeli memilih untuk langsung mandi dan menyiapkan untuk sarapan mereka pagi ini.
"Sayang...apa yang kau lakukan? Aku tak ingin kamu cape dan sibuk memasak. Kita beli online aja! Tugas kamu hanya melayani aku di ranjang dan mengurus semua kebutuhan aku. Terlebih kita baru saja menikah, aku ingin kita menikmati kebersamaan kita berdua bukannya kamu di sibukkan dengan pekerjaan rumah. Aku tak ingin di saat kita bercinta, kamu kelelahan!
Like
comment
Vote
Hadiah
__ADS_1
😍😘😄🙏