
" Ya sudah biarkan saja mereka membusuk di penjara, saya tak sudi bertemu dengan mereka ! Dan saya juga tak akan menarik kembali gugatan untuk mereka. " Ujar Jo.
" Oh ya, kamu belum menjawab pertanyaan saya tadi ? " Sahut Jo yang menatap ke arah Hanif.
" Te-tentang apa ya tuan ? " Entah pura-pura lupa atau memang Hanif lupa akan janjinya mau menceritakan tentang dirinya.
Jo menanyakan kembali tentang kehidupan Hanif. Dan karna Jo memaksa nya, akhirnya Hanif membuka pembicaraan tentang hidupnya.
Dia menceritakan pada bosnya, jika kedua orang tuanya telah tiada dalam kecelakaan 5 tahun lalu saat dirinya masih duduk di bangku SMA, dan setelah di selidiki selama bertahun-tahun akhirnya terungkap semua. Semua itu karna sabotase yang di lakukan sepupu dari ayahnya. Hanif berasal dari daerah kota Yogyakarta. Semenjak kedua orang tua nya meninggal, semua harta peninggalan kedua orangtuanya di kuasai keluarga ayahnya termasuk sepupu yang melakukan pembunuhan berencana itu. Bahkan Hanif di usir dari rumah orang tua nya sendiri. Bertahun-tahun Hanif bekerja keras untuk bertahan hidup. Hingga akhirnya setelah lulus SMA dirinya memutuskan untuk merantau ke Jakarta mengadu nasib. Bukan itu saja, dia sering merasa sedih saat mengingat sosok kedua orang tua nya dulu jika dirinya masih di Yogya. Hingga akhirnya Hanif bisa bekerja di perusahaan Jo menjadi asisten Jo. Hanif mampu memberikan yang terbaik hingga Jo merasa suka dengan nya.
Hanif pernah menjalani masa-masa paling sulit. Untuk makan saja dia pernah tak memiliki uang dan harus menahan rasa laper. Padahal Hanif adalah anak orang kaya di kotanya. Ayahnya seorang pengusaha. Dan dia anak satu-satunya.
Dan baru satu tahun belakangan ini, semua terungkap. Namun Hanif enggan kembali ke kota yang menyimpan sejuta kenangan bersama kedua orang tua nya, yang juga meninggalkan luka yang begitu dalam. Hanif memilih menjual aset-aset kedua orang tua nya. Lagi pula dirinya sudah merasa betah di Jakarta.
"Ternyata kehidupan kamu begitu menyedihkan. Saya benar-benar tak menyangka, seorang Hanif yang terlihat kuat dan tangguh, ternyata memiliki masa lalu yang begitu kelam. Tetap semangat dan sabar ! Semoga kamu segera mendapat pendamping hidup, agar dirimu tak kesepian lagi, dan tak menjadi bujang lapuk ! " Ujar Jo sambil menepuk bahu Hanif.
" Cih..ga ngenakin banget omongan akhirnya. " Gerutu Hanif. Hanif sudah bekerja pada Jo hampir 5 tahun. Suka duka pastinya sudah terlewati.
Setelah mengobrol cukup lama, kini akhirnya mereka berdua kembali ke laptop. Bekerja kembali.
Sedangkan di kantor polisi, Selena sedang meratapi nasibnya. Betapa bodoh dirinya dulu mengkhianati cinta Jonathan Anderson. Padahal Jo adalah sosok suami yang sempurna, dia juga tipe suami yang penyayang dan sabar. Hal itu yang membuat Selena terlena. Jika sudah begini tak ada lagi yang patut di sesali karna nasi sudah terlanjur menjadi bubur. Jo sudah terlalu sakit hati padanya.
__ADS_1
Bayangan tentang masa kelam terlintas di pikirannya. Demi sebuah naf*su belaka dan popularitas dia rela memberikan tubuhnya pada pemilik Agency modelnya. Kini semuanya sudah tak ada artinya lagi. Dia sudah kehilangan orang-orang yang berarti padanya. Kehilangan cinta dari Jo dan juga Clara anaknya.
" Pak, maaf apa saya bisa bertemu dengan Tuan Jonathan Anderson ? " Ucap Selena lirih.
" Jangan pernah bermimpi untuk bertemunya ! Karna dia sudah menyerahkan kasus ini pada pihak kepolisian. Dia sudah tidak peduli, dan tak mau bertemu dengan orang-orang yang berniat menjebaknya ! " Ucap penjaga sel.
Tes
Tes
Tes
Air mata tak terasa menetes dari pelupuk mata Selena. Sungguh dirinya sangat hina, sampai-sampai mantan suaminya sudah tidak Sudi bertemu dengannya. Tak ada lagi harapan untuk dirinya mendapatkan maaf dari Jo.
\=\=\=\=
" Papi kemana sih semalam ga pulang ? " Cecar Clara saat papinya sampai di rumah.
" Maafkan papi ya sayang kemarin tiba-tiba saja papi harus keluar kota karna ada pertemuan dengan klien yang berniat kerja sama dengan papi ! " Ujar Jo berbohong. Mana tega Jo bicara sebenarnya kalau semua ini karna mommy nya Clara.
Hanif baru saja mendapatkan panggilan dari kantor polisi yang menyatakan bahwa Selena sempat melakukan percobaan bunuh diri. Dan kini di larikan ke rumah sakit polri. Tentu saja dia langsung menghubungi bos nya.
__ADS_1
" Hanif ? Kenapa dia ? Baru saja pergi mengantar ku." Gumam Jo. Dan akhirnya Jo langsung pamit dengan anaknya untuk ke kamarnya.
Setelah di kamar, Jo cepat-cepat menghubungi Hanif. Karna pasti ada yang sangat penting.
" Halo Tuan. Saya mau memberitahu kalau Nyonya Selena di larikan ke rumah sakit Polri karna melakukan percobaan pembunuhan. " Ujar Hanif membuat Jo tersentak kaget mendengarnya.
" Tu-Tuan apa anda ingin menengok Nyonya Selena ? " Tanya Hanif ragu-ragu dia takut ucapannya salah. Karna Jo sudah bilang jika dirinya tak akan Sudi bertemu dengan mantan istrinya.
Jo mencoba memijit keningnya yang tiba-tiba saja terasa pusing. Sungguh dia berada di posisi yang sulit. Mendengar Selena seperti itu, ada perasaan tak tega di benaknya namun jika mengingat apa yang telah di lakukan Selena kepadanya dia menjadi sangat membencinya. Dan akhirnya Jo memutuskan untuk menunggu kabar selanjutnya dari kepolisian.
" Biarlah saja ! Kita tunggu saja kabar berikut nya. Apa dia masih hidup apa sudah mati. Ya sudah saya mau mandi dulu ! " Ucap Jo mengakhiri panggilan.
Sedangkan di rumah sakit. Setelah di lakukan pertolongan, nyawa Selena bisa di selamatkan. Selena sudah sadar dan saat ini sedang mengamuk karna kenapa dirinya di selamatkan. Tak membiarkan dia mati saja. Selena juga menangis meraung-raung. Bahkan di dalam kondisi sekarat tadi, Jo tak datang menemuinya.
" Aaaahhh...lebih baik aku mati saja ! Untuk apa aku hidup, jika harus merasakan hidup di penjara. Jo, ku mohon tolong aku ! " Ucap Selena yang berawal keras menjadi melemah.
Jo baru saja selesai mandi membersihkan tubuhnya. Dan kini sudah berpakaian santai. Jo membuka pintu kamar yang terhubung ke balkon untuk menghirup udara segar di malam hari.
Sungguh kejadian ini menambah pikirannya. Kadang dia merasa lelah dengan cobaan yang kerap menghampiri dirinya.
" Sel, maafkan aku ! Mungkin ini yang terbaik untuk kamu dan aku. Biar kamu bisa menyadari akan kesalahan kamu. Kesalahanmu sudah sangat fatal. Kamu tega mengkhianati cinta tulus aku dan Clara. Kamu bukan hanya menyakiti aku tapi juga menyakiti hati Clara. Semoga penjara bisa menjadikan dirimu sadar akan sebuah kehidupan ! " Gumam Jo dalam hati sambil memandang langit yang terlihat sangat indah, namun tak seindah hatinya saat ini.
__ADS_1
Jangan lupa kakak dukungannya πππππ