
" Han, kamu merasa aneh ga sih dengan ucapan Albert itu ? Kenapa ya saya merasa ada yang janggal ? " Tanya Jo serius pada asistennya.
" Ya kalau menurut saya memang ini terasa janggal. Seumur-umur, ini hal pertama kali yang saya tau melakukan transaksi bisnis di kamar hotel. Kalau bisnis prostitusi sih ga aneh. Saran saya lebih baik tuan pikirkan kembali ! " Sahut Hanif.
Jo memijit keningnya yang terasa sakit. Ada rasa penasaran dan ada rasa khawatir yang dia rasa saat ini. Dia ingin tau sultan dari mana yang berbuat seperti itu. Tapi ada juga terlintas di pikirannya jika ada yang berniat menjebaknya. Tapi siapa ?
" Saya putuskan untuk datang ke sana ! Saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ! Tapi saya minta kamu tolong tetap berjaga-jaga di lobby. Apabila dalam satu jam saat belum juga keluar, kamu segera lakukan penggerebekan dengan pihak hotel !" Ujar Jo.
" Kalau Sebelum satu jam terjadi sesuatu dengan anda gimana ? Entah mengapa feeling saya merasa tak enak tuan. " Ujar Hanif. Dia merasa khawatir. Terlebih banyak kasus kejahatan sesama pesaing bisnis.
" Saya ada ide, bagaimana jika kamu kerja sama dengan pihak hotel ? Kamu tanya nama penyewa kamar 003 dan kamu pantau dari cctv siapa aja yang masuk sebelum saya masuk sampai saya berada di dalam ! Dan jika kamu merasa ada kejanggalan, segera meminta bantuan dengan pihak hotel untuk melakukan penggerebekan ! Gimana ? " Sahut Jo.
Hanif mengerti maksud keinginan bos nya dan Menurutnya itu ide yang cukup bagus untuk mengetahui siapa dalang di balik rencana ini.
Tepat pukul 19.00 Jo dan Hanif telah sampai di lobby hotel.
" Jangan lupa lakukan yang saya perintah ! Gerak cepat, terlambat sedikit nyawa saya bisa menjadi taruhannya ! " Bisik Jo di telinga Hanif. Hanif menganggukkan kepalanya.
Hanif tetap stay di lobby, sedangkan Jo dengan langkah ragu-ragu akhirnya dia sampai di kamar yang di tuju.
Jo berusaha tenang semaksimal mungkin. Dia berusaha untuk tetap fokus. Setelah satu tarikan nafas panjang Jo langsung mengetuk pintu kamar 003. Dan langsung di sambut 2 orang pria. Yang pertama mengaku sebagai Albert. Dan yang satu seorang pria tua yang duduk di kursi roda yang berpura-pura seperti orang cacat.
" Selamat datang Tuan Jo. Akhirnya kita bisa bertemu langsung. Perkenalkan ini bos saya Tuan Jasuke ! Ucap Albert menyambut Jo dan memperkenalkan dirinya dan juga bosnya. Jo melirik ke arah seorang pria berperawakan tinggi yang masih terlihat gagah meskipun di perkirakan oleh Jo pria itu berusia 60an. Sesuai dengan namanya, Pria itu seperti nya berasal dari negara Jepang.
__ADS_1
" Wajahnya seperti tak asing bagiku ? Di mana aku mengenalnya ? " Gumam Jo dalam hati. Dia merasa pernah bertemu dengan pria itu. Jo berusaha untuk tetap fokus meskipun kecurigaan nya semakin bertambah.
Sedangkan Hanif telah melancarkan aksinya. Awalnya pihak hotel merahasiakan identitas penyewa kamar 003, namun Hanif memberitahu jika bos nya dalam bahaya bertemu dengan orang yang tak di kenal. Hanif juga meminta agar pihak hotel bisa memberi kesempatan padanya untuk memantau bos nya dari cctv hotel. Meskipun di dalam kamar tak terdapat cctv.
Albert dan Tuan Jasuke berakting sangat hebat, hingga Jo terhanyut dalam permainan mereka. Mereka bicara sangat akrab dan bahkan Jo tak sadar langsung meminum begitu saja minuman yang di berikan Albert. Segelas wine yang telah di masukkan obat perangsang.
Beberapa menit kemudian, obat tersebut mulai bereaksi. Jo merasakan ada yang berbeda di dalam tubuhnya. Tubuhnya terasa sangat panas.
" Target sudah masuk perangkap ! " Tulis Albert di pesan singkat untuk Selena. Tentu saja hal itu membuat Selena tersenyum bahagia. Sebentar lagi dirinya bisa merasakan kembali barang kesayangan. Rudal milik Jo yang luar biasa.
" Anda kenapa tuan ? Mengapa anda telanjang seperti ini ? Apa yang terjadi pada anda ? Tanya Albert berpura-pura care pada Jo.
" Panas. Tubuhku terasa panas ! " Sahut Jo yang masih dalam setengah sadar.
Albert memapah Jo ke atas ranjang.
" Mantab sekali barang mu Tuan, pantas mantan istri mu tak bisa melupakan mu. " Ucap Albert sambil membuka kain penutup pisang tanduk nya dan kini Jo sudah dalam keadaan polos.
Di ruang cctv Hanif mengepalkan tangannya, saat dirinya melihat Selena berjalan menuju kamar 003.
" Breng*sek ternyata janda gatel itu yang menjebak tuan Jo. Lihat saja nanti, ku pastikan rencana mu akan gagal janda gatel ! "
Hanif langsung memberitahukan pada pihak hotel. Bahwa bos nya sedang dalam bahaya, dia di jebak oleh mantan istrinya.
__ADS_1
Pihak hotel langsung menghubungi pihak polisi untuk menangkap sindikat perencanaan penjebakan.
Tim polisi sudah sampai di lokasi. Hanif sebagai pemimpin penggerebekan bosnya. Pihak hotel telah memberikan kartu pas cadangan agar bisa masuk.
Selena memasuki kamar hotel. Wajah nya langsung berbinar-binar saat melihat mantan suami yang masih dia cintai sudah tak berdaya hanya pisang tanduk kebanggaan saja yang turn on.
Jasuke bangkit dari kursi roda dan langsung menghampiri Selena.
" Sayang... sebelum kau bercinta dengannya, puaskan aku dulu ! Ingatlah aku ini yang membantu mu membuat pria itu akan jatuh ke perangkap mu ! " Ujar Jasuke sambil membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Dan tangannya mulai memainkan miliknya.
" Sia*LAN ganggu kesenangan ku saja pak tua ini ! Rasanya aku malas sekali harus melayaninya terlebih ada Albert juga yang pastinya akan merasa iri. Bisa-bisa dia harus melayani tiga pria semalaman ini.
Jasuke langsung memaksa Selena membuka pakaian nya. Dia sudah tak sabar mencicipi tubuh indah Selena.
" Ayolah sayang...tunggu apa lagi ? Lihatlah milik ku sudah mengeras ! " Ucap Jasuke dengan bangganya. Dan akhirnya mau tak mau dirinya harus melayani Jasuke dulu.
" Tapi bagaimana dengan Albert ? Aku merasa risih jika bercinta ada dirinya ? " Sahut Selena sambil melirik ke arah Albert.
" Ya sudah kamu puaskan saja kami berdua dulu ! Bukankah kamu memiliki hutang Budi pada kami ? " Ujar Jasuke membuat mata Selena membulat sempurna. Sungguh Selena seperti wanita murahan yang di gilir dengan dua pria sebelum bercinta dengan Jo. Seperti nya Selena menjadi pecandu se*, dirinya sangat menikmati saat bercinta dengan dua pria sekaligus.
Jo bangkit dan merasa hasratnya sudah dalam voltase tinggi. Dia langsung menyerang Selena. Jo tak sadar dia melakukan sama Selena bukan Celine.
" Celine...aku sudah tak tahan ayo sayang ! " Ucap Jo sambil menarik tangan Selena. Mendengar Jo menyebut nama Celine, tentu saja Selena merasa sangat marah.
__ADS_1
Selamat hari Senin, di tunggu vote nya kakak. Biar author semangat crazy upππππ