Menikah Muda Dengan CEO

Menikah Muda Dengan CEO
Devian part 2


__ADS_3

"Kenapa kamu malu syang!!" ucap Devian, tangan kiri memegang pinggang Angel, menarik ya masuk ke dalam dekapannya. "Aku memang dulu tidak pernah menyentuh kamu. dan baru kali ini aku melihat kamu tanpa helaian benangpun di depanku!!" gumam Devian, langsung mengangkat tubuh Angel, langsung merendamkan tubuhnya dalam bathup besar. 


"Apa boleh sekarang aku menyentuh kamu?" tanya Devian, menatap dengan pandangan mata penuh harap pada Angel yang kini duduk di depannya. 


Angel hanya diam, ia sedikit menggeser tubujnya, lalu duduk membelakangi Devian, menyandarkan kepalanya di dada suaminya. Ia memegang tangan laki-laki itu, meletakkan pada dadanya. "Kamu mau menyentuh apa?" tanya Angel, membuat Devian terkejut di buatnya. Baru kali ini Angel mau bicara seperti itu.


"Apa kamu yakin? Nanti kalau kamu sakit gimana? Aku gak mau jika aku menyentuh kamu, membuat kamu sakitnya tambah parah. Aku gak mau, nanti kalau kamu kenapa-napa aku yang merasa bersalah padamu nantinya.


"Aku yakin!! Aku gak napa-napa kok. Aku juga ingin kamu menyantuhku, lagian kita sudah suami istri." ucap Angel, memegang pipi kanan Devian, dengan kepala sedikit mendongak ke atas. "Jangan menolaknya, aku tahu kamu menginginkan itu!!" lanjutnya. 


"Tapi..."


"Aku bilang lakukan saja. Jangan ragu lagi. Aku ingin kamu perlakukan aku sebagai istri. Jika kamu tidak mau aku yang akan marah padamu." ancam Angel, ia tidak mau jika selama hidupnya nanti, menikah dengan Devian hanya membuatnya sangat kecewa. Meski pernikahannya hanya bertahan berapa lama nantinya, ia juga tidak tahu. 


Devian menarik napasnya panjang-panjang, ia mencoba untuk tetap tenang. Ke dua tangannya mulai mengusap lembut dada Angel, perlahan dengan bibir mengecup leher wanita itu dari belakang, membuar gairah wanita itu semakin menjadi, Devian semakin berani memegang dada Angel, sedikit menekannya dengan salah satu tangan, mengusap perutnya, lalu perlahan menurun ke bawah.


"Apa boleh?" tanya Devian.


"Terserah syang!!" gumam Angel, memejamkan matanya, sedikit mengernyit, menahan kepalanya yang terus terasa sakit. 


Devian mulai bermain pada daerah inti Angel dengan jemarinya. "Emm.." Desah Angel, memegang leher belakang Devian, mencium lembut bibir laki-laki itu, sembari menikmati sentuhan demi sentuhan tangan lembut Devian. 


"Emm.. Devian!!" desah Angel semakin keras, mengusap kepala belakang Devian, mengusap rambut laki-laki itu yang sudha basah. 


"Kamu menikmati, syang?" bisik Devian. Mengecup telinga bekakang Angel.


"Iya, syang!!" ucap Angel lirih, memejamkan matanya, ia merasa masuk ke dalam gairah sentuhan jemari tangan Devian, dan. Tes.


Tetesan darah segar kembali keluar dari hidungnya, membuat Angel segera menarik tangan Devian dari dada dan daerah intinya. Ia bergegas berdiri, dengan tangan menutup hidungnya menuju ke shower, lalu menutup kelambu agar tak terlihat oleh Devian. 

__ADS_1


Devian yang masih berada di dalam bathup, ia hanya diam, dengan mata tak hentinya menatap setiap apa yabg di lajukan Angel, dan bibir menganga membentuk huruf o. Ia terus menatap kepergian Angel yang secara tiba-tiba membuatnya merasa bersalah. 


"Apa aku yang menyebabkan Angel seperti itu?" tanya Devian dalam dirinya. 


"Syang!!" panggil Devian, ia tak sadar jika ada tetesan darah di dalam bathup tadi. 


Kenapa aku kondisi aku seperti ini, kenapa. Aku gak bisa terus seperti ini. Aku ingin merasakan nikmatnya dunia bersama dengan suami aku. Tapi kondisi aku... Aku gak bisa bertahan lama, aku gak bisa hidup lama lagi. Hanya kurang beberapa hari lagi. Tapi... Apa aku bisa membuat bahagia Devian selama 4 hari ini. Angel menundukkan badannya, dengan ke dua tangan menempel ke tembok menyangga tubuhnya, darah terus menetes dari hidungnya hingga jatuh ke lantai, dan langsung di sapu oleh air yang keluar dari shower membasahi tubuhnya. 


"Syang!! Apa tadi kanu sakit. Atau aku yang keterlaluan padamu, maaf jika gara-gara aku tadi. Aku gak bisa menyentuh kamu dengan lembut tadi. Aku janji tidak akan menyentuh kamu lagi." Devian beranjak berdiri, menarik handuk di sampingnya, lalu menutup dari pinggang hingga ke lututnya, ia berjalan menuju ke wastafel di depannya, yang masih tertutup kelambu.


"Jangan di buka!!" ucap Angel, tersadar dari lamunannya, ia menutup hidungnya, mencoba memegang kelambu menggenggamnya rapat, agar tidak bisa di buka oleh Devian. 


"Kenapa? Apa kamu marah padaku? Aku minta maaf jika aku terlalu kasar tadi!!"


"Kamu gak salah, nanti aku akan cerita padamu, jadi sekarang lebih baik baik keluar dulu." 


"Aku gak akan keluar jika belum mendapatkan maaf dari kamu!!" 


"Kalau gak marah kenapa kamu tiba-tiba berdiri tadi?" 


"Oya, ambilkan aku baju dulu. Nanti aku akan ceritakan." ucap Angel mencoba mengalihkan pembicaraan. 


Devian segera keluar dari kamar mandi, mengambilkan baju untuk Angel, setelah ambil baju, ia kembali lagi, masuk ke dalam kamar mandi. 


"Ini baju kamu!!" ucap Devian, memasukkan tangan kanannya di balik kelambu. 


"Baik!! Makasih!!" Kamu cepat ganti baju, aku mau keluar bersama kamu nanti!!" ucap Angel. 


"Iya, tapi kamu keluarlah dulu. Aku akan mandi," gumam Devian. 

__ADS_1


Angel yang sudah selesai memaki bajunya, ia membuka kelambu yang menutupinya. Dan beranjak keluar, melangkahkan kakinya mendekati Devian. Sebuah kecupan lembut di bibir, hanya beberapa detik mendarat, membuat Devian terkejut. 


"Mandilah!! Aku tunggu kamu di luar!!" ucap Angel, menepuk bahu Devian, lalu meninggalkan Laki-laki itu sendiri di kamar mandi. 


"Dia sangat aneh apa yang di sembunyikan dariku" gumam Devian, menoleh menatap punggung Angel yang mulai melangkah menjauh darinya.


"Syang!! Jangan kemana-mana?" ucap Devian.


"Iya, tenang saja!!" ucap Angel.


Devid melangkahkan kakinya masuk ke dalam, menutup selambunya. Ia menatap ke lantai, melihat bercak darah yang tersisa di sana.


"Ini darah siapa? Apa dia.." Seketika bibirnya berhenti, saat membayangkan jika Angel kanapa-napa.


Ia berlari keluar dari kamar mandi dengan langkah terburu-buru. "Angel!!" teriak Devian, melangkahkan kakinya nendekati Angel yang duduk membelakanginya di ranjang.


"Ada apa?" tanya Angel, membalikkan badanya, ia menvoba untuk tersenyum lebar di depan Devian.


"Kamu kenapa?" tanya Devian, berlutut di depan Angel.


"Aku gak napa-napa, udah cepat ganti baju" gumam Angel, memegang tangan Devid.


"Beneran? Kenapa di kamar mandi ada bercak darah?" tanya Devian curiga.


"Oh.. Itu!! Aku lagi M" bisik Angel.


Devian seketika menelan ludahnya. Ia merasa malu sudha bertanya tentang itu.


"Ya, sudah aku kira kamh sakit lagi," Devian mengusap lembut wajah Angel, menyilakan rambutnya ke belakang telinga.

__ADS_1


"Aku gak mau kamu kenapa-napa, syang!!" Devian mengecup kening Angel lembut.


-----


__ADS_2