
Setelah perdebatan yang sudah terjadi, Yuhera dan Vania pun pergi menuju kamar yang ada di lantai dua. Mereka meninggalkan Shila sendirian di ruang tamu, dia bingung dia akan tidur dimana dan apa yang akan dia lakukan di dalam rumah yang sangat besar sama seperti Mension keluarga Ardhani.
"huh, aku salah apa sih sama dia, kan dia sendiri yang sudah merebut Samuel dari aku, Trus apa salah ku sih, kenapa aku harus ditampar? kenapa sekarang bang Yuhera sangat kejam kepada ku bahkan sekarang juga dia sudah suamiku" gumam ku meneteskan air mata.
"Trus sekarang aku tidur dimana yah, aku kan gak tau seluk beluk rumah ini, nanti yang ada aku salah masuk ruangan lagi" ucapku berdiam diri.
Shila yang sedikit termenung tiba tiba dikagetkan oleh suara yang sangat familiar, yaitu suara Yuhera. yah Yuhera turun lagi ke ruang tamu, karna dia teringat akan Shila.
"heh, Lo cewek murahan, kamar Lo ada dibelakang yah, kalo Lo belum tau juga Lo bisa tanya sama bi Inah" ucap Yuhera menunjuk bi Inah pelayan di rumah itu.
"Kenapa harus di kamar belakang bang? disini kan ada banyak kamar" ucap ku bingung
"hahah, ternyata lo belum tau yah posisi Lo dirumah ini? dengar yah Lo itu gue samain sama seperti pelayan yang ada dirumah ini" ucap Yuhera sinis
"maksud Abang apa? aku kan istri sah Abang?" ucap ku menangis sendu
"Lo istri Dimata keluarga kita, tapi tidak dirumah ini dan diluar rumah, karna yang berhak jadi istri gue hanya Vania" ucap Yuhera
"dan ingat satu hal, Lo harus memenuhi atau menyediakan setiap kebutuhan gue dan Vania, Lo harus menuruti setiap perkataan nya, Lo harus ikut membersihkan rumah ini, dan untuk satu Minggu ini, gue akan liburkan setiap pelayan yang ada di rumah ini, dan Lo yang harus menggantikan setiap pekerjaan mereka, apa Lo paham?" ucap Yuhera
"baik bang" ucap ku menangis.
Setelah kepergian Yuhera, Shila pun melangkah kebelakang untuk mencari kamarnya, karna dia sudah sangat lelah. Didalam kamar dia menangis mengingat apa yang sudah dialaminya selama ini, kenapa semua orang memperlakukan nya dengan tidak adil kecuali dengan keluarganya.
__ADS_1
"kenapa bang Yuhera lebih memilih Vania yah, apa dia tidak tau siapa Vania? tidak mungkin kan Vania selingkuh?" batinku.
...*FLASHBACK ON*...
"apa yang sudah kamu lakukan di belakang aku Sam? kenapa kamu bisa sama perempuan itu?" tanya Shila bingung
"tenang dulu sayang, kenalin ini teman satu kampus aku, namanya Vania, dan kebetulan tadi tujuan kita sama jadi dia numpang ke mobil aku" ucap Samuel memperkenalkan Vania
"oh begitu yah, hai, kenalin nama aku Shila, kekasih Samuel" ucap Shila mengulurkan tangaan nya untuk berjabatan dengan Vania
"kenalin gue Vania, teman Samuel" ucap Vania dengan nada sombong
"kalau boleh tau kalian sudah temanan lama yah" ucap Shila
"hmmm, aku izin ke kamar mandi dulu yah, kalian disini aja dulu saling ngobrol dan mana tau kan kalian bisa jadi teman dekat" ucap Samuel dan langsung pergi meninggalkan mereka di restoran itu.
Setelah kepergian Samuel, ternyata Vania sudah merencanakan sesuatu semenjak kedatangan mereka tadi. Dia berencana akan memberitahukan hubungan mereka yang sebenarnya, agar dia bisa memiliki Samuel seutuhnya.
"Lo udah berapa lama pacaran dengan Sam?" ucap Vania
"HM, gue udah lama lah, mulai kita dari SMA dulu" ucap ku santai
"hahah ternyata lo bodoh yah, udah pacaran lama tapi Lo ga tau dia sayang atau gak nya sama Lo" ucap Vania sinis
__ADS_1
"maksud Lo ngomong kayak gitu apa? ya jelas lah Sam sayang sama gue, makanya dia mau pacaran sama gue, dan yah hubungan kita juga sudah lama" ucap ku
"hahah Lo pernah tanya gak sama Sam, dia itu setia sama Lo? asal lo tau ya, gue itu pacar nya Samuel,. dan maksud kedatangan kami kesini itu mau ngasih tau hubungan kita yang sebenarnya" ucap Vania
"hah gak mungkin, dia itu setia sama gue, gue tau, Lo itu cuma mau manghasut gue kan, agar gue mau ninggalin dia, dan asal lo tau, gue ga akan tertipu deengan omongan Lo" ucap ku tegas.
"yaudah Lo tanya aja sama dia nanti, dan awas ya kalo omongan gue benar Lo harus siap siap ninggalin dia, karna dia cuma milik gue" ucap Vania sinis.
Setelah kedatangan Samuel, Shila langsung berdiri dari bangkunya, dan langsung menanyakan apa maksud dari perkataan Vania, apakah Vania bohong atau benar adanya.
"Sam, Lo jujur sama gue, maksud dia ngomong dia kekasih Lo apaan? Lo kan pacar gue?" ucap ku
"tenang dulu Shil, duduk dulu, kita bicarakan semua nya baik baik" ucap Samuel tenang, dan Shila juga langsung duduk mendengan perkataan Samuel.
"jelasin sekarang juga, katakan dia bohong" ucap ku dingin
"yang dikatakan Vania itu benar Shil, dia emang pacar gue, gue sama dia itu sudah dekat dengan gue mulai kita kecil, gue juga sudah suka sama dia mulai kita SMP dulu, tapi gue ga brani ngajakin dia pacaran. dan kenapa gue pacaran sama Lo, karna dia jauh di London, jadi Lo gue jadiin biar ada yang ngisi hari hari gue. dan setelah kedatangan Vvania gue nyadar, cinta gue sama dia itu tidak bisa berpaling, dan gue ajak dia jadian" ucap Samuel
Mendengar penjelasan Samuel, air mata Shila pun langsung menetes karna dia merasa sudah dikhianati oleh kekasih nya sendiri.
"jadi semua yang di katakan dia benar? kenapa Lo tega sama gue Sam, gue sayang sama Lo, dan gue ga bisa jauh dari Lo, dan setelah sekian lama kita pacaran, Lo khianati gue, gue salah apa sama Lo?" ucap ku menangis
"Lo ga ada salah sama gue, gue yang punya salah sama Lo, dan gue minta maaf, gue minta maaf udah hianatin lo, jujur selama ini, gue gak ada niat buat manfaatin Lo, gue juga mencoba agar gue bisa sayang dan cinta sama Lo, taapi ternyata setelah sekian lama kita menjalin hubungan gue tetap juga ga punya rasa sama Lo, maafin gue Shil, gue salah" ucap Samuel menjelaskan apa perasaan nya.
__ADS_1
"haha ternyata karna cewek ini Lo njnggalin gue, Lo lebih milih cewek kayak dia dibanding gue yang selalu ada di dekat Lo" ucap ku menunjuk Vania.