
Kepergian orang yang di cinta sangatlah tak mudah di lupakan, Senyum manis dan kasih sayang sang mami selalu teringat sepanjang masa. Terlebih papi Jo sangat dekat sang mami meskipun sering kali berselisih pendapat.
"Sayang...makan dulu yuk! Aku sudah masak makanan kesukaan kamu!" ujar Celine sambil mengelus punggung suaminya.
Saat itu Papi Jo sedang duduk di balkon kamarnya, menghirup udara segar di pagi hari. Mengingat kenangan indah bersama sang mami. Memang benar kata orang, jika orang itu sudah tak ada pasti sangat terasa.
Hanya istri dan anak-anaknya yang kini menjadi semangat hidupnya. Papi Jo selalu ingin menjadi suami dan papi yang menyayangi keluarga, tak pernah terpikir olehnya untuk selingkuh. Karna semua dia telah miliki. Istri yang cantik dan menyayangi dirinya, anak-anak yang pintar dan memiliki wajah cantik dan tampan, harta yang melimpah, dan kehidupan yang sangat bahagia. Semua patut dia syukuri.
Sudah tujuh hari kepergian sang mami, dan sudah tujuh hari pula papi Jo memilih diam di rumah. Dan semua pekerjaan sementara di handle Hanif, untungnya dia memiliki asisten yang bisa dia andalkan.
"Mulai besok aku sudah mulai bekerja kembali. Kasihan Hanif sudah dua Minggu lebih harus menghandle perusahaan. Sejak kita berangkat ke Singapura, aku mengurus mami, dan aku menenangkan perasaan aku. Kasihan Emeli harus di tinggal pulang malam terus sama Hanif." ujar Papi Jo di sela-sela makan pagi menjelang siang. Karena papi Jo tak ikut makan saat sarapan pagi bersama anak-anaknya sebelum berangkat sekolah.
"Kamu gimana? Apa kamu masih mau lanjut bekerja?" tanya Papi Jo. Papi Jo tak pernah menuntut lebih kepada sang istri, dia seorang yang demokratis. Sang istri bebas untuk mengeluarkan pendapat.
Celine menyatakan kalau dia sudah yakin untuk mengambil keputusan untuk tidak bekerja lagi di perusahaan. Dia ingin kembali sebagai seorang ibu rumah tangga, mengurus anak-anak tercintanya.
"Baiklah, enaknya kamu aja! Aku ga mau memaksa kamu seperti yang aku mau. Kalau kamu merasa bosan, kamu boleh ke perusahaan untuk mencari ilmu!" sahut papi Jo dan Celine menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai makan, Papi Jo berpikir untuk menghubungi sahabatnya. Dia ingin mengetahui kondisi Combreng setelah operasi.
"Halo Mil, Combreng lagi apa? Bagaimana keadaan dia sekarang setelah operasi?" tanya papi Jo.
"Kondisi Combreng sudah mulai membaik, gw sih berharap sel kanker tidak tumbuh kembali dan dia bisa sembuh dan normal kembali." sahut Mila.
__ADS_1
"Maaf gw ga bisa nemenin dia operasi kemarin. Nyokap meninggal. Waktu gw di Singapura gw dapat kabar dia terkena serangan jantung dan harus di larikan ke rumah sakit. Akhirnya waktu itu gw langsung pulang ke Jakarta." ujar Papi Jo.
Mila mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya mami Grace. Setelah selesai mengobrol dengan papi Jo, Mila menyerahkan ponselnya kepada suaminya.
"Iya halo Jo." ucap Combreng membuka obrolan.
"Gimana keadaan Lo Breng sekarang? Maaf ya gw ga bisa hadir saat Lo operasi. Maaf juga gw baru hubungi Lo. Nyokap gw meninggal tujuh hari yang lalu." ujar papi Jo lesu.
Hal itu tentu saja membuat Combreng merasa kaget. Pasalnya mami Grace selalu terlihat sehat dan bugar. Dia tak menyangka jika wanita yang sudah di anggap ibu nya itu telah meninggalkan dunia.
"Makanya gw masih sedih banget. Lo aja ga nyangka apa lagi gw. Sewaktu gw mau berangkat nganter Lo, dia sehat-sehat aja. Emang sih akhir-akhir itu mami suka sakit tapi hanya sakit biasa. Hanya pusing-pusing biasa." sahut Papi Jo.
Combreng mengucapkan bela sungkawa kepada sahabatnya. Dia pun ikut merasa sedih. Karena mami Grace sangat baik kepada Combreng, dia memiliki sifat ramah dan penyayang. Tidak pernah membeda-bedakan kasta.
Demi sang buah hati yang masih di dalam perut sang istri dan istri tercinta, Combreng berusaha untuk sehat. Sejak dulu dia ingin sekali memiliki anak, namun saat dirinya di berikan anak dia malah di uji dengan penyakit.
❤️❤️❤️
Celine memeluk tubuh sang suami sambil menciumi wajah sang suami. Membuat hasrat papi Jo yang sempat tertunda karna kesedihan yang dia rasakan, bangkit kembali.
"Ada yang kangen ni sama kamu! Udah lama katanya ga ketemu milik kamu." bisik papi Jo sambil mengarahkan tangan sang istri memegang Bray.
"Ayo donk bikin aku rileks, melupakan sejenak rasa sesak hati aku. Pasti mami seneng kalau lihat aku seneng." ujar papi Jo.
__ADS_1
Celine langsung melahap bibir suaminya. Dia berharap sang suami moodnya kembali membaik. Celine ingin memberikan kebahagian untuk suaminya. Lidahnya kini mengeksplore tubuh sang suami mulai dari leher, perut hingga sampai di Bray. Membuat sang suami terbang melayang, tak kuasa menahannya.
Tangan papi Jo ikut mere*mas kedua bukit kembar sang istri, membuat sang istri ikut merasa tera**sang. Celine semakin liar, miliknya menuntut lebih. Tentu saja membuat papi Jo merasa senang, dia senang kalau sang istri agresif.
Bagai membangunkan singa yang sedang tidur. Kini Celine lah yang di lahap papi Jo. Dia yang sekarang memimpin permainan.
" Aku masukin ya! Bray sudah pengen banget." bisik papi Jo dengan nafas yang sudah terasa berat. Hasratnya sudah mengebu-gebu.
Papi Jo langsung memasukan Bray ke dalam milik sang istri secara perlahan, lalu memaju mundurkan miliknya. Leguhan-leguhan keluar dari mulut keduanya, mengiringi percintaan mereka malam ini.
"Sayang..." racau papi Jo. Bahkan dirinya tak mampu untuk melanjutkannya.
"Aku juga..." seakan Celine sudah tahu jika sang suami hampir menuju puncak. Papi Jo langsung memompa dengan penuh semangat. Hingga akhirnya Bray menyemburkan racunnya, menyirami rahim mami Celine.
Papi Jo ambruk di atas tubuh sang istri. Tapi sepuluh menit kemudian, Bray menginginkan lagi. Papi Jo meminta mami Celine yang memimpin permainan kedua. Untungnya sekarang mami Celine sudah bisa mengimbangi permainan suaminya.
Celine sudah sangat pintar membuat sang suami bahagia. Membuat sang suami terbang melayang ke puncak nirwana. Membuat suaminya merem melek merasakan nikmat.
"Udah ya jangan sedih lagi! Ikhlaskan mami, kasihan jangan di beratkan! Lebih baik di doakan terus dari pada di tangisi! Tidak perlu di lupakan, cukup di kenang." ujar Celine sambil mengelus dada bidang suaminya. Kini mereka masih sama-sama dalam keadaan polos hanya di tutupi selimut.
"Jangan lelah untuk selalu ada untuk aku! Sekarang hanya kamu dan anak-anak yang ada di hidupku! Pemberi semangat aku dalam bekerja." sahut Papi Jo dan Celine membalasnya dengan senyuman.
Mampir juga yuk di karya bestie author di jamin seru ceritanya, ga akan menyesal😍😘🙏
__ADS_1