
" Baby, kita turun dulu yuk hampiri sahabat aku dan mami nya ! Aku ingin kenalin sama kamu ! Dia itu sahabat aku yang paling dekat dan baik banget sama kita. Dia juga ngasih aku uang 10 juta buat kita berbulan madu sama kamu ! " Ucap Combreng pada sang istri dan Mila mengikutinya.
Combreng menggandeng tangan Mila sang istri dengan mesra menuruni tangga pelaminan. Untungnya tamu undangan lagi tak begitu rame, lagi pula mereka bisa bersalaman langsung saat tamu undangan datang sambil mereka mengobrol dengan Jo dan Mami Grace.
" Yaelah breng, ngapain Lo turun segala kesini Lo ! Heran gw pengantin ga bisa diem banget ! " Gerutu Jo.
" Dasar Lo, bukannya bersyukur pengantin nyamperin ! Berbagi berkah bro, biar Lo juga bisa nyusul gw menjelajahi surga dunia ! " Sahut Combreng sambil menginjak sepatu Jo.
" Sial*an Lo ! Sakit tau ! Udah ga usah pamer, gw ga iri ko ! Udah sana Lo kembali ke peradaban Lo ! " Usir Jo membuat Mami Grace, Hanif, dan Mila ikut tertawa melihat dua sahabat yang seperti Tom and Jerry.
" Beb, kenalin ini mami Grace. Udah aku anggap sebagai mami aku. Dan ini si duda bar-bar namanya Jonathan Anderson, dan ini Hanif yang tak kalah bar-bar nya seperti bosnya. " Ucap Combreng memperkenalkan Mami Grace, Jo, dan juga Hanif pada Mila.
Mami Grace mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Mila, dia juga memberikan kecupan di kedua pipi Mila. Memang patut di acungkan jempol, mami Grace tak pernah membeda-bedakan status sosial seseorang.
Sarmila panggilannya Mila, dia adalah janda anak satu yang berusia 10 tahun. Usianya sama dengan Combreng dan Jo yaitu 35 tahun. Mereka bertemu saat Combreng sedang makan siang di sebuah restoran, dan Mila saat itu menjadi kasir di restoran tersebut. Mereka akhirnya berkenalan dan saling tuker nomor telepon. Hingga akhirnya mereka kencan dan saling mengungkap masa lalu mereka masing-masing. Dan karna memiliki visi yang sama akhirnya mereka memutuskan menikah setelah satu bulan saling mengenal. Mila melihat sosok Combreng yang baik dan humoris membuat dia yakin jika Combreng pantas untuk menjadi suaminya.
Tak dapat di pungkiri oleh Combreng saat berkenalan dengan seorang wanita, dia suka dengan wanita yang memiliki tubuh sexy dan wajah yang menarik. Mila memiliki ukuran buah melon, dan bukan buah semangka seperti milik Celine. Yang terpenting Mila mau menerima dirinya apa adanya. Menerima kekurangan dirinya.
__ADS_1
Duda vs ex Duda yang tak mau kalah. Membanggakan status masing-masing yang lain hanya jadi penonton mereka.
Dan karna para tamu undangan semakin banyak, akhirnya mereka pamit untuk naik kembali ke pelaminan. Sama hal nya dengan Mami Grace, Jo, dan juga Hanif.
" Mami mau langsung pulang apa mau main dulu ni ke rumah ketemu Clara ? " Tanya Jo saat dalam perjalanan pulang.
" Mami mau ngajak Clara ke mall, nanti supir Clara tolong antar kami ke mall ya ! " Sahut Mami Grace.
" Jadi mami ga mau ngajak aku ni ? Aku ini anak mami Loch ! Sebelum ada Clara, aku dulu ! " Ucap Jo sedramatis banget. Hanif tertawa geli dalam hati, sosok Jo benar-benar berbeda di luaran. Dan akhirnya mami Grace mengajak anaknya juga, tak lupa dia juga mengajak calon menantu idamannya yaitu Celine.
" Kok nenek sama papi datang barengan ? Memangnya kalian dari mana ? " Tanya Clara pada mereka berdua. Menatap sang papi dan nenek secara bergantian. Karna Jo memang tak bilang sama anaknya jika dirinya pergi menghadiri acara pernikahan om Combreng. Jo memilih langsung naik ke kamarnya untuk berganti pakaian.
" Nenek habis ke nikahan om Combreng, maaf kalau kami tak mengajak kamu ! Karna acaranya hanya sekedar kumpul saja lagi pula daerah nya sangat jauh takut kamu pusing di perjalanan. Dan sebagai gantinya nenek akan mengajak kamu ke mall. Celine tolong gantikan pakaian Clara ya dan kamu juga ganti sekalian ya ! Kamu ikut kami ke mall ! " Titah mami Grace. Dan Celine langsung menganggukkan kepala.
Kini mereka sudah dalam perjalanan ke mall. Mami Grace meminta Celine duduk di depan di sebelah Jo. Karna Jo yang menyetir, dia tak memakai supir. Sedangkan Clara berdua di belakang bersama sang nenek.
Selama perjalanan Jo dan Celine hanya diam terpaku, hanya Jo sesekali melirik ke arah Celine yang sibuk memainkan ponselnya.
__ADS_1
" Heran dari tadi malah asyik sama ponselnya, basa-basi kek sama gw ? Dia benar-benar beda banget sama cewek lain yang biasa mengejar gw. Lah dia malah anggurin gw begini. Padahal ketampanan gw melebihi kapasitas maksimal sampe luber malahan, tapi kok bisa ya dia cuek banget ? Ga ada artinya sama sekali ciuman dua kali dari gw, seperti angin lalu aja baginya. " Gerutu Jo dalam hati.
Mami Grace melihat tingkat anaknya seperti jomblo tak jelas menjadi tertawa geli. Jo seperti anak Abege yang jatuh cinta tapi ga bisa mengungkapkan.
Kini mereka telah sampai di sebuah mall yang letaknya lumayan jauh dari rumah mereka tapi memiliki arena bermain anak-anak sangat seru.
Celine jalan beriringan dengan Mami Grace sedang Jo menggandeng sang anak jalan lebih dulu.
" Seperti Celine ? Tapi kok penampilannya beda banget ? Seperti artis. " Ucap Vino.
Sekedar informasi, Vino dan Celine adalah teman satu sekolah. Celine adalah cinta pertama alias cinta monyet Vino sewaktu di SMP. Vino pernah mengungkapkan perasaannya pada Celine, tapi Celine menolaknya. Bukan karna Celine tak menyukainya, tapi karna Celine tak mau pacaran dulu. Terlebih dia hidup dalam keterbatasan, tinggal dengan ibu tirinya. Dia sangat sadar diri, dan bersungguh-sungguh untuk belajar. Hingga akhirnya Vino memendam perasaannya. Dan akhirnya mereka terpisah karna Vino harus ikut orang tuanya pindah ke Korea Selatan, karna sang Daddy menjadi duta perwakilan Indonesia untuk bekerja di Korea Selatan. Setelah tugas Daddy nya selesai, kedua orang tuanya kembali ke Indonesia tapi tidak dengan Vino. Vino melanjutkan pendidikan ke jenjang bangku kuliah di sana, dan saat ini dia pulang hanya sekedar liburan. Dan jika tak ada masalah, tahun depan dia lulus pendidikan sarjana. Dan saat ini dia sedang di mall karna ingin membeli keperluan melukis. Vino sejak kecil sangat menyukai melukis.
Vino langsung berlari mengejar Celine, dia memastikan apakah benar itu Celine atau bukan. Cinta pertamanya. Karna sampai saat ini Vino belum pernah berpacaran. Dia melampiaskannya ke lukisan, bahkan Vino banyak membuat lukisan gambar Celine dulu dengan berbagai gaya. Karna saat SMP, Celine adalah modelnya. Celine suka di foto dan Vino suka melukis. Meskipun Celine menolak, tapi mereka masih berhubungan baik Sampai lulus SMP.
Visual Vino, usia 23 tahun
__ADS_1