
"Oh begitu, pantas aja aku nggak lihat dia" ucap Seina. Iya karena setiap Seina bertemu dengan Kenzo kakak nya Keyko, pasti mereka selalu berantam, ya walaupun Kenzo sudah menganggap Seina sama seperti Keyko.
Di sini author akan menjelaskan siapa Kenzo. Kenzo itu ialah kakak kandung dari Keyko. Pemuda yang berumur 28 tahun. CEO di perusahaan K. K Group perusahaan nomor 1 di negara Paris yang didirikan langsung oleh Kenzo semenjak dia masih duduk di bangku kelas 3 SMA, tentu saja atas bantuan dari keluarga nya. Pemuda yang sudah bertabrakan dengan Shila sewaktu menuju aula kampus tempat wisuda diadakan.
"Wah, kak Key punya kakak? Namanya siapa? pasti cantik kan, ya cantik lah, kak Key aja cantik" ucap Shila
"Bukan cantik Shil, tapi tampan" ucap Seina gemas melihat kepolosan Shila
"Iya dek kakak itu punya kakak laki-laki, namanya kak Kenzo. Tadi kakak aku datang kok ke sini tapi pulang duluan karena ada urusan" ucap Keyko menjelaskan
"Nanti kalau ada waktu kakak kenalin deh ke kamu" ucap Keyko dan hanya dibalas angguan oleh Shila
"Oh iya dek, nih kenalin mami dan papi aku" ucap Keyko lagi memperkenalkan mami dan papi nya
"Halo Om dan tan, kenal kan aku Shila" ucap Shila menyalim tangan kedua orang tua Keyko
"Halo juga nak, kamu cantik banget" ucap mami Keyko memuji kecantikan nya Shila
"Hehehe makasih Tan" ucap Shila
"Ini teman kamu Key, ketemu dimana sih anak semanis ini" ucap papi Keyko dan Shila hanya malu-malu mendengarkan pujian dari mereka
"Ini itu adik angkat kami Pi, kami bertemu pertama kali waktu di taman yang dekat hotel YYY" ucap Vino
"Oh iya yah" ucap papi dan mami Keyko mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mereka mengerti
Setelah acara wisuda selesai Mereka pun pulang. Rian dan Vino yang memang tinggal satu apartemen jadi orang tua mereka juga ikut ke apartemen Rian dan Vino. Di dalam apartemen mereka berbincang-bincang bagaimana kedepannya
" Jadi gimana Vin, kamu juga ikut pulang ke Indonesia Kan?" ucap papa nya Vino
"Bukan nya Vino Nggak mau ikut pulang, tapi kalau Vino pulang ke Indo, Shila bagaimana?" ucap Vino mengkhawatirkan keadaan Shila. Karena memang dari antara mereka berempat yang paling sayang dengan Shila ialah Vino.
__ADS_1
"Kamu nggak mau ikut pulang ke Indonesia? tanya papa nya Rian
"Shila nggak mau Om, Sila nggak mau ketemu sama bang Yuhera lagi , hiks... hiks" ucap Shila menangis.
"Nggak apa-apa kok kalau Shila tinggal di sini, kalau Abang Rian sama bang Vino mau pulang, pulang aja nggak apa-apa kok. Shila di sini bisa kok jaga diri" ucap Shila
"Kamu yakin dek, kalau kamu mau kamu boleh kok tinggal di rumah abang" ucap Rian
"Nggak bang, Shila di sini aja" ucap Shila mantap
"Ya sudah, tapi kamu tinggal di sini aja ya Shil, sayang kan kalau tempat ini kosong, nggak apa-apa kan Vin?" ucap Rian meminta persetujuan nya Vino, karena memang apartemen ini sudah di beli oleh Rian dan Vino, jadi bisa dikatakan apartemen itu milik mereka berdua
"Ya nggak apa-apa, kamu di sini aja" ucap Vino tulus
"Makasih ya bang" ucap Shila terharu
"Ya sudah, lusa kita pulang karena sudah saat nya kalian harus memegang perusahaan punya keluarga kita, dan dibalas anggukan oleh Rian dan Vino. Rian dan Vino ialah sepupu kandung. ☺️☺️☺️
Tinggallah Shila sendirian dengan perut yang sudah mulai membesar, dia berjuang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan supaya bisa melanjutkan kehidupan nya dan membiayai anak nya kelak. Shila yang sudah kelelahan, dia berjalan ke taman. Sesampai nya di taman tak sengaja mata nya melihat pemuda tampan yang ia tabrak waktu menuju aula kampus waktu acara wisuda dilangsungkan.
Dengan langkah cepat, Shila menghampiri pemuda itu.
"Hai kakak" ucap Shila
"Kakak yang waktu itu di kampus kan" ucap Shila menanyakan nya ke pemuda itu, karena dia takut salah orang.
Tapi pemuda itu hanya diam saja sambil memainkan handphone nya. Shila yang melihat dia di acuhkan jadi kesal dan langsung duduk di samping laki laki itu.
"Eh, siapa yang kasih izin kamu duduk disitu?" ucap pemuda itu dan tak sengaja ia melihat ke arah perut Shila yang sudah mulai membuncit.
__ADS_1
"HM, lagi hamil rupanya" batin pemuda itu dalam hati nya
"Ini kan kursi bukan punya kakak, ya Shila bisa dong bebas duduk disini" ucap Shila tenang
"Ckckck, loe itu masih kecil, tapi perut kamu sudah besar saja" ucap pemuda itu dingin
"Ya memang, jadi kalau Shila masih kecil, emang ga bisa gitu mengandung?" ucap Shila kesal
"Haha, kenapa? pasti kamu hamil luar nikah kan? dasar murahan" ucap pemuda itu setelah itu dia pun berdiri dan melangkah pergi dari hadapan Shila.
Mendengar perkataan pemuda itu, Shila marah, dan dia langsung menangis.
"Hiks...hiks... Kaka, aku ga murahan, aku mengandung karena Shila punya suami, kakak ga kenal siapa aku, jadi Kaka ga boleh ngomong seperti itu ke aku" ucap Shila ber teriak. Tapi sayang nya pemuda itu tak mendengarkan suara teriakan Shila karna dia sudah berjalan jauh.
"Uh, hiks...hikss.. dia ga tau siapa aku,dia juga ga tau hidup ku, kenapa dia bilang aku murahan, hiks...hiks.. ini semua karna bang Yuhera, hiks...hikss.," ucap Shila menangis.
Di dalam mobil, Kenzo bertambah kesal karna kedatangan Shila yang sudah mengacaukan ketenangan nya saja.
"Dasar perempuan aneh, itu cewek maunya apa sih, udah kemarin nabrak gue di kampus, sekarang dia malah mengacaukan ketenangan gue" ucap sinis Kenzo
Kenzo yang sudah cukup lama mengendarai mobil nya, dia pun masuk ke dalam perusahaan nya.
"Eh bro, wajah Lo kusam banget, haha" ucap Yoel sahabat Kenzo
"Eh diam Lo, berani banget Lo ngetawain gue" ucap Kenzo melemparkan bolpoin yang sedang ia pegang, sehingga mengenai kepala Yoel.
"Tak" suara pulpen yang kena ke kepala Yoel.
"Anjim, kalo Lo punya masalah jangan bawa bawa ke gue dong" ucap Yoel kesal
"Lo kenapa sih, bukan nya tadi Lo bilang mau pergi ke taman? Lah, seharusnya kan kamu balik dari sana bawaan nya itu happy, bukan malah muram" ucap Yoel
__ADS_1
"Haha, gimana mau happy, tadi itu ada pengganggu yang mengacaukan ketenangan gue" ucap Kenzo