
Seminggu sudah Yuhera dirawat di rumah sakit. Begitu juga dengan Shila setelah mengalami koma. Shila sudah dinyatakan pulih dari masa kritisnya. Tapi Shila keras kepala agar diperbolehkan pulang karna yang Shila dengar Yuhera juga akan pulang hari ini.
Didalam ruangannya, Shila yang sedang diperiksa oleh dokter terus memohon agar diperbolehkan pulang.
"dok, bagaimana dengan keadaan saya" tanya Shila kepada dokter yang sedang memeriksanya.
"keadaan ibu sudah lebih baik sekarang, tapi untuk keadaan kandungan ibu sangat lemah, jadi untuk itu, ibu harus masih dirawat disini" ucap dokter itu menjelaskan.
"dok, tapi saya harus pulang hari ini juga, karna suami saya juga akan pulang sekarang" ucap Shila memohon
"Baiklah Bu, tapi ibu harus tetap mengkonsumsi obat yang akan saya resepkan dan ibu juga harus rajin datang kerumah sakit untuk memeriksakan keadaan ginjal ibu" ucap dokter itu pasrah.
"baik dok, saya pasti akan terus memeriksakan keadaan saya" ucap Shila dengan mata yang berbinar.
"kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter itu
"baik dok, terima kasih," ucap Shila tersenyum
"sama sama" ucap dokter itu dan berlalu pergi meninggalkan Shila dikamar itu.
Sore harinya, Shila yang sudah diperbolehkan pulang, dia pun pulang ke hotel tempat mereka tinggal selama bulan madu.
"huh, akhirnya aku nyampe juga,, hmm, bang Yuhera juga akan pulang" ucap Shila senang dan mendaratkan tubuhnya di sofa yang tersedia dikamar itu.
Keesokan harinya, Yuhera yang juga sudah diperbolehkan pulang merasa sangat senang karena dia berpikir akan kembali membalaskan dendam kekasihnya Vania.
"gua sudah sabar buat nyakitin tuh cewek, haha" ucap Yuhera tertawa
"cewek yang loe maksud siapa" ucap Tito. yah karna mereka mendapat kabar bahwa hari ini Yuhera bisa pulang, Tito, Felix dan Viktor pun menyusulnya ke Paris
"istri gue lah siapa lagi" ucap Yuhera dingin.
"gue sebagai sahabat Lo, gue saranin Lo gak perlu nyakitin Shila, dia istri Lo, karna hanya kekasih Lo, dan Lo ga berhak nyakitin Shila karna Vania" ucap Viktor datar
"ckck, Lo diem aja sih, asal lo tau, gue sama Vania seperti ini karna cewek murahan itu, gue gak bakalan nikah sama tuh cewek, kalau dia gak nyari muka sama nyokap dan bokap gue😤😠"ucap Yuhera dingin.
"terserah Lo aja, semoga Lo gak mengalami yang namanya penyesalan"ucap Viktor.
yah, selama ini Felix, Tito dan Viktor, sudah tau siapa Vania sebenarnya. Vania yang hanya memanfaatkan dan menguras harta Yuhera, dan Vania yang selalu berduaan dengan kekasih gelapnya yang bernama Samuel, atau lebih tepatnya mantan Shila.
"menyesal Lo bilang? haha, menyesal gak ada dalam kamus hidup gue" ucap Yuhera tertawa
__ADS_1
"ya sudahlah guys, mending sekarang kita pulang, gue udah lapar nih" ucap Felix yang menengahi perdebatan teman teman nya
"yasudah ayok" ucap mereka bersamaan .
Sesampainya di hotel, Yuhera, Felix, Viktor dan Tito langsung masuk kedalam kamar tempat Shila tidur selama di hotel itu. yah tentunya Viktor gak ngasih tau kalau mereka beda kamar.
"kalian duduk dulu" ucap Yuhera kepada mereka sambil menahan rasa kesal karna mendapati istri yang paling dibencinya tidur di sofa yang ada di kamar itu.
"ok" ucap mereka bersamaan
"heh, Lo bangun" ucap Yuhera dengan suara keras dan menjambak rambut Shila.
Shila yang sudah bangun terkejut melihat kehadiran mereka, dan tentunya dengan menahan sakit dibahian perutnya, karna terjatuh dari sofa tersebut.
"enak ya Lo tidur tiduran disini, bahagia hidup Lo ya, karna gue gak ada disini?" ucap Yuhera membentak Shila.
"maaf bang, Shila gak tau orang Abang sudah pulang" ucap Shila menunduk sambil memegangi perutnya.
"haha dasar cewek murahan" ucap Yuhera menampar Shila.
Viktor, Tito, Felix yang melihat itu sontak langsung memukul Yuhera. karna merekalah yang tau bagaimana keadaan Shila sekarang.
*buggg, bug,,,bugggh*
*buggghhjj,buggghh,bugggh,*
(anggap saja suara pukulan dari mereka bertiga)😅😅😁🙏
"loe semua pada ngapain mukulin gue?" ucap Yuhera emosi
"wajar kalau kami mukulin loe, loe gak tau apa apa, jadi Lo ga boleh mukulin istri Lo sesuka hati Lo" ucap Tito membentak Yuhera.
"Shil, kamu gak kenapa napa kan?" tanya Viktor ke Shila.
"ya bang, Shila gak kenapa Napa kok" ucap Shila tersenyum, padahal dia sangat kesakitan.
"kalau gitu kita pulang dulu ya Shil, loe hati hati disini yah" ucap Victor
"baik bang" balas Shila
"kalau gitu kita langsung balik ya bro, kerjaan kita disana sudah menumpuk" ucap Felix
__ADS_1
"baiklah kalian semua hati hati, dan kalau sudah sampai di Jakarta kabari gue" ucap Yuhera
Viktor, Felix dan Tito pun pulang dari hotel tempat Yuhera menginap. setelah kepulangan mereka Yuhera pun menyiksa dan meninggalkan Shila. setelah itu dia pun pulang ke Indonesia tanpa mempedulikan Shila.
"heh, loe bangun" ucap Yuhera menarik tangan Shila dengan kuat
"maaf bang, maafin Shila, jangan sakiti Shila lagi" ucap Shila memohon sambil menangis
"hah? maaf Lo bilang? setelah Lo buat kekasih gue menangis?" bentak Yuhera sambil menampar pipi chubby Shila
"siniin hp loe" ucap Yuhera
untuk apa bang" tanya Shila takut dan menarik ujung gaun yang dipakainya.
"masih berbau bertanya Lo? hahah" ucap Yuhera tertawa dan berhasil merebut handphone milik Shila. setelah itu Yuhera pun pergi ke kamar sebelahnya untuk istirahat.
*ttt...tttt...*
*tttt...tttt...*
"ya halo honey" ucap manja Vania diseberang telpon.
"HM, honey kamu lagi ngapain" ucap Yuhera tersenyum memandangi wajah kekasihnya.
"baru pulang honey" balas Vania
"sayang, tadi aku baru saja nyiksa tuh cewek, menurut kamu balas dendam kamu terselesaikan dengan cara apa lagi yang?" tanya Yuhera
"HM, apa yah? aku pun bingung honey" ucap Vania dan memikirkan apa lagi cara yang dilakukannya untuk menyiksa perempuan itu.
Setelah mendapatkan ide yang bagus, Vania pun tertawa sangat kencang.
"kamu kenapa tertawa yank?" ucap Yuhera bingung
"kalian kan siap bulan madunya besok yank, kamu tinggalin aja dia di Paris, ucap Vania enteng
"hmm, kamu betul juga yang, yaudah deh, besok aku akan nyuruh dia pergi, haha, " ucap Yuhera
"ya sudah, kamu tidur aja yank, good night honey" sambung Yuhera lagi.
"night too yank" ucap Vania. setelah itu panggilan video pun berakhir.
__ADS_1
Malam sudah berganti menjadi pagi. pagi hari ini adalah hari terakhir mereka bulan madu. Yuhera yang mengikuti rencana gila Vania pun bergegas pergi menuju kamar Shila istrinya.
Tanoa mengetuk pintu, Yuhera langsung menerobos masuk kedalam kamar Shila dan mendapati Shila yang sedang tertidur dengan wajah pucat tapi tentu saja Yuhera tidak menyadari hal itu.