
"bodoh, mengapa kamu berbuat seperti itu, ha? ucap papa Ardhani membentak dan menampar pipi mulus Yuhera
"sabar pa, jangan tampar Yuhera seperti itu. Selama ini kita gak pernah main tangan sama Yuhera pa" ucap mama Sarah menenangkan papa Ardhani
"sabar mama bilang? bagaimana caranya agar papa bisa sabar? dia sudah buat menantu kita diluar sana ma"ucap papa Ardhani dingin
"maafin Yuhera pa, Yuhera menyesal" ucap Yuhera menangis
"sekarang kamu pikirkan bagaimana cara agar Shila kembali berkumpul bersama kita" ucap papa Ardhani dan berlalu pergi meninggalkan Yuhera dan mama Sarah di ruang keluarga
"Yuhera harus melakukan apa ma? Yuhera menyesal ma" ucap Yuhera menunduk
"kamu yang sabar ya nak, mama juga gak tau mau mengatakan apa lagi, mama juga gak bisa bantu kamu" ucap mama Sarah memeluk anak kesayangan nya itu.
Setelah lama menangis dia pun berlalu ke kamar nya yang berada di lantai 2.
Di dalam kamar dia pun kembali menangis dan sesekali dia berteriak.
"ahkkkk.., kenapa aku harus tau sekarang, kenapa aku gak percaya sama apa yang pernah kamu katakan Shil, maafin aku" ucap Yuhera menangis dan melempar barang barang yang ada di atas meja di dalam kamar nya itu.
"apa yang harus aku lakukan Shil, apa" ucap Yuhera lagi..
Dia pun berpikir cukup lama dan akhirnya dia pun berpikir untuk menghubungi Shila.
"oh ya, gue nelpon Shila aja, barangkali dia mau ngangkat telpon gue". ucap Yuhera dan mengambil handphone nya.
*ttt..tttt...*
*nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan. Mohon periksa kembali nomor tujuan anda* anggap saja seperti suara operator panggilan, karna author tidak tau 😅
*ttt. *** dan panggilan telpon itu pun berakhir.
"shiiit... kenapa gak aktif sih, kamu dimana sekarang Shil" ucap Yuhera dengan suara sendu
__ADS_1
Di negara asing, Vania dan Samuel sedang menikmati masa masa mereka berdua.
"haha, gimana ya nasib kita nanti kalau Yuhera tau kalau aku cuma manfaatin dia?" ucap Vania bertanya sama Samuel, dan dia belum tau aja kalau Yuhera sudah tau akal busuk nya itu
"hmmm, kamu tenang aja Van, aku yakin dia gak bakalan tau, mending untuk saat ini kita puas puasin aja dulu morotin semua harta dia, mumpung dia belum tau, dan kalau bisa kamu coba ngajak nikah dia, biar kamu bebas nguasai harta dia Van," ucap Samuel memberi saran. Tentu saja dia mengatakan itu karena ada maksud terselubung
"apa yang kamu katakan memang benar adanya Sam, tapi para tua Bangka itu gak mau dan ga setuju kalau anak nya yang bodoh itu nikahin gue, kan Lo tau sendiri gimana sifat tua Bangka itu sama gue" ucap Vania. yang dimaksud tua Bangka adalah papa Ardhani dan Mama Sarah.
Papa Ardhani dan Mama Sarah memang ga pernah setuju kalau Vania yang akan menjadi menantunya. Papa Ardhani dan Mama Sarah tau bagaimana sifat busuk Vania.
"ya juga sih, tapi kan kamu bisa ngancam Yuhera Van, dia kan sayang banget sama Lo, karna semakin lama kamu menjauh dari dia tanpa ikatan suatu apa pun, yang ada Yuhera Bakalan tau rencana kita. dan apa kamu mau? sebelum rencana kita ngerebut semua harta nya kamu bakalan di campakkan?" ucap Samuel yang terus memprovokasi Vania.
"ya kamu benar juga sih Sam, tapi mau gimana, yaudah deh, besok aku akan pulang ke Indonesia dan membicarakan hal ini sama Yuhera" ucap Vania mantap
"nah itu baru kesayangan gue" ucap Samuel memeluk Vania.
"haha, semakin cepat loh nikahin dia semakin cepat gue ngrampas harta dia, dasar cewek bodoh Lo Van mau aja gue manfaatin, Shil, yang sabar ya, setelah gue nguasai semua harta mereka gue bakal nikahin Lo, dan gue Bakan ngerebut Lo dari Yuhera" batin Samuel dalam hati.
"enak yah ka makanan nya, Shila belum pernah makan yang begini enak nya" ucap Shila
"haha ya dong, kalau kita yang milih makan buat kamu itu , berarti itu makanan yang enak, jadi kamu harus senang kalau lagi sama kita" ucap Keyko dan di balas anggukan oleh Seina
"haha ya Kaka, Shila kalau diajak makan mah mau, tapi uang Shila tinggal sedikit lagi ka, dan itu Shila hemat buat biaya lahiran Shila nanti nya ka" ucap Shila menunduk
"aduh Shila, masalah makan kamu gak perlu mikirin itu yah, kan ada Rian sama Vino yang mau bantu kamu, jadi kamu tenang aja yah" ucap Seina menghibur Shila
"ya Kaka, makasih ya ka" ucap Shila.
Tak lama setelah itu, Shila pun merasakan sakit yang teramat sakit
"shhhh, sakit" ucap Shila menangis memegang bagian perut nya sebelah kiri.
"kamu kenapa Shil" ucap Keyko dan Seina bersamaan dan tentunya dengan nada panik
__ADS_1
"sakit ka" ucap Shila menangis.
"kamu tenang yah, kamu minum dulu" ucap Seina menyodorkan minuman ke Shila
"aku telpon Vino dulu yah", ucap Keyko dan mengeluarkan handphone nya dari dalam tas dan melakukan panggilan.
*tttt...tttt*
*ttt...tttt* dan panggilan telpon pun berlangsung
"halo key" ucap Vino di seberang telpon
"halo vin" ucap Keyko menangis
"kamu kok nangis, kamu kenapa key" ucap Vino dengan nada panik
"Shila Vin, Shila, dia kesakitan, kami ga tau mau buat apa" ucap Keyko yang masih tetap menangis
"sekarang kamu dimana?" ucap Vino
"di restaurant yang ada di depan kampus kamu Vin, kamu cepatan kesini" ucap Keyko dan panggilan telpon pun berakhir.
Setelah beberapa menit kemudian, Vino dan Rian pun sampai di tempat itu.
"Sakit ka" ucap Shila menangis dan memegangi bagian perut nya sebelah kiri
"kamu tenang yah, kita sekarang ke rumah sakit" ucap Rian dan langsung mengangkat tubuh kecil Shila dan membawanya ke dalam mobil milik Rian. dan diikuti oleh Keyko, Seina dan Vino
Di dalam mobil, Shila terus menangis. Keyko dan Seina yang melihat Shila merintih kesakitan pun ikut menangis.
"sabar ya Shil, bentar lagi kita sampai kok di rumah sakit" ucap Seina menenangkan Shila
"yang cepat nyetirnya Rian, biar Shila cepat di periksa, aku khwatir banget" ucap Keyko menangis dan mengelus Elus rambut Shila.
__ADS_1