
"Gimana kalau kita coba mobil goyang?" ucap Papi Jo sambil mengerlingkan sebelah matanya. Dan tentu saja hal itu langsung di tolak sang istri. Justru kini dirinya meminta kepada sang suami untuk pergi keluar dari kampus.
Tapi Celine seperti tak mengenal sifat sang suami, yang selalu berusaha sampai keinginannya tercapai. Seperti anak kecil yang meminta mainan.
Memang benar papi Jo melajukan kendaraannya, namun dia mencari tempat yang sepi. Dia ingin memacu adrenalin, mencoba sesuatu yang baru.
Papi Jo menepikan mobilnya di sebuah tempat yang terlihat sangat sepi. Keberuntungan berpihak untuk papi, dari perjalanan tempat kampus sang istri menuju kawasan tempat kuliner. Rencananya mereka ingin menikmati jajanan kuliner yang banyak menjual berbagai macam jenis makanan.
"Kok kita berhenti di sini? Katanya mau ke tempat kuliner?" tanya Mami Celine penuh tanda tanya.
"Sebentar, ada yang kangen sama kamu ni!" ujar papi Jo sambil membuka seat belt nya dan membuka resleting celananya.
"Aish...kamu itu! Selalu saja di semua tempat cari kesempatan." gerutu mami Celine yang merasa kesal dengan suami mesumnya.
"Ga apalah sekali-kali, aku kan ingin mencoba mobil goyang. Pengen nyobain sensasi baru. Ayo donk, sebentar aja!" ujar papi Jo merayu dengan wajah memelasnya.
Mami Celine menolaknya mentah-mentah. Dia tak ingin melakukan hal itu. Dan mengatakan untuk melakukan di rumah saja, dia takut jika nantinya akan di grebek masa seperti yang dia pernah lihat di tayangan berita. Namun papi Jo tetap saja merayu, di mengatakan jika tempat di situ sepi, tak ada orang yang akan curiga. Lagi pula jika ketawan, mereka suami istri ini. Ujar papi Jo dengan seenaknya.
meskipun mami Celine mencoba menolak, tapi sang suami memiliki seribu satu cara untuk mewujudkan keinginannya. Papi Jo langsung menurunkan kursinya dan menarik tangan sang istri mengarahkan memegang Bray yang sudah memberi hormat.
__ADS_1
"Gimana caranya? Aku ga ngerti. Kamu pengalaman ya suka begini sama yang dulu?" sindir Celine. Namun papi Jo mengatakan jika dirinya belum pernah sekalipun melakukan hal ini dengan Selena. Dan baru kali ini dia melakukan hal gila seperti ini. Jiwa petualangannya meronta melihat sang istri yang sangat menggairahkan.
Kini mereka sudah berpindah ke belakang. Akhirnya Celine terbawa suami mesumnya. Papi Jo sudah merebahkan tubuhnya di jok belakang dengan celana jeans yang sudah setengah turun agar memudahkan sang istri memanjakan si Bray.
"Aaahhh...sayang." racau papi Jo saat sang istri melahap Bray dengan mulutnya. Tentu saja hal itu membuat papi Jo merasa melayang keenakan.
Foreplay kali ini di percepat karna kondisi yang menegangkan. Celine langsung menurunkan celana jeans dan segitiga Bermudanya. Setelah itu dia langsung naik di atas tubuh suaminya, memposisikan miliknya dengan milik suaminya. Papi Jo juga meminta sang istri membuka kancing kemejanya dan menaikkan penutup duo semangkanya hingga setengah agar dirinya dengan mudah meremasnya.
Papi Jo merasa senang karna duo semangka sudah menjadi miliknya sepenuhnya lagi. Kembar sudah berhenti minum asi.
Celine langsung memompa, menaik turunkan. Leguhan demi leguhan dari keduanya mengiringi mobil goyang. Keinginan papi Jo tercapai untuk mencoba bercinta di mobil. Setelah bercinta hampir 15 menit, akhirnya mereka mengerang bersama, mengalami pelepasan. Dan kini dirinya mulai merapikan pakaiannya kembali dan tak lupa membersihkan sisa percintaan dengan tisu basah.
"Kamu tuh bener-bener gila ya ngajak aku kaya gini! Kamu tau ga aku main ga tenang banget, takut ketawan orang. Rasanya seperti melakukan hubungan intim di sofa ruang tamu, tapi orang tua aku duduk di ruang tv. Asli jantung aku berdegup kencang banget ini." ungkap Celine. Mendengar penuturan sang istri tentu saja membuat Papi Jo tertawa geli. Karna memang apa yang di katakan sang istri. Mereka berdua seperti pasangan Abege saja.
"Tapi kaya gitu enak kan? Deg-deg seer rasanya. Lain kali coba lagi yuk! Apa nanti setelah dari sini kita langsung coba lagi?" goda papi Jo membuat Celine menghela nafasnya panjang. Merasa gemes dengan suami mesumnya yang selalu saja tak tahu tempat.
"Udah ayo turun! Aku mau makan! Ngomong begituan sama kamu mah ga ada selesainya! Perut aku udah bunyi dari tadi." gerutu Celine.
"Iya lah laper, orang kamu semangat banget memompa aku. Bilangnya ga mau, tapi akhirnya pelepasan juga akan? " sindir papi Jo membuat wajah mami Celine langsung memerah menahan rasa malu.
__ADS_1
Kini mereka sudah duduk di sebuah tempat yang menjual aneka macam jenis kuliner Nusantara.
"Kamu mau pesen apa aja? Makan yang banyak biar ada tenaganya lagi!" ujar papi Jo yang langsung tatapan tajam dari sang istri.
Dan akhirnya Celine menjatuhkan pilihannya kepada nasi goreng kambing. Karna ini adalah salah satu menu favorit di tempat itu. Tentu saja hal itu membuat dirinya penasaran ingin mencoba.
"Awas tar habis makan kambing ke pengen lagi. Kalau aku sih suka donk kalau kamu hot." goda papi Jo. Menurut mami Celine tergantung, tergantung orangnya. Karna dia memang penggemar nasi goreng kambing terlebih dirinya dulu asli orang Tanah Abang. Nasi goreng kambing sangat terkenal di daerah kebon kacang. Berbeda dengan sang istri, papi Jo memesan nasi kebuli. Meskipun sama-sama berasal dari kambing, tapi jenis makanannya berbeda agar mereka saling mencoba. Menikmati kebersamaan seperti orang pacaran. Merek juga memesan siomay Bandung dan es campur mang oyen. Dan merasa sudah sangat kenyang, mereka memilih untuk pulang. Tapi tentunya tidak langsung pulang.
"Kita mau ke mana lagi sekarang?" tanya mami Celine yang merasa bingung.
"Udah diam aja dulu! Nanti kamu akan tau kita akan ke mana. Yang pasti ga akan menyesatkan kamu." sahut papi Jo membuat sang istri untuk malas mendengarnya.
Dan ternyata sang suami membawa dirinya ke pusat perbelanjaan.
"Ayo turun! Tadi penasaran kan?" ujar papi Jo. Dan akhirnya Celine mengikuti titah sang suami.
Papi Jo langsung menggandeng tangan sang istri masuk ke dalam mall. Dan tujuannya langsung menuju ke sebuah toko perhiasan, dia ingin membelikan satu set perhiasan untuk sang istri. Dan hari ini dia ingin memanjakan sang istri, mengajak sang istri berbelanja.
Kini mereka telah sampai di sebuah toko emas yang menjual berlian. Papi Jo menyuruh pelayan toko untuk mengeluarkan perhiasan terbaru. Dia ingin mendapatkan yang terbaik untuk sang istri tercintanya.
__ADS_1
"Ya ampun yang, aku tuh ga butuh seperti ini! Kamu udah cintai aku aja aku udah bersyukur banget." ucap mami Celine yang merasa terharu dengan surprise sang suami untuknya.
Jangan lupa dukungannya πππ